KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KERIBUTAN DI TENGAH LAPANG.


__ADS_3

deretan kamar penjara berukuran 2 x 3 meter itu berderet-deret membentuk letter U.


Begitu Lu Sun di bawa masuk kedalam ruangan itu untuk menuju kamar penjara nya, Lu Sun langsung di sorakin oleh para penghuni penjara itu yang rata-rata berwajah sangar.


Bahkan ada beberapa mencoba mendekati Lu Sun untuk mengintimidasi dirinya.


Lu Sun tetap bersikap tenang tidak menghiraukan mereka sama sekali.


Dia terus berjalan melangkah mengikuti petugas sipir penjara menuju kamarnya yang terletak di lantai 3.


Lu Sun menempati suatu ruangan sendiri tidak di campur dengan penghuni penjara lainnya.


Pintu besinya pun tertutup rapat, hanya menyisakan sebuah lubang segi empat 20x20 cm.


Sebuah terletak di atas sebuah lagi terletak di bawah.


Setelah Lu Sun masuk kedalam kamar borgol ditangannya kini di lepaskan petugas penjara yang mengantarnya.


Petugas penjara kemudian menutup pintu penjara dan pergi meninggalkan Lu Sun seorang diri.


Lu Sun melihat sekilas kondisi kamarnya yang kecil terisi sebuah kasur wastafel cuci tangan meja kursi dan sebuah closet duduk yang terletak di pojok ruangan.


Lu Sun lalu membaringkan tubuhnya dengan santai di atas kasur.


Lu Sun bila ingin dia bisa saja keluar masuk penjara ini dengan bebas, tapi untuk sementara ini dia memilih menunggu hasil investigasi paman Mao.


Bila tidak ada hasil dia baru akan keluar dari sini pergi melakukan investigasi sendiri.


Perlahan-lahan mata Lu Sun pun terpejam, dia pun tertidur pulas tanpa memperdulikan keributan yang sedang terjadi di luar kamarnya.


Pagi itu saat Lu Sun terbangun, dia segera cuci muka gosok gigi di wastafel, lalu duduk santai di kasurnya bersandarkan tembok.


Tepat jam 7 pagi kamar penjara terbuka otomatis, melalui suara speaker TOA para penghuni kamar tahanan di minta untuk keluar dari kamarnya.


Menuju lapangan olahraga untuk berjemur mendapatkan sinar matahari pagi.


Kegiatan ini tujuan nya sangat baik, agar para penghuni tahanan lebih sehat tidak mudah sakit.


Tapi kenyataannya, acara pagi ini sering di salah gunakan oleh para penghuni penjara untuk membully penghuni penjara yang baru tiba.


Selain itu dalam acara ini kerap terjadi pertikaian antar kelompok yang menimbulkan perkelahian dan tidak jarang terjadi kerusuhan massal.


Sehingga para petugas harus sibuk memisahkan mereka, tak jarang petugas kadang terluka, akibat insiden ini.


Tapi acara ini tidak bisa di hilangkan, karena dengan alasan kemanusiaan dan kesehatan penghuni penjara.


Acara ini tidak bisa di hilangkan, padahal baik kepala sipir penjara maupun petugas bawahannya mereka sangat setuju bila acara kurang manfaat ini di hilangkan.

__ADS_1


Lu Sun terlihat berjalan mengikuti antrian menuju lapangan olahraga yang terbuka.


Tubuhnya yang tinggi besar membuat orang yang berantri baik didepan maupun di belakangnya.


Tidak berani mengganggunya, tapi saat tiba di lapangan terbuka di mana sehabis senam pagi dan acara bebas di berlakukan.


3 orang bertubuh besar sama seperti Lu Sun dipimpin oleh seorang bertubuh kecil tapi berotot.


Mereka berempat berjalan menghampiri Lu Sun dan si kecil yang menjadi pemimpin kelompok itu berkata,


"Hei orang baru apa kamu sudah tahu peraturan di sini ?"


Lu Sun yang sedang duduk santai berjemur mengangkat kepalanya menatap mereka dan berkata,


"Apa itu aku tidak tahu .."


