KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Cindy berjalan masuk kedalam ruangan itu, dia menuju kearah rak buku.


Menyalakan sebuah alat berbentuk segi empat, kotak berwarna hitam itu berfungsi sebagai alat pengacak sinyal.


Bila ada alat penyadap yang terpasang di ruangan apartemennyanya, atau disekitar tempat tinggalnya.


Benda itu akan membuat alat penyadap itu mengirimkan suara berdenging di telinga orang yang mencoba mencuri dengar di luar sana.


Cindy memberi kode agar Lu Sun duduk santai di sofa saja dulu.


"Tertarik minum teh ? seduh sendiri ya ! aku tidak pandai menyeduh teh, itu cuma hiasan.."


ucap Cindy sambil tertawa.


Cindy menyalakan laptopnya memasukkan sebuah flashdisk kecil dia mengunduh sesuatu.


Setelah itu dia mengeluarkan setumpuk berkas yang tersimpan rapi di sebuah tas kulit berwarna hitam.


Setelah memeriksanya sejenak dia memasukkan nya kembali, kemudian menutup resleting tas tersebut.


Lalu dia kembali melihat kearah laptopnya, sesat kemudian dia mencabut flashdisk tersebut dari laptop dan mematikan nya.


Cindy menyerahkan tas kulit beresleting kepada Lu Sun dan sebuah flashdisk, kemudian dia mengeluarkan tangannya kearah Lu Sun.


sambil berkata,


"Selamat bekerja sama, kalau ada yang kurang jelas hubungi saja saya ke nomor ini."


"Di sini berisi semua data internal dan semua informasi pribadi tentang mereka, termasuk semua kebiasaan dan hoby mereka."


Lu Sun menyalami Cindy dan berkata,


"Terimakasih banyak, jangan khawatir aku pasti akan membantu mu membereskan mereka."


Lu Sun kemudian melepaskan pegangannya dari tangan Cindy dan berkata,


"Sudah malam aku pamit dulu, selamat beristirahat."


Lu Sun kemudian membalikkan badannya berjalan keluar dari ruang kerja Cindy.


Tapi baru berjalan 3 langkah sepasang lengan putih kecil berkulit putih dan mulus melingkar di pinggangnya dengan erat.


Lu Sun merasa punggungnya ditekan sepasang bukit yang lembut dan kenyal, dia juga mencium wangi khas dari parfum beraroma lembut yang digunakan Cindy.


"Sun ke ke bisakah kamu malam ini tidur di sini menemani ku."


ucap Cindy dengan suara lembut.

__ADS_1


Hembusan nafas Cindy yang wangi dan hangat di dekat bahunya dan tercium aromanya sampai ke hidungnya, membuat Tongkat Lu Sun langsung berdiri meresponnya.


Tapi pikiran waras Lu Sun tidak membuatnya serta Merta mengikuti panggilan nafsunya.


Dengan halus Lu Sun melepaskan sepasang tangan Cindy yang melingkar di pinggangnya dan berkata,


"Maafkan aku Cindy, aku tidak bisa."


"Aku tidak bisa menghianati kepercayaan ketiga istriku."


Lalu Lu Sun membalikkan badannya menatap Cindy dengan lembut memegang bahunya dan menariknya ke dalam pelukannya dan berkata,


"Kamu gadis yang sangat cantik dan baik, seandainya aku masih sendirian aku pasti akan dengan senang hati menikah dengan mu."


"Tapi dengan kondisi ku saat ini, kita hanya bisa berteman saja, aku tidak boleh mencuri kesempatan dan merusak diri mu."


"Sekali lagi maaf.."


Lalu Lu Sun melepaskan pelukannya dan menjauhkan Cindy darinya, Lu Sun melihat Cindy matanya mulai basah.


Lu Sun dengan lembut menghapus air mata Cindy dengan jari jempolnya.


Setelah itu dia berbalik badan dan berkata,


"Sampai jumpa..jaga diri.."


Setelah berada dalam lift Lu Sun mengeluarkan ponselnya ingin menelpon Victor.


Tapi ketika melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 12 malam.


