
"Baik itu adalah teorinya tidak salah."
"Nah sekarang kalian semua sudah tahu kan arti olah raga, yaitu mengolah fisik tubuh kita."
"Untuk mengolah fisik kita, kita tidak bisa duduk baca buku ini di sini."
ucap Lu Sun sambil melempar buku yang di pegang nya keatas meja.
"Ayo kalian semua ikut aku ke lapangan, hari ini kita akan melakukan latihan olah raga basket."
"Ayo ayo,.. cepat-cepat ! kita pergi kelapangan basket, ayo tidak boleh ada yang diam di kelas ayo semuanya."
ucap Lu Sun penuh semangat sambil bertepuk tangan memberi semangat ke muridnya.
Maka semua murid kelas itu berbondong-bondong pergi ke gedung olahraga, lapangan basketnya adalah lapangan indoor yang terletak dalam gedung olahraga.
Setelah sampai di sana, Lu Sun memberi perintah agar mereka semua berlari mengelilingi lapangan basket sebanyak 5 putaran.
Setelah berlari 5 putaran para siswa itu langsung jatuh duduk malang melintang dengan nafas memburu.
Lu Sun tersenyum dalam hati, masih begini muda, cuma lari 5 putaran lapangan basket yang tidak seberapa besar.
Mereka sudah seperti ini, gimana mau bertarung, kelak mereka mereka inilah yang akan menjadi pengurus bangsa.
Lu Sun membiarkan mereka beristirahat 15 menit.
Setelah itu baru berkata,
"Ayo sekarang kalian cari teman kalian bentuk team kalian sendiri, satu team 5 orang .."
"Cepat-cepat..!"
Para murid itu mulai mencari teman dan kelompok mereka masing-masing.
Membentuk team yang mereka cocok dan suka.
Akhirnya terbentuk 8 team.
"Kalian semua ada yang tidak mengerti cara bermain basket,?"
"Yang tidak mengerti silahkan maju kedepan.."
ucap Lu Sun.
Setelah menunggu beberapa saat hanya ada 3 murid pria dan 2 orang murid wanita yang tidak mengerti bermain basket.
Lu Sun kemudian dengan perlahan-lahan memberikan mereka berlima breaving , sambil memberikan contoh.
Akhirnya ke 5 orang itu mengerti, dan mereka berlima yang tidak punya team pun, kemudian bergabung menjadi satu team.
Setelah semua membentuk team, Lu Sun mulai memberikan instruksi lanjutan.
"Team satu ke sana dan team dua kesitu.."
__ADS_1
ucap Lu Sun menunjuk kearah dua sisi lapangan yang berlawanan.
"Team satu team dua, kalian masing-masing tunjuk seorang pimpinan team kalian, setelah terpilih ketua team ikut saya ke tengah lapangan."
ucap Lu Sun sambil membawa bola basket ketengah lapangan.
Mendengar arahan Lu Sun, Team yang belum bertanding langsung menunjuk pimpinan team mereka masing-masing.
Kedua pemimpin team satu dan dua menghampiri Lu Sun.
"Bersiaplah aku akan melempar bola keatas kalian berebut lah."
ucap Lu Sun memberi arahan.
Team satu dan dua mulai bertanding, Lu Sun mengikuti pertandingan maju mundur memberi arahan kalau ada kesalahan.
Sekaligus memberi contoh ke mereka, cara bermain yang tepat.
Lu Sun sudah menonton di hpnya cara bermain basket secara profesional seperti para pemain NBA.
Menurut Lu Sun semua tidak sulit, dengan ditunjang Wu Ying Sui Sang Piau dan ilmu langkah ajaib semua gerakan menjadi mudah.
Di tambah dengan Wu Xiang Sen Kung yang bisa membuat anggota tubuhnya memanjang sesuka hati semua menjadi mudah.
Sedangkan untuk tembakan 3 angka Lu Sun bisa menggunakan kontrol energi melepaskan senjata rahasia.
Sehingga tembakan nya tidak akan pernah meleset dan selalu tepat sasaran.
