KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERSIAPAN MENUJU RESTORAN


__ADS_3

"Ohh Tuhan..! buat apa keabadian ?!, buat apa kesaktian ?! buat apa kekuasaan dan ketenaran.!?


Kamu boleh ambil semua asalkan kembalikan lah dia pada ku..!"


teriak Lu Sun seperti orang kurang waras, berlutut sambil menatap langit.


Dia tidak sadar sama sekali, Giok Lan diam diam berdiri di sana, memperhatikan semua ucapan dan kata katanya, sambil bercucuran air mata.


Ingin rasanya dia maju merangkul dan menghibur suaminya, tapi dia tahu semua itu percuma.


Bila tahu keberadaan nya, Lu Sun pasti akan kembali memendam semua kesedihan dan perasaannya dalam dalam dan kembali berpura-pura bahagia.


Lu Sun tidak pernah menjadi dirinya sendiri lagi, dia seperti seorang aktor besar yang sedang bersandiwara di hadapan mereka.


Perlahan-lahan Giok Lan membalikkan badannya meninggalkan kamar rahasia, sambil menghapus airmatanya sendiri.


Lu Sun setelah menghabiskan botol ketiga, dengan tubuh sempoyongan dia berjalan terhuyung-huyung kembali mendekati peti mati Ying Ying.


Sambil menelungkup kan badannya di sana, Lu Sun berkata,


"Ying Ying beritahukan lah pada ku, apa yang harus kulakukan, sikap apa yang harus kuambil, dengan kemunculan dia dalam hidupku.."


"Benarkah dia adalah reinkarnasi mu, untuk menghiburku, atau dia adalah orang lain yang sama sekali berbeda dengan mu..'


"Sayang beritahukan lah pada ku,...jawab aku..jangan diam saja...aku..aku...aku...."


Sebelum menyelesaikan kalimat terakhirnya, Lu Sun kembali tertidur, sambil menelungkup diatas kaca penutup peti mati Ying Ying.


Sesosok roh halus yang keluar dari kalung yang di kenakan oleh Ying Ying, berdiri di samping Lu Sun menatap Lu Sun dengan mimik muka sedih.


Seperti orang yang sedang menangis, hanya saja tidak ada airmata yang mengalir dari mata nya.


Roh itu kemudian perlahan-lahan menyusup kedalam kepala Lu Sun, kemudian dia muncul di dalam mimpi Lu Sun.


"Sun ke ke..Sun ke ke..Sun ke ke...bangun Sun ke ke.. bangunlah...lihat aku kembali datang menemui mu.."


Lu Sun menggerak gerakkan matanya, kemudian matanya perlahan lahan terbuka, dia menatap kearah Ying Ying dengan tatapan tak percaya.


"Sayang kamu kah itu, ? apa kita kembali bertemu lagi dalam mimpi ?"


tanya Lu Sun heran.

__ADS_1


Ying Ying mengangguk dan berkata,


"Sayang Ting Ting bukan aku, dia juga bukan reinkarnasi ku, reinkarnasi ku tidak ada di jaman ini.."


"Reinkarnasi ku sedang menunggu mu, di jaman yang pernah ku bisikan pada mu, bila ingin menemui ku lagi.."


"Kamu harus meninggalkan jaman ini, dan pergi ke jaman itu, aku menunggu kedatangan mu di sana.."


"Sayang sebaiknya kalau bisa, jauhi lah Ting Ting, jangan terlalu dekat dengan nya.


Dia bisa membawa bencana bagi mu.."


Lu Sun menatap Ying Ying dengan tatapan melongo, mendengar penjelasan dan peringatan Ying Ying padanya.


Sebelum Lu Sun hilang kagetnya, Ying Ying sambil tersenyum lembut menunduk memberikan ciuman mesra ke Lu Sun.


Sayang nya ketika bibir mereka bersentuhan, bayangan Ying Ying langsung lenyap menjadi butiran cahaya, seperti ribuan kunang kunang yang berterbangan di depan Lu Sun.


Tak lama kemudian, Lu Sun pun tersadar dari mimpi anehnya itu.


Sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit, Lu Sun bangun untuk duduk bersila.


