
Melihat burung itu tak bergerak lagi, Lu Sun sambil tersenyum merubah bentuknya menjadi Cin Bao.
Lu Sun berjalan kearah kamera CCTV lalu dia berpose di sana sambil meletakkan dua jari telunjuknya di kiri kanan pipinya memiringkan sedikit kepalanya.
Lalu dia tersenyum manis di sana, setelah itu dia memberikan tanda salam dua jari dengan jari telunjuk dan jari tengah terbuka.
Sambil tersenyum Lu Sun meninggalkan tempat tersebut menuju dapur, Lu Sun membuka kulkas mengeluarkan sebotol juice jeruk kesukaan Ming Dao.
Dia mengambil satu toples garam dan memasukkan semuanya kedalam botol juice kesukaan Ming Dao sambil tersenyum jahat Lu Sun yang masih dalam bentuk Cin Bao.
Tertawa jahat kearah kamera sambil memberikan tanda salam dua jari.
Setelah itu dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, sambil mengeluarkan HP mengirim pesan ke Ying Ying soal dana masuk ke yayasannya.
Lu Sun meminta Ying Ying agar memberikan dana itu ke David.
Lu Sun juga mengirim pesan ke David agar mengambil uang itu dari Ying Ying, dan di gunakan untuk merusak dan mengacaukan semua bisnis Groups Ching Ming.
David juga di minta menghubungi beberapa media agar menyebarkan berita Group Ching Ming terancam bangkrut karena kehabisan uang.
David juga di minta menghubungi semua kreditur Group Ching Ming agar menagih hutang ke Group yang terancam bangkrut itu.
Selesai melakukan chat panjang dengan David, Lu Sun merubah dirinya kembali menjadi seekor lalat kecil, mencari tempat bersembunyi dalam sebuah kelopak bunga.
Dia berbaring di sana untuk tidur, hampir 5 hari ini, dia tidak pernah sekalipun bisa tidur dengan tenang.
Waktunya di habiskan hanya untuk mengawasi semua kegiatan yang dilakukan Ming Dao setiap harinya.
Keesokan paginya, kediaman Ming Dao kembali terdengar suara teriakan keras Ming Dao.
Ming Dao terlihat berlutut lemas di lantai, sambil menangis memanggil-manggil burung kesayangannya.
Sebuah kantung hitam dan seekor burung kakak tua, yang sudah kaku tubuhnya dan basah kuyup tergeletak di hadapan Ming Dao.
"Siapa...!! Siapa...yang begitu begitu kejam dan tega membuat mu jadi seperti ini, sayang ku...Hu...hu...hu...hu...!"
"Bangunlah sayang...ayo bangun...jangan diam saja...jangan tinggalkan aku sayang...!"
teriak Ming Dao sambil menangis seperti anak kecil.
Seluruh rumah Kembali heboh, semua bawahan Ming Dao kembali berkumpul ketakutan di sana.
Kecuali satpam sial kemaren yang sudah di pecat, yang lainnya hadir semua disana
Ming Dao mengangkat kepalanya menatap para penjaga keamanan dan bertanya,
"Apa ada yang tahu siapa pelakunya ?"
__ADS_1
3 satpam di hadapan Ming Dao serentak menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Sial dasar goblok kalian semua, ini sudah yang kedua kalinya, tapi kalian masih saja selalu tidak tahu apa-apa..!"
"Cepat pergi periksa CCTV kenapa masih berdiri bodoh di sini..!!"
teriak Ming Dao marah.
Lalu dengan hati-hati dia membawa mayat burung kesayangannya, berjalan dengan sedih menuju ke taman belakang .
Ming Dao memerintahkan pelayannya menyiapkan sebuah lubang di samping makam ikan kesayangan nya.
Kemarin dia baru saja memakamkan ikan kesayangannya, hari ini dia harus kembali memakamkan burung kesayangannya.
Ming Dao berdiri dengan tangan terkepal erat, dia sedang di liputi kemarahan dan kesedihan yang menyesakkan dadanya.
Dengan airmata bercucuran Ming Dao berkata,
"Selamat jalan sahabat ku yang setia, aku bersumpah akan mencari dan membalaskan dendam kalian berdua."