Lu Sun menyimpan kembali ponselnya, tiba di lobby apartemen Lu Sun tersenyum mengangguk kearah satpam apartemen yang melihatnya dengan bingung.


Karena kedua satpam itu tidak pernah ada penghuni di sini yang berbentuk seperti Lu Sun.


Lagi pula tadi Lu Sun menggunakan lift khusus penghuni, yang menembus ke mall, jadi kedua satpam itu sama sekali tidak melihat Lu Sun masuk melalui lobby.


Tapi sebagai sopan santun kedua satpam itu tetap membalas senyum Lu Sun dengan anggukan kepala.


Keluar dari apartemen yang terletak di seberang mall, Lu Sun harus berjalan meninggalkan halaman apartemen, melewati area parkir.


Baru menemukan deretan taksi yang biasanya di Ciater oleh para pengunjung apartemen yang sebagian besar adalah gadis panggilan.


Mereka sedikit heran saat mendapat penumpang pria, apalagi saat Lu Sun memberi tahu tempat tujuannya, yang merupakan kompleks perumahan orang kaya.


Komplek perumahan itu sendiri, penghuninya adalah orang-orang kaya, atau pegawai perusahaan besar yang memiliki jabatan tinggi.


Apalagi alamat rumah Lu Sun berada disebuah bukit pribadi, hal ini membuat beberapa supir itu sangat terkejut.

__ADS_1


Mereka kini bersikap sangat sopan dan menghormati Lu Sun, salah satu dari mereka segera membukakan pintu mobilnya buat Lu Sun.


Kemudian dia buru-buru berlari kearah pintu mobil bagian sopir.


Tak lama mobil tersebut mulai meninggalkan kawasan apartemen tempat tinggal Cindy.


Mobil taksi itu akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah Lu Sun yang besar dan mewah.


Setelah melalui CCTV satpam melihat siapa penumpang di dalam mobil taksi.


Pintu gerbang otomatis pun terbuka dengan sendirinya.


Mobil taksi pun melaju masuk mengantar Lu Sun sampai didepan rumah mewahnya.


Lu Sun lupa meminta uang Yuan dari Ying Ying sehingga dompetnya hanya berisi segepok 100 dolar Amerika.


Karena malas ribet Lu Sun memberikan selembar 100 dolar kepada supir taksi itu yang menatap dengan bengong uang dolar Amerika ditangannya dan berkata,


"Tuan aku kesulitan menghitung ke kurs Yuan dan juga tidak punya uang kembalian sebanyak ini."


Lu Sun tersenyum dan menepuk bahu supir itu dan berkata,


"Sudah anggap saja itu rejeki mu bawa saja, besok pagi baru tukar ke money Changer."


Lalu Lu Sun turun dari mobil taksi tersebut dan menutup pintu mobil dan memberi kode agar mobil itu boleh langsung pergi.


Si sopir taksi tersenyum lebar penuh kegirangan lalu membawa taksinya meninggalkan tempat tinggal Lu Sun.


Lu Sun melihat rumah sudah sepi, semua lampu sudah dipadamkan.


Hanya lampu di kamar Ying Ying yang masih menyala.


Lu Sun langsung melesat keatas menuju balkon kamar Ying Ying di lantai dua.


Lu Sun mendarat ringan di balkon, Lu Sun melihat pintu kamar yang menghadap ke balkon dibiarkan terbuka lebar.


Lu Sun berjalan pelan-pelan masuk kedalam kamar, sampai di dalam kamar di mana lampu masih dibiarkan menyala.


Terlihat Ying Ying duduk bersandar di sofa, dan tertidur di sana.


Melihat piyama kimono pendek berbahan sutra, yang di kenakan oleh Ying Ying bagian paha nya tersingkap keatas.


Menampilkan sepasang pahanya yang putih mulus nan indah.


Lu Sun tidak bisa menahan diri lagi, dia segera menghampiri Ying Ying dengan ringan.


Lalu dengan lembut dia menggendong Ying Ying menuju kasur, Ying Ying yang merasa tubuhnya di peluk dan di gendong seseorang.

__ADS_1


__ADS_2