KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS TAN SIM HOUW 5


__ADS_3

Melihat lawannya mulai melakukan serangan jarak jauh, Lu Sun mulai mengerahkan kekuatan Im Yang Sen Kung, 9 matahari dan bulannya.


Membentuk perisai pelindung yang mengeluarkan cahaya merah dan biru


Seluruh tubuh Lu Sun di kelilingi oleh 30 bulan dan matahari.


Lu Sun langsung mengerahkan tenaga puncaknya, dia tidak berani meremehkan lawan yang sangat kuat ini.


Bahkan Lu Sun yakin musuh ini, ada kemungkinan lebih kuat dari Ming Dao.


Benar seperti dugaan Lu Sun, begitu cahaya golok biru tiba dan menekan perisai pelindung yang di buatnya.


Perisai pelindung Lu Sun langsung retak tidak kuat menahan serangan tersebut.


Tan Sim Houw yang melihat perisai Lu Sun mengalami keretakan, dia menambah kekuatan tekanannya.


Retakan semakin melebar kemana-mana begitu Tan Sim Houw menambah daya tekanannya.


Lu Sun menambah kekuatannya untuk memperbaiki perisainya, tapi retakan semakin lama semakin lebar.


Akhirnya perisai energi yang tercipta pecah berantakan.


Cahaya golok biru raksasa menghujam deras kearah Lu Sun.


Di saat genting, Lu Sun menyambut serangan tersebut dengan kedua tangannya, lalu mengalihkan energi tersebut kearah lain.


Ini adalah bagian dari jurus Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa,.


Cahaya golok biru teralihkan ke arah sebelah Lu Sun dan meledak dahsyat saat mengenai tanah di sana.


Memanfaatkan daya ledakan, Lu Sun meluncur keudara lalu mengerahkan jurus jari penembus bumi.


Seberkas sinar putih melesat kearah Tan Sim Houw.


Tan Sim Houw menarik goloknya kembali, memalangkan goloknya di depan dada menahan energi cahaya putih yang di lepaskan oleh Lu Sun.


Saat energi cahaya putih membentur golok, muncul dua bayangan iblis hitam dan putih membantu menahan serangan cahaya putih tersebut.


Kedua iblis hitam dan putih tersebut mengulurkan tangan mereka yang mengeluarkan energi hitam dan putih kedepan untuk membantu menahan serangan cahaya putih berkilauan dari Lu Sun.


Meski berhasil menahan serangan pertama Lu Sun, Tan Sim Houw terseret mundur kebelakang belasan meter.


Setelah mengatur posisi dia terbang ke udara kemudian kembali menebaskan 2 Cahaya biru golok raksasa kearah Lu Sun yang juga sedang melayang di udara.


Lu Sun tidak berani menyambutnya dengan perisai energi lagi, dari pengalaman pertama kekuatan golok maut ini terlalu berbahaya dan sangat kuat.


Perisai energi Lu Sun tidak sanggup menahannya.


Lu Sun kembali mengerahkan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa memindahkan kedua serangan energi cahaya golok biru raksasa ketempat lain.


Lalu kembali membalas dengan serangan jari penembus langit yang memiliki kekuatan jauh lebih dahsyat dari jurus yang dia lepaskan tadi.


Tan Sim Houw tersenyum gembira melihat serangan balasan Lu Sun.


Dengan penasaran dia mengeluarkan 80% kekuatannya untuk menyambut serangan Lu Sun dengan tebasan Golok nya.


Begitu cahaya golok biru dilepaskan, cahaya biru yang menyilaukan itu berhasil membelah energi cahaya putih Lu Sun menjadi dua bagian dan terus meluncur kearah Lu Sun.


Lu Sun tidak punya pilihan lain selain menyambut serangan tersebut dengan kedua tangannya, berharap dapat kembali di alihkan ke tempat lain.


Tapi tekanan kali ini sangat dahsyat tidak mudah dialihkan, begitu berbenturan tekanan yang sangat dahsyat menekan dengan hebat.


Meski akhirnya berhasil di pindahkan, tapi Lu Sun sendiri memumtahkan darah segar dari mulutnya.


Lalu tubuhnya melayang turun kebawah hinggap di atas tanah dengan tubuh sedikit bergoyang.


