
Si kribo mempelototi Lu San dengan tatapan mata penuh kebencian.
Sambil mengigit bibirnya sendiri hingga berdarah.
Dia mencoba bertahan, dengan sekuat tenaga, si kribo seolah-olah ingin menunjukkan ke Lu San aku tidak sehina kamu.
Meski harus mati, aku juga tidak Sudi direndahkan oleh mu.
Melihat sikap Si Kribo yang keras kepala, Lu San tidak kesal, sebaliknya dia tersenyum lebar dan berkata,
"Aku paling suka dengan tipe orang yang sok kuat dan sok gagah seperti ini.."
"Ayo bersemangat bertahanlah, aku jadi penasaran seberapa lama kamu kuat bertahan."
Lu San membungkuk menotok beberapa syaraf di dekat leher si Kribo.
Tiba-tiba si kribo bisa mengeluarkan suara dan menjerit kesakitan.
Dia tiba-tiba merasa tubuhnya bagaikan di gigit ribuan semut yang seperti sedang menggila,
Hali ini karena reaksi dari totokkan Lu San yang meningkat kan level siksaannya, cara ini tidak bisa membuat penderita mati, atau pingsan.
Sehingga penderita harus menikmati siksaan itu dalam keadaan sadar tanpa batas.
Akhirnya karena tidak tahan lagi, tubuh si kribo yang mulai kejang kejang, tidak kuat menahan siksa .
Tiba-tiba si Kribo berteriak keras menirukan suara anjing menggonggong dan melolong panjang.
Lu San tersenyum lebar, dan berkata,
"Nah itu bagus,..ayo kamu bisa..!"
"Coba dari tadi, kalau dari tadi kan kamu tidak perlu merasakan penderitaan tadi..aku juga bisa hemat waktu dan tenaga."
ucap Lu San memberikan teguran sambil menendang lubang anus si Kribo yang membuatnya merasa mules luar biasa.
Tai anehnya, setelah terkena tendangan itu, kaki tangannya kini sudah bebas dan bisa bergerak kembali.
Rasa gatal yang menyerang tubuh nya pun ikut hilang tak berbekas.
Si Kribo kini merangkak berkeliling sambil terus mengonggong, di punggungnya terlihat Lu San sedang duduk santai sambil menertawainya.
Setelah puas Lu San menotok kembali tubuh si kribo, hingga dia tidak bisa lagi bergerak.
Lu San sambil tertawa santai kini beralih ke si muka kuda dan berkata,
"Aku mau minta kamu melakukan seperti yang pernah kamu suruh aku lakukan, apakah kamu bersedia..?"
Si muka kudanya sedikit pucat, dia buru-buru menggelengkan kepalanya kuat kuat.
"Baiklah ini pilihan mu, jadi jangan salahkan aku."
ucap Lu San kemudian ingin memberikan totokan yang sama, seperti yang dia berikan pada Si kribo tadi."
__ADS_1
Si muka kuda dengan muka meringis aneh, buru buru menganggukkan kepalanya dengan cepat.
Lu San menendang belakang lututnya, hingga si muka kuda jatuh berlutut, Lu San sengaja batuk batuk kecil lalu dia meludah kearah kotoran anjing yang kebetulan ada di sana.
Itu adalah kotoran anjing Rottweiler peliharaan ayahnya, yang baru di lepaskan tadi pagi dan belum kering benar.
Habisi itu, maka aku akan mengampuni nyawa mu..!"
Si muka hitam menatap dengan jijik, kearah kotoran itu, sedangkan si muka kuda yang punggungnya ditendang oleh Lu San, hingga wajahnya jatuh tepat di kotoran itu.
Dia terlihat langsing muntah muntah hingga kesulitan bernafas.
Lu San menyeret si muka hitam, lalu menjatuhkannya kearah kotoran anjing di dekat si muka kuda yang sedang muntah muntah.
"Kamu muka pantat kuali, kamu bantu dia habiskan makanan ini, aku pun akan mengampuni nyawa kalian.."
Si muka hitam berusaha memiringkan wajahnya menjauhi kotoran anjing dan bekas muntahan si muka kuda.