Sekarang yang sulit adalah melatih para murid ini, yang sebagian besar berfisik lemah dan tidak memiliki kemampuan seperti dirinya.
Bila ditemukan dia baru akan membuat 1 team utama dan 1 team cadangan untuk mewakili pihak sekolah.
Permainan olahraga basket berjalan lancar dan gembira, semua murid terlihat sangat menikmatinya.
Lu Sun tidak terlalu kaku dengan aturan dan teori, dia membiarkan mereka menikmatinya dengan gembira.
Tapi saat team ke 7 dan ke 8 berhadapan, dimana team ke delapan terdiri dari ke 8 siswa yang tidak menghormati nya itu.
Lu Sun justru menemukan bahwa permainan mereka semua sangat baik rotasi pertukaran pemainnya juga sangat teratur.
Team ke 7 maupun semua team di kelas mereka tidak ada yang bisa menandingi permainan ke 8 orang itu yang sangat lincah dan penuh variasi .
Lu Sun tersenyum gembira melihat kemampuan ke 8 orang itu.
Setelah pertandingan usai, Lu Sun menghampiri ke 8 orang itu dan berkata,
"Ternyata kalian sangat menguasai permainan basket, bersedia kah kalian bergabung dalam team basket yang mewakili pihak sekolah.?"
"Itu tergantung siapa pelatih nya, kalau kamu pelatihnya lebih baik lupakan saja.."
ucap Erik Mo dengan sikap mengejek.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Emangnya kenapa kalau aku yang melatih ?"
"Apa masih perlu tanya ? kamu punya kemampuan apa ? ingin menjadi pelatih kami ?"
ucap Barbie Su mencibir.
"Sudahlah Barbie jangan buang waktu dengan orang tidak penting ini, lebih baik kita ke kantin Sekarang."
ucap Stephen Chow sambil merangkul bahu Barbie Su.
Barbie Su mengangguk, lalu dengan manja melingkarkan tangannya di pinggang Stephen Chow.
Mereka bergerak meninggalkan Lu Sun dengan sangat tidak sopan.
"Tunggu...!!"
"Tahan langkah kalian..!!"
ucap Lu Sun .
"Apalagi pak tua ? ku nasehati, lebih baik jangan merusak kesenangan kami."
"Lebih baik jauhi kami, atau kami akan membuat mu menyesal, pak tua.."
ucap Alam Tam tidak senang.
Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,
"Kalau aku melarang kalian ke kantin, kalian mau apa. ?"
"Kakek tua kamu benar-benar bosan hidup,!"
ucap Alam Tam marah.
Dia langsung menerjang kearah Lu Sun dengan tendangan kearah dada, dengan kaki kiri. Disusul dengan tendangan kearah kepala dengan kaki kanan.
Lu Sun tersenyum dingin, sambil mundur dua tindak kebelakang, maka tendangan yang di lepaskan oleh Alam Tam pun menemui tempat kosong.
Melihat aksi tindakan ke 8 anak yang terkenal nakal itu.
Thomas sebagai ketua kelas dan Hanny sebagai sekretaris nya, langsung bergegas berlari pergi keruangan kepala sekolah Ma.
Untuk meminta bantuan, sebelum guru olahraga baru mereka kembali celaka, seperti dua guru olahraga sebelumnya.
Alam Tam yang melihat serangan pertamanya gagal, dengan kesat dia segera melanjutkan serangan beruntun kedua.
Yang terdiri dari delapan tendangan dua ke paha kiri kanan, di lanjutkan dengan dua tendangan ke pinggang kiri kanan,
Di susul dengan satu ke ulu hati, yang langsung di lanjutkan dengan tendangan beruntun kearah kepala dari kiri kanan.
Lalu di tutup dengan sebuah tendangan salto, mencangkul dari atas kebawah, menuju ubun ubun Lu Sun.
Lu Sun merespon tendangan ke paha dengan bergerak mundur, begitu pula dengan tendangan kearah pinggang.
__ADS_1
Sedangkan tendangan ke arah ulu hati , Lu Sun memiringkan badannya kesamping.