Beberapa saat setelah tenaga saktinya berputaran lancar di tubuhnya, rasa sakit di kepala nya pun hilang.


Lu Sun menatap kearah jasad Ying Ying yang sedang terbaring seperti sedang tidur.


"Ying Ying terimakasih, kamu memang selalu yang terbaik, hati ku kini sudah jauh lebih tenang sekarang.."


"Aku akan selalu ingat pesan mu, aku pamit permisi dulu sayang, kapan kapan aku baru kembali lagi kesini melihat mu."


Lalu Lu Sun membalikkan badannya meninggalkan ruangan rahasia, sebelum pergi Lu Sun melihat sejenak Afei yang juga sedang berlatih di sana.


Melihat munculnya bayangan Pat Kwa di atas kepala dan di bawah tempat duduknya.


Sedangkan tubuhnya sendiri dalam posisi bersila melayang di udara tanpa menyentuh lantai.


20 matahari dan bulan berputaran di sekitar tubuhnya, Lu Sun tersenyum puas.


Lalu dia melangkah meninggalkan taman rahasia dengan langkah ringan.


Setelah keluar dari ruangan rahasia, Lu Sun yang melihat kedua istrinya sedang duduk di ruangan tengah mengobrol santai.

__ADS_1


Dia pun berkata,


"Sayang kalian berdua bersiaplah, malam ini aku akan mengajak kalian ke Yi Hua restoran.."


"Tumben,.. bukan nya biasanya kamu paling anti kesana..?


tanya Xue Yen heran bercampur senang.


Sedangkan Giok Lan yang sedikit paham maksud Lu Sun mengajak mereka berdua kesana.


Dia memilih diam saja, tidak berkata apa-apa, hanya terus mengamati dan menebak apa yang sedang Lu Sun pikirkan.


Tapi dia tidak bisa menangkap apa pun yang ada dalam pikiran Lu Sun.


Karena ekspresi dan gerak gerik Lu Sun yang datar, tidak terlihat senang maupun sedih.


Lu Sun tersenyum lembut menanggapi pertanyaan Xue Yen dan berkata,


"Aku ingin menjadikan malam ini sebagai momen untuk meminta maaf pada kalian berdua."


"Karena sejak kematiannya, aku terlalu sibuk dengan perasaan ku, sehingga agak menelantarkan perhatian ku pada kalian berdua.."


"Ayo cepat lah berganti, aku juga akan berganti dengan pakaian yang kita gunakan saat menghadiri acara lelang di Dubai.. Yuk.."


ucap Lu Sun bertepuk tangan memberi semangat.


Xue Yen dan Giok Lan saling pandang mereka berdua tersenyum girang, lalu bergegas lari kearah kamar masing-masing untuk bersiap-siap.


Lu Sun menyusul di belakang mereka, menuju kamar Ying Ying, dia mandi dan berganti pakaian di sana.


Kamar itu adalah kamar bersama Lu Sun dan Ying Ying, semua barang Lu Sun selain yang tersimpan dalam gelangnya.


Di sinilah tempat dia menyimpan, dan menjadi kamar pribadi yang menyimpan segala barang miliknya dan barang milik Ying Ying.


Setelah mandi dan berganti dengan pakaian Cheong Sam biru tua yang di hiasi oleh gambar naga emas.


Lu Sun terlihat sangat ganteng dan tampan dalam balutan setelan yang memang di pesan oleh Giok Lan untuk dirancang secara khusus sama perancang busana terkenal.


Setelah memastikan penampilannya sudah rapi dan wangi, Lu Sun baru keluar dari kamar nya, turun ke lantai dasar menuju ruang tengah, duduk menunggu kedatangan Xue Yen dan Giok y dengan sabar.


Beberapa saat menunggu, Lu Sun yang mendengar bunyi langkah high heels menuruni tangga.

__ADS_1


Dia segera menoleh melihat kearah kedua istrinya yang sedang bergerak turun dari tangga.


Lu Sun sampai melongo melihat penampilan kedua istri cantiknya itu, terutama Giok Lan, aura keagungan seorang Dewi kahyangan yang sangat cantik terpancar dengan jelas dari tubuh dan wajahnya.


__ADS_2