KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
RAHASIA DIBALIK GUA


__ADS_3

lapis pertama berwarna hijau muda menunjukkan bahwa itu bagian yang dangkal.


lapis kedua berwarna hijau tua itu menunjukkan bagian yang sedikit lebih dalam.


lapis ke tiga berwarna biru tua itu menunjukkan bagian yang sangat dalam dari hamparan lautan yang mengelilingi pulau tersebut.


Tapi Lu Sun tidak ada mood dan waktu untuk mengamati pemandangan alam yang menakjubkan di hadapannya.


Dia lebih memilih terbang mengamati seluruh pulau dari tempat ketinggian.


Tapi setelah beberapa kali mengelilingi pulau tersebut Lu Sun tetap tidak menemukan lokasi yang di carinya.


Akhirnya Lu Sun memutuskan melakukan pemeriksaan ulang secara teliti melalui jalan darat.


Sebelum memasuki bagian tengah pulau, Lu Sun mengeluarkan sebuah gulungan bergambar pemandangan membaca dan memperhatikan petunjuk dari gambar tersebut.


Berdasarkan beberapa bait puisi yang tertera dalam lukisan tersebut, bila diartikan dan dilakukan perhitungan ulang


Hasil nya tetap menunjukkan bahwa koordinatnya adalah pulau kosong ini.


Lu Sun Setelah menghitung dan memastikan ulang, akhirnya dia mulai berjalan memasuki bagian tengah pulau yang tertutup oleh sebuah hutan lebat.


Untuk memudahkan perjalanan nya memasuki hutan Lu Sun mengeluarkan Feng Thian Hua Ci milik ayahnya.


Mengayunkan ke kiri dan ke kanan untuk membuka jalan sambil melanjutkan penelusuran nya.


Setelah menempuh perjalanan yang menghabiskan waktu hampir 3 jam Lu Sun akhirnya tiba di bagian tengah-tengah pulau.


Di mana di sana ada sebuah kolam berair sangat bening dan jernih sehingga bagian dasar kolam yang terdiri dari bebatuan kecil berwarna putih pun terlihat sangat jelas dari atas.


Berbagai macam ikan berenang hilir mudik dengan bebas, ikan-ikan itu terlihat sangat jinak dan tidak takut dengan kehadiran Lu Sun ditempat tersebut.


Mereka bahkan berenang berkumpul didepan Lu Sun hilir mudik, seakan-akan sedang memamerkan keindahan warna ditubuh mereka.


Lu Sun melayang di atas air melakukan pengamatan secara mendetil, tapi tetap tidak terlihat adanya tanda-tanda pintu rahasia atau pun lubang kunci yang sedang di carinya.


Setelah yakin tempat itu tidak ada apa-apa selain sebuah air terjun yang airnya berasal dari sebuah lubang yang terletak di sebuah tebing yang tinggi.


Lu Sun sempat terbang keatas tebing menyusuri seluruh bagian tebing tapi tetap tidak menemukan adanya tempat yang mencurigakan.


Lu Sun akhirnya meninggalkan tempat tersebut, melanjutkan pencarian menuju bagian lain.

__ADS_1


Lu Sun memutari bagian samping tebing yang tinggi melanjutkan pencariannya tapi hingga akhirnya tembus dan muncul dari sisi lain pulau tetap saja tidak berhasil menemukan petunjuk apa pun.


Lu Sun kembali lagi dan mengambil jalan mengelilingi tebing dari sisi lain, tapi hasilnya masih tetap saja.


Lu Sun juga mencoba terbang menelusuri dan melewati tebing yang tinggi dan melakukan pemeriksaa terhadap bagian atas tebing .


Tapi disini dia juga tetap tidak menemukan apa-apa.


Lu Sun sudah menghabiskan waktu 5 hari memeriksa seluruh pulau beserta isinya tapi tetap saja tidak berhasil menemukan apa yang sedang di cari nya.


Dengan sangat putus asa, Lu Sun yang sudah pasrah terjun kedalam kolam berair jernih, dia berenang bersama ikan-ikan yang berseliweran didekat nya.


Iseng-iseng Lu Sun berenang menuju sebuah batu, yang berdiri kokoh menantang air terjun yang dengan sangat deras menimpanya.


