
Ying Ying terlihat mulai menikmatinya dengan sepasang mata terpejam dan mulutnya mulai kembali mengeluarkan suara erangan kecil.
Menikmati ciuman yang dilepaskan oleh Lu Sun di bagian sensitif leher dan belakang telinga.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba sepasang mata Ying Ying terbuka lebar, begitu pula dengan mulutnya yang kembali terbuka lebar seperti ikan kehabisan napas.
Bagian punggungnya sampai ke pinggulnya yang aduhai, kini kembali menempel di dinding kaca berguncang hebat.
Suara rintihan dan erangan kembali mulai terdengar semakin lama semakin keras, hingga akhirnya hanya terdengar suara tertahan.
Karena Ying Ying kembali menutup mulut dengan tangan nya.
Tubuhnya yang terguncang guncang dengan sebelah kaki diangkat keatas semakin lama semakin hebat.
Akhirnya tubuhnya kembali menegang, dia merangkul kan sepasang tangannya dengan erat di belakang leher Lu Sun.
Ying Ying mengigit pundak Lu Sun untuk menahan ledakan di dalam dirinya yang berkali-kali seperti gunung meletus.
Kedua kakinya kini di silangkan di pinggang Lu Sun menjepit keras di sana seperti ahli ground fighting jagoan petarung MMA.
Sesaat kemudian Ying Ying kembali terkulai lemas sambil memeluk Lu Sun dengan erat.
"Sayang...aku..aku ..gak kuat lagi..."
"Huh...huh...Huhh .!"
terdengar desah nafas Ying Ying yang terputus-putus seperti orang habis berlari puluhan kilometer.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Kita pindah ke kasur saja, agar kamu bisa beristirahat dengan tenang.."
Lalu Lu Sun menggendong tubuh istrinya yang putih mulus dan lembut.
Seperti menggendong anak kecil, dia keluar dari kamar mandi langsung menuju ranjang mereka yang besar dan empuk.
Setelah membaringkan tubuh Ying Ying yang terkulai lemas di atas kasur, Lu Sun kembali mendaratkan ciuman nya ke bibir Ying Ying yang sedikit terbuka dengan lembut.
Setelah beberapa saat, dia kembali menyusuri bagian leher Ying Ying yang putih mulus dan jenjang.
"Sayang...sayang..ahh...cukup sayang..aku..ahh.. sudah gak kuat lagi..!"
ucap Ying Ying terputus-putus.
"Sayang lanjutkan ke Xue Xue aja, aku sudah lelah.."
__ADS_1
Tapi Lu Sun seperti tidak mendengarnya, dia malah mempergencar c*mbuannya, sehingga Ying Ying tidak bisa berbicara lagi dan hanya bisa terus mendesah saja.
C*mbuannya kini perlahan lahan turun kebawah, terhenti di bagian bukit Ying Ying yang menjulang seperti sepasang bukit salju.
Tubuh Ying Ying bergetar hebat, saat Lu Sun bermain-main di puncak bukitnya dengan lidah yang menari-nari seperti penari aerobik.
Tubuh Ying Ying meliuk-liuk seperti cacing kepanasan bibirnya merintih-rintih menghadapi serangan Lu Sun yang semakin lama semakin ganas.
Lu Sun kini mulai menurun ke bagian perut bermain sebentar di sana, kemudian dia turun ke bagian bawah pusar.
Ying Ying yang selama ini belum pernah mendapatkan permainan seperti itu, dia sangat terkejut.
Sambil mengangkat kepalanya menatap ke bawah dengan sepasang mata terbelalak lebar dia berkata sambil menahan kepala Lu Sun.
"Sayang.. jangan di sana... tidak boleh..aughh...!"
Saat Lu Sun tanpa menghiraukan larangan Ying Ying dia terus mel*mat dan melahap bagian terlarang tersebut sambil menari-nari kan lidahnya disana.
Kepala Ying Ying langsung terhempas kebelakang, tubuhnya mengejang dan melengkung kebelakang seperti papan jembatan.
Mulutnya mengeluarkan desahan dan rintihan tidak putus-putus semakin lama semakin keras, akhir nya dia menutupi mulutnya dengan telapak tangan nya sendiri.