Mencoba menstabilkan sirkulasi energi di dalam tubuhnya yang kacau, akibat benturan barusan ini.


Sedangkan Tan Sim Houw sendiri meski berhasil membelah cahaya putih berkilauan yang di lepaskan oleh Lu Sun.


Kedua cahaya putih yang terbelah itu membalik menyerang dari arah belakang Tan Sim Houw.


Karena tidak menduga adanya serangan membalik Tan Sim Houw terlambat mengantisipasi.


Dia tidak sempat menghindar, terpaksa mengerahkan sisa tenaganya, menyambut serangan membalik itu.


Dua bayangan iblis hitam putih kembali muncul membantu tuan mereka menahan serangan tersebut.


Tan Sim Houw terselamatkan berkat bantuan kedua roh pedang tersebut.


Tubuhnya hanya terpental bergulingan, dengan luka lecet-lecet kulit saja.


Tidak sampai langsung menyusul Tan Kee Lok.


Lu Sun sendiri memanfaatkan momen itu, untuk duduk bersila memulihkan tenaganya.


Agar bila ada kesempatan dia bisa melepaskan jurus ketiganya.


Tan Sim Houw bernafas lega terbebas dari maut, dia bersyukur tadi tidak melepaskan seluruh kekuatannya.


Bila dia lakukan mungkin saat ini, dia sudah terkapar tidak bernyawa bersama Lu Sun.


"Terimakasih saudara ku.."


gumam Tan Sim Houw kepada dua roh Goloknya.


"Sama-sama tuan.."

__ADS_1


jawab kedua golok itu serentak.


Lalu mereka kembali masuk kedalam Golok Maut.


Tan Sim Houw bangun duduk, melihat Lu Sun sedang memulihkan kekuatan, Tan Sim Houw tidak ingin memanfaatkan situasi itu memetik kemenangan.


Dia pun memejamkan matanya, mengikuti Lu Sun melakukan meditasi pemulihan kekuatan.


Tan Sim Houw tidak ingin menang dengan cara curang, dia sangat menikmati pertarungan yang adil dengan Lu Sun.


Lu Sun yang banyak memiliki variasi ilmu silat, membuat nya cukup kagum, dan ingin menikmati pertarungan ini dengan puas.


Bila saat ini dia langsung menyerang dan membunuh Lu Sun dia akan kehilangan kesempatan menyaksikan ilmu puncak simpanan Lu Sun yang belum di keluarkan.


Dia sendiri pun masih menyimpan 3 jurus pamungkas yang jarang sekali dia gunakan.


Sementara mereka berdua sama-sama duduk memulihkan kondisi tubuh mereka.


Giok Lan dan Xue Yen yang sudah berada di bandara, sedang menonton dengan cemas rekaman pertarungan yang di kirimkan oleh Viktor ke Giok Lan.


Atas perintah Giok Lan, Viktor melakukan penyadapan ke satelit untuk melihat sekaligus merekam pertarungan mendebarkan antara Lu Sun dan Tan Sim Houw.


Meski terkadang tidak begitu jelas karena tertutup debu batu dan pasir yang berhamburan, ditambah dengan kecepatan gerak yang sulit ditangkap oleh kamera.


Sehingga hasil rekaman terkadang ada beberapa bagian yang kurang jelas.


Tapi secara keseluruhan hasilnya termasuk cukup bagus.


Melihat suami mereka terluka dan muntah darah, Giok Lan dan Xue Yen menjadi sangat tegang dan cemas.


Mereka hanya bisa menutup mulut mereka dengan tangan, berusaha menahan suara teriakan mereka.


Setelah melihat Tan Sim Houw tidak meneruskan serangan, melainkan memilih melakukan pemulihan kekuatan.


Giok Lan dan Xue Yen baru bisa bernafas lega.


"Kelihatannya babak pertama sepertinya selesai sampai di sini.."


ucap Giok Lan sambil menatap layar laptopnya.


"Benar,.. sepertinya mereka berdua akan bermeditasi beberapa waktu, sebelum melanjutkan ke babak ke dua.."


ucap Xue Yen menanggapi ucapan Giok Lan.


Giok Lan meletakkan laptopnya, mengulet pinggang dan berkata,


"Sambil menunggu kita makan dulu, aku ada membawa makanan cadangan instan."


"Jadilah untuk mengganjal perut.."


