KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENELPON GIOK LAN


__ADS_3

Sampai di ruang kerja presiden Xi, dia menyalakan monitor proyektor, kemudian memasang Flashdisk Lu Sun di komputernya.


Maka keluarlah data file milik milik Michael Chu dan Chu Di di layar proyektor.


Presiden Xi saling tatap dengan Paman Mao, sesaat kemudian presiden Xi mulai membuka data file Michael Chu.


Terlihat di sana berisi semua bisnis baik yang legal maupun ilegal.


Juga ada laporan transaksi pemasukan nya dari berbagai bidah usaha setiap harinya.


Saat file usaha illegalnya di buka, terlihat di sana nama Chu Di sebagai perwakilannya langsung dalam menangani berbagai bidang usaha iilegal tersebut.


Raut wajah presiden Xi dan Paman Mao semakin berubah saat melihat file milik Chu Di.


Apalagi di sana juga merinci hubungan nya dengan Genk golok hitam, yang sudah lama di incar oleh pemerintah.


Hanya saja selama ini mereka belum mendapatkan data informasi lengkap mengenai pelanggaran berat Genk tersebut.


Kini semua data begitu lengkap di hadapan mereka, mereka berdua menatap ke arah Lu Sun dengan heran.


Lu Sun tersenyum dia tahu apa yang sedang mereka pikirkan saat ini.


Lu Sun pun berkata,


"Soal bagaimana cara aku mendapatkan semua data ini, itu tidak penting."


"Yang penting saat ini adalah bagaimana presiden Xi akan menindak lanjuti semua data ini."


"Presiden Xi terima kasih atas jamuannya yang sangat luar biasa ini, aku tidak akan menggangu lebih lama lagi di sini."


"Setelah ini pasti sangat banyak yang harus di urus, aku mohon pamit sekarang."


Presiden Xi maju menyalami Lu Sun dan berkata,


"Terimakasih banyak tuan Lu anda sudah berjasa besar meringankan tugas dan beban tanggung jawab kami sebagai aparatur negara."


"Kalau anda menginginkan sesuatu katakan saja, aku pasti akan berusaha memenuhi permintaan anda.?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Apakah anda serius presiden Xi ?"


Presiden Xi mengangguk dengan tegas sambil tersenyum.


"Begini saja bila presiden Xi sudah membuka suara aku tidak akan sungkan lagi."


"Bolehkah saya membungkus dan membawa pulang masakan Ibu presiden yang sangat lezat itu ?"


Mendengar permintaan Lu Sun, presiden Xi dan Paman Mao tertawa terbahak-bahak dan berkata,

__ADS_1


"Tuan Lu anda memang pintar bercanda, itu tentu tidak bisa di hitung sebagai permintaan."


"Aku mana enak hati bila cuma memberikan hal itu pada mu, dari pedang pusaka Dinasti Han saja nilainya sudah sulit di hitung."


"Apalagi ditambah dengan data di dalam flashdisk ini."


"Begini saja permintaan pertama tadi pasti akan ku penuhi segera."


"Sekang ajukan lah permintaan kedua yang lebih layak dan seimbang."


Lu Sun menghela nafas dan berkata,


"Baiklah harap nomor rekening yayasan ini di lindungi oleh negara, dari manapun dana yang masuk ke yayasan ini."


"Tidak ada bank manapun yang boleh melakukan penarikan dana dari rekening itu kembali."


Presiden Xi melihat nomor rekening itu, yang atas nama Yayasan yatim piatu yang mengurus anak-anak terlantar.


Dia pun mengangguk dan berkata,


"Tuan Lu anda benar-benar seorang berhati mulia, begini rekening yayasan amal ini bukan hanya akan di lindungi negara."


"Bahkan negara akan mengirimkan sejumlah dana yang pantas sebagai ganti rugi atas pedang dan flashdisk yang anda serahkan ke negara."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Presiden Xi jangan salah paham aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan yayasan tersebut."


