
Prof Billy Teng yang mendapatkan kunjungan dari Xue Yen dan menantunya Xue Yen sangat gembira.
"Ayah ini ada sedikit oleh-oleh dari kami, tapi maaf Champagne segelnya sudah terbuka, karena kami cicip dulu sebelum beli.."
ucap Lu Sun merasa tidak enak hati.
Prof Billy Teng tertawa gembira sambil menepuk-nepuk bahu menantunya dan berkata,
"Kalian datang saja aku sudah senang tidak perlu repot-repot bawa oleh-oleh segala."
"Lihat kamu beli Cognac Grande Champagne begini harganya pasti selangit, mau minum pun sayang.."
ucap Prof Billy Teng berkelakar sambil tertawa.
Hubungan nya dan Lu Sun memang sangat akrab, berbeda dengan Kevin Liu yang lebih formal dan ada batasan jarak.
Prof Billy selalu mengaggap Lu Sun seperti teman akrabnya, hal inilah yang membuat hubungan mereka sangat dekat dan akrab.
"Ayah ku dengar dari Xue Xue selama aku tidak ada beberapa dewan komisaris terus menganggu dan membuat mu pusing ya ?"
Prof Billy Teng menghela nafas, wajahnya yang tadi gembira berubah sedikit muram mendengar pertanyaan Lu Sun.
Prof Billy mempersilahkan mereka semua duduk lalu dia pun berkata,
"Yang Xue Xue ceritakan itu memang benar, barusan mereka menelpon ku lagi mengajakku melakukan rapat dewan.."
"Intinya mereka ingin memaksaku . menyerahkan 10% saham ku di rumah sakit ini dan mundur dari sini."
"Mereka bertiga memanfaatkan situasi di mana kamu masuk penjara tidak bisa memberikan suara."
"Mereka menggunakan saham mayoritas mereka menekan ku, tapi aku tahu di balik semua ini mereka di dukung oleh Groups Ching Ming.."
ucap Prof Billy sambil menghela nafas panjang.
"Ayah masih ingat orang ini ?"
tanya Lu Sun sambil memberikan foto screen shot yang di ambil dari data yang Ling Mei berikan.
Prof Billy menatap foto itu kemudian berkata,
"Siapa dia rasanya samar-samar seperti pernah mengenalinya, tapi di mana dan siapanya, aku kurang ingat."
"Ayah bangsat ini adalah Dr Ming Dao, kini dialah pemilik Groups Ching Ming yang terus mengganggu kita."
Mendengar ucapan Lu Sun prof Billy Teng terlihat sangat marah dan emosi wajahnya merah padam menahan amarahnya.
"Ayah sabar jaga kondisi kesehatan mu, ayah tidak perlu khawatir dalam waktu dekat ini aku akan mengurusnya.."
__ADS_1
"Sekarang ayah hubungi saja para dewan itu, suruh mereka tunggu di ruang rapat 1 jam lagi, aku akan temani ayah menemui mereka."
Prof Billy Teng menjadi bersemangat mendengar ucapan Lu Sun.
Dia segera berdiri menghampiri meja kerjanya, lalu menelpon ketiga dewan komisaris yang sombong dan menyebalkan selalu menekannya itu.
Setelah menelpon mereka Prof Billy menelpon sekretaris nya untuk mempersiapkan ruang rapat yang akan dia gunakan satu jam lagi.
Setelah beres dia baru kembali duduk di samping Lu Sun dan Xue Yen.
Prof Billy menatap putrinya dengan penuh haru berkata,
"Xue Xue bagaimana kabarmu ? akhir-akhir ini kamu pasti sangat sibuk ya ?"
Xue Xue memegang tangan ayahnya dan berkata,
"Ayah tidak perlu khawatir Xue Xue baik-baik saja.."
"Kemarin-kemarin memang agak sibuk, tapi untungnya ada David yang membantu ku."
"Kini Sun ke ke sudah kembali, Xue Xue sekarang sudah bisa lebih santai."
ucap Xue Xue sambil tersenyum lembut menatap ayahnya.