"Kalian beristirahatlah dengan tenang di sana.."
ucap Ming Dao sambil menghapus airmatanya.
"Sial panas sekali di sini, jadi haus.."
"Ba..baik tuan tunggu sebentar, tak ambil dulu.."
jawab pelayan Ming Dao gugup.
Lalu dia berlari cepat menuju dapur, tak lama kemudian dia kembali dengan sebotol juice dan langsung memberikannya kepada Ming Dao.
Ming Dao membuka tutup botol, Kemudian dia langsung menegaknya.
Begitu minuman itu masuk kedalam mulutnya, dia langsung kontan menyuburkan nya keluar lagi, sambil terbatuk-batuk dan muntah.
Yang paling sial adalah pelayan yang bernama Silvi, yang baru saja mengambil Juice buat Ming Dao.
Wajah kepala sampai ke baju di bagian depan nya, basah semua terkena semburan Juice Ming Dao yang asin dan bau.
Silvi sampai berulang kali ingin muntah tapi dia menutupnya dengan tangan di mulut.
Silvi tidak berani pergi membersihkan diri, takut Ming Dao semakin mengamuk, tapi tidak membersihkan diri dia benar-benar ingin muntah dan tidak kuat mencium aroma tak sedap yang berasal dari rambut wajah dan dadanya.
Mungkin bau ini berasal dari mulut Ming Dao yang belum sempat gosok gigi sehabis bangun tidur.
Ming Dao memang punya kebiasaan, bila bangun tidur dia akan memberi makan dan mengobrol sejenak dengan kedua sahabatnya.
__ADS_1
Lalu pergi ke dapur minum Juice baru dia pergi membersihkan diri.
"Tuan ini rekaman CCTV nya, inilah pelakunya.."
ucap ketiga satpam sambil memberikan sebuah laptop yang berisi rekaman CCTV ke hadapan Ming Dao.
Ming Dao buru-buru menegakkan badannya dan melongokkan kepalanya melihat siapa pelakunya.
Begitu melihat wajah di layar tersebut, Ming Dao dengan kesal langsung membanting botol ditangannya, hingga isi juice nya yang asin memercik ke segala arah.
Ming Dao mengomel panjang pendek, dia terus mengumpat dan mengutuki Lu Cin Bao.
Si gendut sialan yang merebut tunangannya Catherine Liu dulu.
Ming Dao mencoba melihat ke bagian dapur, benar saja, disana dia kembali melihat Si gendut sialan, sedang menuang satu toples garam kedalam minuman juicenya.
"Bangsat...!! Bangsat..!! Bedebah b*bi sialan...!!"
"Awas kamu gendut jelek, aku pasti akan menghajar mu, bangsat..!!"
Ming Dao buru-buru kembali ke kamarnya bersiap-siap, lalu dia pun menyetir mobil Lamborghininya menuju laboratorium riset tehnologi rahasia miliknya.
Sampai di sana Ming Dao yang semalam sudah mendapat kabar hasil riset tehnologi kekuatan barunya sudah ditemukan.
Dia langsung menuju ruangan para peneliti dari berkata,
"Mana hasil riset kalian yang terbaru ?"
Salah satu peneliti bangkit dari duduknya, buru-buru pergi mengambilkan serum yang di minta Ming Dao.
Tanpa memeriksanya lagi peneliti itu langsung mengambilnya dari lemari pendingin dan memasukkan semua nya kedalam sebuah soft bag yang bisa menjaga shu temperatur dalam tas tersebut tetap dingin seperti lemari pendingin.
Peneliti tersebut lalu memberikan tas tersebut ke Ming Dao sambil berkata,
"Ini tuan Ching barangnya..."
Ming Dao mengangguk dan berkata,
"Terimakasih kalian telah bekerja keras, besok kalian bisa ambil bonus kalian ke kantor ku.."
"Makasih tuan.."
jawab beberapa peneliti yang ada di ruangan tersebut.
Ming Dao tanpa menjawabnya, dia langsung meninggalkan ruangan tersebut,
menuju ruangan pribadinya, di sana dia juga memasukkan satu set botol kaca ke dalam sebuah soft bag.
__ADS_1