
Mereka mengedikkan kepala mereka, sambil mendorong kacamata mereka keatas, mengejek Barbie Su dan temannya.
Mereka selama ini selalu di tindas, bahkan setiap hari di mintai uang oleh Barbie Su CS.
Mereka tidak berani menolak apalagi melawan, karena orang-orang pada takut dengan Stephen Chow CS.
Tapi kini melihat guru olahraga baru mereka, berhasil mempecundangi kelompok Stephen Chow dengan sangat mudah.
Keberanian mereka mulai bangkit, karena mulai saat ini, mereka ada sandaran tempat mengadu dan berlindung.
Mereka sangat berharap guru Lu yang tampan dan ganteng itu bisa memberikan pelajaran kepada kelompok Stephen chow CS.
Di tengah lapang sendiri, kini giliran kelompok Stephen chow melakukan serangan, mereka saling mengoper bola dengan sangat cepat.
Sebentar saja mereka sudah tiba di depan ring basket, Alam Tam melakukan slamdunk ke ring pertahanan Lu Sun.
Lu Sun tidak mencegahnya, dia hanya menonton aksi mereka sambil tersenyum.
Kini giliran Lu Sun menyerang, Stephen Chow maju menghalang halangi Lu Sun.
Hanya ke 4 temannya yang mundur ke posisi bertahan.
Stephen chow berusaha merebut bola dari tangan Lu Sun, dan terus mengikuti dan menghalangi langkah Lu Sun.
Lu Sun membuat gerakan seakan mau melakukan tembakan dari 3/4 lapangan.
Stephen chow melompat menghadang nya, saat tubuh Stephen Chow melayang turun, Lu Sun baru melompat melakukan tembakan.
Bola yang di lepaskan dari tangan Lu Sun melayang tinggi.
Melewati atas kepala Stephen Chow yang menoleh kebelakang melihat bola itu terus terbang melewati keempat temannya.
Kemudian dengan tepat mendarat di dalam ring basket pertahanan mereka.
Stephen chow sampai mengucek-ngucek matanya, saking tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tapi semua itu nyata, mau tidak mau dia harus percaya.
Suara sorakan gegap gempita dari para penonton, menyadarkannya dari lamunannya.
Pak Ma sendiri sampai melepaskan kacamata nya, untuk melihat lebih teliti yang terjadi di lapangan.
Yang di lakukan guru barunya, benar-benar sangat sulit di terima oleh akal sehat.
__ADS_1
Di dekat papan skor Ketiga gadis culun sambil tertawa lebar, kembali menambah 3 angka lagi ke point Lu Sun sehingga menjadi 6 banding dua.
Bola kembali berpindah ke tangan kelompok Stephen chow, yang melakukan serangan balik kearah daerah pertahanan Lu Sun.
Sun.
Mereka kembali saling mengoper sambil mendekati area pertahanan Lu Sun.
Tapi tiba-tiba bola yang sedang di oper oleh Erik Mo ke Stephen Chow direbut begitu saja oleh Lu Sun.
Mereka hanya melihat ada bayangan lewat di hadapan mereka, tahu tahu bola kembali sudah ada di tangan Lu Sun.
Lu Sun sedang tersenyum kearah mereka, saat mereka ingin maju menghalangi Lu Sun melakukan tembakan.
Bola basket kembali sudah terlepas dari tangan Lu Sun, terbang kearah jaring basket, bola mendarat dengan mulus kedalam Ring basket.
Bukannya point kelompok Stephen chow yang bertambah, yang ada malah point Lu Sun yang kembali bertambah.
Suara sorakan penonton semakin meriah, kelima orang itu berdiri terpaku di tempat.
Mental mereka semakin down, setelah Lu Sun kembali memasukkan bola ke ring basket wilayah pertahanan mereka, dengan sangat mudah.
Kini skor Lu Sun menjadi 9 banding 2, Barbie Su CS terlihat cemberut.
Mereka sampai saling berpelukan merayakan kemenangan guru idola mereka.