"Ayah kami tadi ada bungkuskan ikan kukus yang bagus untuk kesehatan Ayah, ayah coba cicipi.."
ucap Lu Sun sambil membuka bungkusan berisi ikan kukus yang wangi.
ucap Lu Sun sambil tertawa santai.
Prof Billy mengangguk gembira dan berkata,
"Kalau begitu ayah tidak sungkan lagi, kalian bersantai lah ayah makan dulu."
Selagi Prof Billy Teng sedang makan Xue Xue segera bergerak menyeduh teh buat ayahnya.
Lu Sun Ying Ying memilih berdiri santai di balkon menikmati angin sejuk yang berhembus kearah mereka.
Mereka bertiga mengobrol santai di balkon, memberi waktu ke Xue Xue untuk mengobrol santai bersama ayahnya.
Karena sejak menikah Xue Yen memang sangat jarang datang menjenguk ayahnya.
Sebagian besar waktunya habis untuk mengurus groups Lu yang Lu Sun titipkan padanya.
Tak terasa waktu sejam pun berlalu dengan cepat, terdengar suara telpon di meja Prof Billy Teng.
Prof Billy Teng bangun dari duduknya dan mengangkat telpon, Terdengar suara sekretarisnya berkata.
__ADS_1
"Maaf prof ketiga dewan sudah datang dan kini sedang menunggu anda di ruang rapat.."
Prof Billy Teng mengangguk ditelpon dan berkata,
"Baik aku segera kesana terima kasih.."
Lu Sun masuk kedalam ruangan dan berkata,
"Ayo ayah kita kesana sekarang.."
Prof Billy Teng mengangguk, kemudian Lu Sun dan Xue Xue memegangi lengan kanan dan kiri Prof Billy Teng menuju ruang rapat yang letaknya tidak jauh dari ruangan prof Billy.
Ying Ying dan Giok Lan bergandengan tangan berjalan mengikuti di belakang mereka.
Begitu Prof Billy Teng tiba ketiga dewan bertubuh gemuk berkepala botak tersenyum mengejek menatapnya,
Tapi saat mereka melihat siapa yang datang menemani Prof Billy Teng, wajah mereka langsung pucat tidak bisa berkata-kata lagi.
"Apa kabar Bos Ming, Bos Song, Dan Bos Yuan lama tak berjumpa..!"
ucap Lu Sun sambil tersenyum dan menggandeng tangan Prof Billy Teng masuk kedalam ruangan.
Prof Billy Teng ingin mengambil tempat duduk di samping, tapi Lu Sun menahannya dan meminta nya dan membawanya menduduki kursi kehormatan kepala Dewan komisaris.
Lalu dia dan Xue Yen duduk di sebelah ayahnya,
Ketiga dewan komisaris yang di tegur Lu Sun berkata dengan gagap,
"Kabar kami baik, kapan Tuan Lu keluarnya, ? sayangnya tidak ada yang mengabari kami, kalau tahu kami pasti akan pergi menjemput tuan Lu secara pribadi.."
Lu Sun tertawa dan berkata,
"Terimakasih.. terimakasih...itu tidak perlu...aku mana berani merepotkan waktu anda bertiga yang berharga dan sangat sibuk di Group Ching Ming."
wajah Ketiga orang itu semakin pucat, mereka buru-buru berkata
"tuan Lu jangan salah paham kami...kami..."
Mereka bertiga terlihat gugup dan gelisah seperti cacing kepanasan di hadapan Lu Sun.
Lu Sun sambil tersenyum dingin berkata,
"Aku orangnya sangat terbuka, bila kalian sudah tidak betah mengikuti ku di Group Lu, aku akan meluluskan keinginan kalian.."
"Kalian boleh kembalikan 15% saham kalian ke saya, saya akan bayar kalian sesuai harga pasar hari ini.."
Lu Sun menoleh kearah Xue Yen dan berkata,
__ADS_1
"Sayang tolong hitungkan berapa yang harus kita bayar ke mereka sesuai harga pasar yang berlaku."
Ketiga orang itu saling pandang mereka terlihat bingung dan gugup tidak tahu mau bagaimana.bersikap.