Tapi dengan senyum dingin, Lu San menginjak Kepalanya si muka hitam dari belakang, tanpa bisa dielakkan lagi, wajah si muka hitam kini tenggelam dalam kotoran dan muntahan.
Dia berkali kali tersedak terbatuk-batuk dan ikutan muntah muntah.
"Tugas gagal,...waktu habis..!"
ucap Lu San kemudian dia mulai menekan bahu lengan dan pangkal paha si muka kuda dan si wajah hitam.
Seketika kedua orang itu berteriak histeris dengan tubuh kejang kejang, kemudian mereka pun pingsan.
Rasa sakit karena Dan Tian dan kejantanan mereka yang dirusak oleh Lu San membuat mereka terbangun kemudian pingsan kembali.
Si kribo dan si gendut memandang Lu San dengan penuh ketakutan.
Mereka seperti bukan melihat manusia, tapi mereka melihat sesosok iblis yang sedang tertawa menyeringgai kearah mereka.
Lu San terlihat seperti sangat menikmati, tidak terlihat sedikitpun ada rasa bersalah atau merasa berdosa dan menyesal sama sekali.
Lu San menghampiri si kribo dan berkata,
"Sekarang giliran mu..!"
"Hei...tapi kamu tadi sudah berjanji..!"
teriak si kribo berusaha mengingatkan.
Lu San sambil tersenyum berkata,
"Aku berjanji akan membiarkan mu hidup, apa kamu lupa..?!"
Si kribo langsung berteriak histeris ketakutan,
"Jangan...ku mohon...jangan...aku berjanji akan bertobat.."
Lu San tersenyum santai dan berkata,
__ADS_1
"Mau bertobat atau tidak itu urusan mu, aku bukan tuhan yang murah hati..!"
"Nah kamu nikmati saja ucap Lu San kembali mengerahkan Ciu Im Pai Ku Cang pada bahu lengan dan pangkal paha si Kribo yang langsung menjerit kesakitan lalu pingsan.
Lu San belum berhenti dia kembali mengerahkan tangannya kebawah pusar, si Kribo.
Si Kribo pun kembali membuka matanya menjerit kesakitan, lalu kembali pingsan.
Lu San kini melangkah mendekati si gendut yang menatapnya dengan penuh ketakutan.
Lu San tersenyum kemudian melepaskan totokkan pada tubuh si gendut dan berkata,
"Ingat yang menolong mu hari ini, adalah sikap mu kemaren saat mereka membully ku.."
"Sekarang bawalah mereka semua pergi dari sini, jangan pernah muncul di hadapan ku lagi.."
Setelah berkata, Lu San langsung membalikkan badannya, berjalan santai menuju ke arah Michiko yang gemetaran menatapnya.
Saat melewati Michiko yang berlindung di belakang Afei, Lu San tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Haaahhh...!!"
teriaknya sambil mendekatkan wajahnya kearah Michiko.
"Ahhhh...!"
jerit Michiko terkejut hingga melompat mundur menjauh dengan kaget..
Lu San tertawa terpingkal pingkal dan berkata,
"Sekarang kita impas, kamu calon adik ipar ku, mana mungkin aku mencelakai mu.."
"Kecuali kamu berani menyakiti adik ku, kamu pasti akan lebih parah dari mereka.."
ucap Lu San sambil tersenyum tapi sepasang matanya berkilat mengerikan seperti mata psikopat.
Setelah itu Lu San membalikkan badannya, berjalan menghampiri Cherry yang masih berdiri bengong di sana dengan kursi rodanya.
Lu San setelah mendekat dia malah kembali duduk di kursi roda dan berkata,
"Cherry aku capek tolong antar aku kembali ke kamar.."
"Tapi kamu kini...?"
tanya Cherry heran dan bingung.
Lu San tersenyum dan berkata,
"Udah jangan cerewet, ayo cepat antar aku kembali ke kamar.."
"Gak mau,.. kalau kamu ingin mempermainkan ku.."
ucap Cherry berani dengan bibir cemberut.
__ADS_1