Begitu pula dengan para murid yang menjadi penonton, mereka semua sangat gembira, dan memberikan dukungan kepada Lu Sun.
Mereka juga tidak senang dengan Stephen Chow CS yang suka menindas mereka.
Stephen Chow berusaha memberikan semangat ke teman-temannya, agar tetap semangat mengejar ketertinggalan mereka.
Mereka kini lebih berhati-hati dalam melakukan operan bola, mereka memilih mengoper ke temannya yang berdiri jauh dari Lu Sun.
Dengan pura-pura mengoper ke kanan tapi mengoper ke kiri, melakukan berbagai gerak tipu untuk mengelabui Lu Sun.
Sekali dua kali mereka berhasil memperdayai Lu Sun, tapi untuk terus menerus Lu Sun juga bukan orang bodoh.
Lu Sun mengikuti arah gerak bola, bukan tangan, toh kecepatan gerakan nya jauh lebih cepat dari bola.
Sehingga beberapa kali usaha mereka menjadi sia-sia, Lu Sun tetap berhasil merebut bola dari tangan mereka.
Dan langsung melakukan tembakan jarak jauh yang tidak pernah meleset.
__ADS_1
Skor pun terus bertambah dari skor 9 kini sudah 27, sedangkan skor pihak Stephen Chow tetap saja 2.
Thomas meniup peluit, tanda babak pertama telah berakhir, di lanjutkan ke babak kedua setelah beristirahat 10 menit.
Di waktu istirahat Stephen Chow merubah strategi bermainnya, sambil berunding dan berbisik-bisik dengan temannya.
Begitu babak kedua di lanjutkan, Stephen Chow bergerak lebih dulu, berkali-kali dia melakukan gerakan pura-pura ingin mengoper bola.
Tapi pada kenyataannya adalah dia akan bergerak sendiri untuk memasukkan bola ke Ring basket wilayah pertahanan Lu Sun.
Begitu pula dengan Alan Tam, Eric Mo Lolanto dan Richard Wu.
Mereka juga melakukan hal seperti yang di lakukan oleh Stephen Chow.
Masing-masing bergerak sendiri-sendiri melakukan pencetakan skor secara individu.
Sesekali saat Lu Sun menghadang di depan mereka saat mereka sedang melayang di udara untuk memasukkan bola.
Mereka baru mengoper bola keteman mereka yang ada di sisi lain dan langsung mencetak skor.
Diam-diam Lu Sun harus akui kecerdikan kelompok ini, selain cerdik mereka juga memiliki semangat juang mental juara.
Hanya saja mengenai kenapa mereka tidak pernah berhasil menang lomba antar sekolah, Lu Sun kurang jelas.
Padahal menurut pengamatan Lu Sun mereka permainannya sudah cukup bagus.
Dengan cara ini kelompok Stephen chow perlahan tapi pasti, bisa mengejar ketertinggalan skor mereka.
Barbie Su CS kini sangat gembira, mereka selalu bersorak dan melompat kegirangan, setiap kali Stephen Chow CS mendulang point.
Cara ini cukup efektif terbukti, mereka mulai bisa mengejar ketertinggalan, dari skor 27 banding 2 Kini telah menjadi 27 banding 26.
Hingga peluit babak kedua di tiup oleh Thomas, kelompok Stephen chow berhasil mengungguli Lu Sun dengan skor 47 di banding 50.
Di babak kedua ini para murid di bangku penonton dan ke 3 gadis culun, terlihat agak sedikit kecewa.
Akhirnya babak ke 3 di mulai, kelompok Stephen Chow masih bertahan dengan gaya permainan seperti sebelumnya.
Dan masih terus berhasil mendulang skor, beberapa kali Lu Sun mencoba merebut bola dari tangan mereka.
Tapi Lu Sun malah terkena hukuman tebakan bebas, karena Lu Sun melakukan pelanggaran-pelanggaran.
Di babak ketiga Lu Sun kembali harus mengakui keunggulan kelompok Stephen Chow dengan skor 69 di banding 70.
__ADS_1