Lu Sun meloncat dari dalam air kolam kemudian duduk diatas batu tersebut.


Begitu Lu Sun duduk diatas batu tersebut, ujung batu yang botak licin, kini tiba-tiba melesak ke bawah, berubah menjadi sebuah batu datar.


Air terjun yang turun dari atas perlahan-lahan mengecil hingga akhirnya hanya tersisa rembesan kecil didinding tebing,


"Kraakk.!.krakkk.!.krakkk...! Kreekkk..! Krekkk..!"


Tebing perlahan-lahan terbelah muncul sebuah celah seperti retakan dari atas kebawah.


Retakan tersebut semakin lama semakin besar, hingga akhirnya muncul sebuah celah seukuran tubuh manusia dewasa.


Lu Sun memperhatikan celah tersebut dari atas kebawah, matanya yang tajam berhasil menemukan.


Ada sebuah lempengan persegi di dalam celah tersebut tai terdapat di bagian dasar kolam yang tertutup air kolam.


Melihat apa yang di carinya selama beberapa waktu ini, akhirnya ditemukan Lu Sun sangat gembira.


Dia segera terjun kedalam air kolam, berenang menuju celah dimana lempengan yang memiliki 9 lubang kunci berada.


Tapi begitu Lu Sun meninggalkan batu yang dia duduki tadi, dinding tebing langsung bergerak menutup.


Untungnya aku belum masuk kedalam celah pikir Lu Sun di dalam hati, bila tidak bisa-bisa aku terjepit di celah tersebut, seperti yang dialami guru Sun.


Lu Sun kembali muncul di permukaan kolam, Lu Sun mengedarkan pandangannya mencari-cari batu yang bisa di gunakan untuk menahan pergerakan dinding tebing.


Akhirnya Lu Sun menemukan sebuah batu alam yang terletak di pinggir kolam.

__ADS_1


Lu Sun mendekati batu tersebut, dengan mudah lut Sun mengangkat batu sebesar perut kerbau itu.


Lalu memindahkannya keatas batu berbentuk botak licin dibawah air terjun.


Lu Sun menggunakan batu tersebut untuk menggantikan posisi dirinya yang tadinya duduk di sana.


Begitu batu di letakkan dinding tebing pun kembali terbuka.


Lu Sun buru-buru kembali melompat kedalam kolam berenang menuju dasar kolam.


Lu Sun masuk kedalam celah tebing didasar kolam, kemudian memasukkan kuncinya satu persatu kedalam lubang. kunci.


Lu Sun coba memutar kuncinya, tapi kunci yang dia masukkan tidak bisa digerakkan.


Lu Sun mencoba yang lainnya ternyata sama semua tidak dapat digerakkan.


Lu Sun berpikir sebentar, ada apa ini ?


apakah bukan lubang ini yang di maksudkan, atau ada hal lain.


Beberapa saat kemudian Lu Sun bergerak mundur sedikit, kemudian dengan pengendalian Chi dia mengendalikan ke 9 kunci itu dari jauh.


Melakukan gerakan memutar secara serentak, dan kali ini berhasil, kunci bergerak memutar sesuai kontrol tangan Lu Sun dari jarak jauh.


"Ceklekk...! Ceklekk..! Ceklekk..!"


terdengar bunyi disaat kunci diputar.


Saat putaran kunci mentok tidak bisa di gerakkan lagi, bagian paling atas tebing muncul sebuah gua selebar 2x 2 meter.


Melihat hal itu, Lu Sun tidak lagi membuang-buang waktu, langsung melesat keluar dari dalam air kemudian masuk kedalam gua diatas tebing.


Di dalam gua Lu Sun tidak melihat ada apapun di dalam, hanya sebuah lubang pintu yang mengeluarkan cahaya pelangi.


Pintu tersebut diselimuti oleh cahaya berwarna-warni yang bergerak-gerak seperti gelombang air.


Lu Sun berpikir yang didepannya ini jangan-jangan pintu portal menuju dimensi lain.


Lu Sun mencoba mengulurkan tangannya masuk kedalam cahaya tersebut, dia tidak merasakan ada sedotan atau tarikan dari dalam.


Seperti portal dimensi teleportasi yang pernah dia rasakan dulu.

__ADS_1


__ADS_2