Melihat lawannya mulai melakukan serangan jarak jauh, Lu Sun mulai mengerahkan kekuatan Im Yang Sen Kung, 9 matahari dan bulannya.


Membentuk perisai pelindung yang mengeluarkan cahaya merah dan biru


Seluruh tubuh Lu Sun di kelilingi oleh 30 bulan dan matahari.


Lu Sun langsung mengerahkan tenaga puncaknya, dia tidak berani meremehkan lawan yang sangat kuat ini.


Bahkan Lu Sun yakin musuh ini, ada kemungkinan lebih kuat dari Ming Dao.


Benar seperti dugaan Lu Sun, begitu cahaya golok biru tiba dan menekan perisai pelindung yang di buatnya.


Perisai pelindung Lu Sun langsung retak tidak kuat menahan serangan tersebut.


Tan Sim Houw yang melihat perisai Lu Sun mengalami keretakan, dia menambah kekuatan tekanannya.


Retakan semakin melebar kemana-mana begitu Tan Sim Houw menambah daya tekanannya.


Lu Sun menambah kekuatannya untuk memperbaiki perisainya, tapi retakan semakin lama semakin lebar.


Akhirnya perisai energi yang tercipta pecah berantakan.


Cahaya golok biru raksasa menghujam deras kearah Lu Sun.


Di saat genting, Lu Sun menyambut serangan tersebut dengan kedua tangannya, lalu mengalihkan energi tersebut kearah lain.


Ini adalah bagian dari jurus Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa,.


Cahaya golok biru teralihkan ke arah sebelah Lu Sun dan meledak dahsyat saat mengenai tanah di sana.


Memanfaatkan daya ledakan, Lu Sun meluncur keudara lalu mengerahkan jurus jari penembus bumi.


Seberkas sinar putih melesat kearah Tan Sim Houw.


Tan Sim Houw menarik goloknya kembali, memalangkan goloknya di depan dada menahan energi cahaya putih yang di lepaskan oleh Lu Sun.


Saat energi cahaya putih membentur golok, muncul dua bayangan iblis hitam dan putih membantu menahan serangan cahaya putih tersebut.


Kedua iblis hitam dan putih tersebut mengulurkan tangan mereka yang mengeluarkan energi hitam dan putih kedepan untuk membantu menahan serangan cahaya putih berkilauan dari Lu Sun.


Meski berhasil menahan serangan pertama Lu Sun, Tan Sim Houw terseret mundur kebelakang belasan meter.


Setelah mengatur posisi dia terbang ke udara kemudian kembali menebaskan 2 Cahaya biru golok raksasa kearah Lu Sun yang juga sedang melayang di udara.


Lu Sun tidak berani menyambutnya dengan perisai energi lagi, dari pengalaman pertama kekuatan golok maut ini terlalu berbahaya dan sangat kuat.


Perisai energi Lu Sun tidak sanggup menahannya.

__ADS_1


Lu Sun kembali mengerahkan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa memindahkan kedua serangan energi cahaya golok biru raksasa ketempat lain.


Lalu kembali membalas dengan serangan jari penembus langit yang memiliki kekuatan jauh lebih dahsyat dari jurus yang dia lepaskan tadi.


Tan Sim Houw tersenyum gembira melihat serangan balasan Lu Sun.


Dengan penasaran dia mengeluarkan 80% kekuatannya untuk menyambut serangan Lu Sun dengan tebasan Golok nya.


Begitu cahaya golok biru dilepaskan, cahaya biru yang menyilaukan itu berhasil membelah energi cahaya putih Lu Sun menjadi dua bagian dan terus meluncur kearah Lu Sun.


Lu Sun tidak punya pilihan lain selain menyambut serangan tersebut dengan kedua tangannya, berharap dapat kembali di alihkan ke tempat lain.


Tapi tekanan kali ini sangat dahsyat tidak mudah dialihkan, begitu berbenturan tekanan yang sangat dahsyat menekan dengan hebat.


Meski akhirnya berhasil di pindahkan, tapi Lu Sun sendiri memumtahkan darah segar dari mulutnya.


Lalu tubuhnya melayang turun kebawah hinggap di atas tanah dengan tubuh sedikit bergoyang.


Mencoba menstabilkan sirkulasi energi di dalam tubuhnya yang kacau, akibat benturan barusan ini.