Presiden Xi mengangguk sambil tersenyum dia segera menelpon Istri nya menyiapkan masakan untuk Lu Sun bawa pulang.


Lalu dia menelpon menteri keuangan nya, untuk memenuhi permintaan kedua Lu Sun.


Saat presiden Xi selesai menelpon, Lu Sun sudah pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Presiden Xi segera melakukan rapat tertutup dengan paman Mao dalam penanganan Michael Chu dan Chu Di.


Lu Sun kembali kekediaman nya diantar oleh sekretaris Fang, sepanjang jalan sekretaris Fang berulang-ulang mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf.


Lu Sun hanya menanggapinya dengan tersenyum, begitulah politik saat kamu ada diatas orang-orang akan tunduk dan memuji-muji mu.


Tapi saat kamu tidak berdaya, jangankan memuji, tidak menghina mengejek dan menginjak-injak harga diri mu saja, kamu sudah harus bersyukur.


Sampai di apartemennya Lu Sun langsung di sambut oleh ibunya Viona yang berkata,


"Menantu ku yang baik sudah pulang, gimana pekerjaan mu hari ini lancarkan..?"


"Vi..Viona..kamu di mana..!? ini suami mu sudah pulang...! Ervan...! Ervan...! keluarlah cepat ayo sambut papa mu yang baru saja pulang..!"


"Viona buru-buru keluar dari kamarnya sambil menggandeng tangan anaknya Ervan.

__ADS_1


Tapi saat dia melihat siapa yang sedang ditarik-tarik oleh ibunya.


Wajah Viona langsung menjadi merah dengan kepala tertunduk dia segera berkata,


"Maaf kakak Sun ibu ku dia.."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Tidak apa-apa, ini aku bawa makanan untuk kalian, kalian sudah makan malam belum ?"


Viona menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Kalau begitu kebetulan sekali, ayo bantu aku menyiapkan makan malam ini, ayo Ervan pintar bantu kakak siapkan makan malam yuk.


Ervan melihat kearah ibunya, setelah melihat Viona mengangguk dia langsung berlari kearah Lu Sun.


Lu Sun menaruh semua bungkusan besar yang didapatkan dari rumah ibu presiden.


Ervan memantu ibunya menyiapkan piring dan gelas diatas meja, begitu kantung berisi bungkusan makanan di buka bau masakan yang sangat wangi langsung memenuhi ruang makan.


Ibu Viona sampai ikut datang dan berkata,


"Wah mantu ku kamu membawa masakan apa wangi benar ?"


Lu Sun tidak terlalu menanggapi kata-kata ibu Viona yang memang kurang normal ini.


Dia segera maju membawanya untuk duduk di kursi di hadapan meja makan.


Viona menyiapkan makanan dengan wajah merah menahan malu.


Lu Sun diam-diam harus akui Viona sangat cantik pantas saja David Vicky dan Samuel tiga pria itu memperebutkan nya.


Sambil menemani mereka makan, Lu Sun menghubungi Giok Lan isterinya.


Begitu tersambung terlihat Giok Lan yang sedang tersenyum kepada nya sambil berkata,


"Sayang kapan pulang ? gimana keadaan di sana lancar ?"


"Lu Sun tersenyum dan berkata paling lama dua atau tiga hari lagi aku akan pulang."


"Sampai saat ini semua berjalan lancar."


"Kalian baik-baik saja kan ?"


tanya Lu Sun sambil melihat layar HP nya.


"Kami semua baik-baik saja jangan khawatir, hanya Lu San sedikit rewel setiap hari merengek ingin bertemu dengan mu."


Lu Sun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Katakan padanya agar sabar, dua hari lagi setelah pulang aku akan mengajaknya jalan-jalan ke kebun binatang."


"Mantu ku kamu berbicara dengan siapa ? ayo matikan HP nya makan dulu."


__ADS_2