Lu Sun bisa merasakan orang-orang ini tentu memiliki niat tidak baik.


"Kamu harus setor uang keamanan kepada kami.."


ucap orang itu sambil tersenyum mengejek.


Lu Sun menundukkan kepalanya kembali dan berkata,


"Aku tidak punya uang, menyingkir lah kalian dar sini."


Tapi mereka memilih mendiamkannya saja.


Mereka sempat mendapat informasi Lu Sun bukan tahanan biasa, dia memiliki kesaktian diluar nalar manusia.


Karena penasaran mereka pun menonton dari tempat tinggi dengan rasa ingin tahu.


"Kep*rat..tidak tahu diri..!"


"Kalian bertiga maju beri dia pelajaran..!"


ucap si kecil sambil bergerak mundur.


Ketiga orang bertubuh tinggi besar sama seperti Lu Sun langsung maju menendang dada punggung dan kepala Lu Sun secara serentak.


Tapi serangan mereka bertiga menemui tempat kosong.


Lu Sun kini sudah muncul di belakang mereka, meraih kerah baju mereka dan melempar mereka satu persatu, seperti melempar bola.


Mereka bertiga jatuh tumpang tindih di tengah lapangan, dalam keadaan kesulitan untuk bangun berdiri.


Si kecil yang melihat hal ini sedikit pucat, dia segera mencabut sepasang pisau yang tersimpan di balik bajunya.

__ADS_1


Lalu bergerak dengan gesit menyerang Lu Sun secara bertubi-tubi mulai dari leher dada perut paha dan belakang sambungan lutut dengan sangat cepat.


Bagi orang lain itu sudah sangat cepat, tapi bagi Lu Sun gerakannya termasuk masih sangat lambat.


Dengan gesit Lu Sun menggunakan langkah ajaib menghindar dan merampas senjata si kecil itu.


Lalu bergerak cepat memapas rambutnya yang panjang, dan sepasang alisnya.


Kemudian menendang si kecil hingga terbang menabrak ketiga anak buahnya yang baru saja mau berdiri.


mereka kembali jatuh tumpang tindih di tengah lapangan.


Melihat kejadian tersebut kepala sipir penjara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Berbeda dengan kepala sipir yang tersenyum, ke empat Genk yang menjadi penguasa di penjara tersebut menjadi marah.


Setelah saling menatap sejenak keempat kelompok yang biasanya tidak pernah akur, kini mereka dengan kompak menghampiri Lu Sun.


Lu Sun pun di kepung 4 kelompok itu ditengah-tengah orang itu berjumlah hampir 60 orang.


"Anak muda nyali mu cukup besar berani melukai perwakilan kami tadi."


ucap seorang pria yang rambutnya di sisir licin kebelakang menggunakan minyak rambut.


Pria tersebut berusia sekitar 50 an mengenakan kacamata putih, tubuhnya tidak terlalu besar.


Dia terkenal sebagai pimpinan kelompok timur yang biasanya di panggil belalang sembah.


Lu Sun hanya melihat nya sekilas dan berkata,


"Dia mengganggu ku tadi, aku sudah memperingatkan nya, tapi dia tidak mau dengarnya."


Pria berkacamata tertawa keras dan berkata,


"Kelihatannya kamu bila tidak di beri sedikit pelajaran tidak akan menyadari dengan siapa kamu bicara."


Pria berkacamata memberi kode , ke anak buahnya puluhan anak buahnya dengan berbagai macam gaya maju menyerang Lu Sun sambil berteriak-teriak.


Lu Sun hanya menanggapinya dengan tenang dengan ilmu langkah ajaibnya, puluhan orang itu sama sekali tidak bisa menyentuhnya.


Lu Sun membalas pukulan dan tendangan mereka secara asal-asalan saja karena orang orang ini jelas bukan lawannya.


Dalam sekejap mata puluhan orang itu kini terkapar merintih-rintih tidak bisa bangun kembali.


Si kacamata sangat terkejut melihat hal ini, tapi demi gengsi terhadap ketiga pimpinan Genk saingannya.


Dia pun melompat maju memasang kuda-kuda seperti seekor belalang sembah.

__ADS_1


__ADS_2