Sedangkan Tan Sim Houw sendiri meski berhasil membelah cahaya putih berkilauan yang di lepaskan oleh Lu Sun.


Kedua cahaya putih yang terbelah itu membalik menyerang dari arah belakang Tan Sim Houw.


Karena tidak menduga adanya serangan membalik Tan Sim Houw terlambat mengantisipasi.


Dia tidak sempat menghindar, terpaksa mengerahkan sisa tenaganya, menyambut serangan membalik itu.


Dua bayangan iblis hitam putih kembali muncul membantu tuan mereka menahan serangan tersebut.


Tan Sim Houw terselamatkan berkat bantuan kedua roh pedang tersebut.


Tubuhnya hanya terpental bergulingan, dengan luka lecet-lecet kulit saja.


Tidak sampai langsung menyusul Tan Kee Lok.


Lu Sun sendiri memanfaatkan momen itu, untuk duduk bersila memulihkan tenaganya.


Agar bila ada kesempatan dia bisa melepaskan jurus ketiganya.


Tan Sim Houw bernafas lega terbebas dari maut, dia bersyukur tadi tidak melepaskan seluruh kekuatannya.


Bila dia lakukan mungkin saat ini, dia sudah terkapar tidak bernyawa bersama Lu Sun.


"Terimakasih saudara ku.."


gumam Tan Sim Houw kepada dua roh Goloknya.


"Sama-sama tuan.."


jawab kedua golok itu serentak.


Lalu mereka kembali masuk kedalam Golok Maut.


Tan Sim Houw bangun duduk, melihat Lu Sun sedang memulihkan kekuatan, Tan Sim Houw tidak ingin memanfaatkan situasi itu memetik kemenangan.


Dia pun memejamkan matanya, mengikuti Lu Sun melakukan meditasi pemulihan kekuatan.


Tan Sim Houw tidak ingin menang dengan cara curang, dia sangat menikmati pertarungan yang adil dengan Lu Sun.


Lu Sun yang banyak memiliki variasi ilmu silat, membuat nya cukup kagum, dan ingin menikmati pertarungan ini dengan puas.


Bila saat ini dia langsung menyerang dan membunuh Lu Sun dia akan kehilangan kesempatan menyaksikan ilmu puncak simpanan Lu Sun yang belum di keluarkan.


Dia sendiri pun masih menyimpan 3 jurus pamungkas yang jarang sekali dia gunakan.


Sementara mereka berdua sama-sama duduk memulihkan kondisi tubuh mereka.


Giok Lan dan Xue Yen yang sudah berada di bandara, sedang menonton dengan cemas rekaman pertarungan yang di kirimkan oleh Viktor ke Giok Lan.


Atas perintah Giok Lan, Viktor melakukan penyadapan ke satelit untuk melihat sekaligus merekam pertarungan mendebarkan antara Lu Sun dan Tan Sim Houw.


Meski terkadang tidak begitu jelas karena tertutup debu batu dan pasir yang berhamburan, ditambah dengan kecepatan gerak yang sulit ditangkap oleh kamera.


Sehingga hasil rekaman terkadang ada beberapa bagian yang kurang jelas.


Tapi secara keseluruhan hasilnya termasuk cukup bagus.


Melihat suami mereka terluka dan muntah darah, Giok Lan dan Xue Yen menjadi sangat tegang dan cemas.


Mereka hanya bisa menutup mulut mereka dengan tangan, berusaha menahan suara teriakan mereka.


Setelah melihat Tan Sim Houw tidak meneruskan serangan, melainkan memilih melakukan pemulihan kekuatan.


Giok Lan dan Xue Yen baru bisa bernafas lega.


"Kelihatannya babak pertama sepertinya selesai sampai di sini.."


ucap Giok Lan sambil menatap layar laptopnya.


"Benar,.. sepertinya mereka berdua akan bermeditasi beberapa waktu, sebelum melanjutkan ke babak ke dua.."


ucap Xue Yen menanggapi ucapan Giok Lan.


Giok Lan meletakkan laptopnya, mengulet pinggang dan berkata,


"Sambil menunggu kita makan dulu, aku ada membawa makanan cadangan instan."

__ADS_1


"Jadilah untuk mengganjal perut.."


__ADS_2