Kepala nya sebentar menggeleng kekanan sebentar ke kiri.
Perlahan-lahan pinggulnya mulai meliuk-liuk mengikuti irama tarian lidah Lu Sun.
Tai hal ini tidak berlangsung lama, tubuh Ying Ying kembali bergetar hebat seperti terkena setrum, sesaat kemudian mengejang.
Lalu disertai teriakan tertahan tubuhnya terkulai lemas dengan mata setengah terpejam mendelik keatas.
Kemudian matanya kembali tertutup rapat, hanya bulu matanya yang bergetar-getar.
Seluruh tubuh Ying Ying yang putih mulus kini di penuhi butiran keringat kecil-kecil.
Dia terkulai lemas tidak bergerak, dengan dada naik turun dan nafas terputus-putus, seperti habis mengikuti lomba lari.
Lu Sun masih belum selesai, setelah memposisikan dirinya dengan tepat dia lalu dengan gerakan lembut perlahan-lahan mendorongkan pinggulnya kedepan.
Mata Ying Ying yang terpejam kembali terbuka lebar menatap suaminya dengan tatapan tak percaya.
Bibirnya sedikit terbuka seperti ingin mengucapkan sesuatu.
Tapi sebelum sempat ada suara yang keluar, Lu Sun sudah menghentakkan pinggulnya dengan kuat kedepan.
Kepala Ying Ying yang tadinya sedikit terangkat kini kembali terhempas kebelakang.
__ADS_1
Dari mulutnya kembali terdengar suara desahan terputus-putus.
Nafasnya kembali memburu, bercampur dengan deru nafas Lu Sun.
Beberapa saat kemudian tubuh Lu Sun yang kini menegang Kemudian jatuh terkulai lemas menimpa tubuh Ying Ying.
Ying Ying merangkul belakang leher Lu Sun dengan erat dia sedang menahan gelora lahar panas gunung berapi yang hampir meletus.
Ketika mendapatkan ciuman di her dan belakang telinga nya oleh Lu Sun, akhirnya gunung berapi Ying Ying pun meletus berkali-kali.
Tubuhnya mengejang mengendur berkali-kali dengan nafas terputus-putus akhirnya dia melepaskan pelukannya dari tubuh Lu Sun.
Perlahan-lahan dia mendorong tubuh suaminya yang berat kesamping, Lu Sun mengerti dia pun bergeser kesamping dan terkapar disebelah tubuh istrinya.
"Sayang... jangan... sering-sering... begini, umur ku... bisa pendek.... di buat mu.."
ucap Ying Ying dengan suara terputus-putus menegur suaminya.
Lu Sun bangun dari tidur terlentang nya dan memiringkan tubuhnya menghadap kearah Ying Ying dan berkata,
"Maaf sayang aku sedikit berlebihan, sewaktu di penjara aku iseng-iseng membaca sebuah buku berjudul KS untuk mengisi waktu "
"Kata buku itu bila sering melakukan hal ini selain bisa memuaskan pasangan juga bisa meningkatkan kesehatan.."
"Jadi tadi aku mencoba meniru dan mempraktekkan apa yang di ajarkan buku itu, ternyata hasilnya sangat luar biasa."
"Jujur selain capek dan lelah, apalagi yang kamu rasakan tadi sayang ?"
Ying Ying memejamkan matanya seperti sedang membayangkan sesuatu, Tiba-tiba wajahnya menjadi merah seperti kepiting rebus.
Dan dia segera membalikkan badannya menghadap kearah lain, sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.
Dia mencoba memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur sambil bergumam kecil.
"Tidak ada...tidak ada..dasar cabul.."
Sudah tidur sana..aku ngantuk..jangan berpikir yang bukan-bukan lagi . cepat tidur.."
"Dasar memalukan.."
Melihat reaksi Ying Ying, Lu Sun pun tahu istrinya hanya sedang berpura-pura marah saja.
Untuk menutupi rasa malunya, karena sikap nya yang lepas kontrol saat bercinta tadi.
Ying Ying adalah tipe yang kalem pemalu lembut sabar dan sangat sopan, dia tidak biasa bersikap heboh dan terbuka vulgar seperti tadi.
__ADS_1