KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DR MONICA DI BUAT KESAL


__ADS_3

Di mana Lu Sun sendiri sedang bersantai bermain catur dengan kepala sipir Jeff Zhang yang juga masih muda dan tampan.


Lu Sun sudah tahu ada yang sedang mendatangi selnya, dari langkah kaki mereka.


Dia dapat menebak yang datang 2 pria satu wanita.


Tapi Lu Sun tak terlalu ambil pusing, dia lebih memilih konsen menatap papan catur di depan nya.


Ternyata Jeff Zhang meski masih muda, tapi Permainan catur nya sangat piawai dan variatif.


Lu Sun dalam keadaan terdesak hebat, wilayah nya sebagian besar telah menjadi Hitam yang merupakan biji caturnya Jeff Zhang.


Sedangkan biji caturnya sendiri yang berwarna putih sedang terperangkap, hanya tersisa beberapa langkah lagi.


Bila salah langkah habislah dia, jadi Lu Sun terlihat sedang mengerutkan alisnya yang tebal mempertimbangkan langkah yang harus di ambilnya.


Permainan ini adalah Wei Qi Permainan catur kuno yang sangat variatif dan sangat sulit di mainkan.


Berbeda dengan catur modern yang lebih simpel dan bisa di mainkan dengan lebih cepat selesainya.


Permainan Wei Qi sangat sulit tapi bila bisa main itu akan jauh lebih seru dari catur modern.


Di sini suasana kepung mengepung dan segala strategi untuk melepaskan diri dari kepungan lebih terasa.


Sehingga pemainnya bisa terbawa suasana seolah-olah mereka sedang membawa jutaan Pasukan dan sedang berusaha memenangkan pertempuran dengan strategi perang mereka masing-masing.


Sebagai seorang eks jendral di jamannya tentu saja Lu Sun sangat tertarik dengan permainan ini.


Dia seolah-olah merasa dirinya kembali terjun ke Medan tempur bersama teman-teman lamanya.


Jeff Zhang yang duduk di sisi dalam sel dapat melihat dengan jelas orang yang datang mengunjungi sel Lu Sun.


Sedangkan Lu Sun duduk dengan posisi menghadap ke dalam, sehingga dia hanya bisa mendengar tapi untuk melihat siapa yang datang dia harus menoleh kebelakang.


Dari wangi parfum pengunjung yang datang Lu Sun tahu pengunjung tersebut tidak ada hubungannya dengan ke tiga Istrinya.


Wangi parfum wanita ini lebih keras dan tajam, berbeda dengan wangi parfum istrinya yang lebih menyukai rasa lembut.


Lagipula Ying Ying dan Giok Lan yang rutin datang mengunjunginya, mereka biasanya datang saat jam istirahat makan siang.


Atau selepas pulang kerja jam 5 atau 6 sore, sedangkan Xue Yen sama sekali tidak pernah datang mengunjunginya, hanya menitipkan masakan kesukaan nya lewat Ying Ying.


Lu Sun tahu Xue Yen berbuat begitu, sebagai bentuk protes kepadanya.


Karena tidak kapok-kapok nya berurusan dengan wanita cantik, hingga terjadi masalah.


Lu Sun tidak menyalahkan sikap Xue Yen, karena semua ini ada hubungannya dengan masa lalunya dengan Sun Ting.

__ADS_1


Xue Yen selalu cemburu dan tidak bisa menerima hubungan nya dengan Sun Ting.


Jadi dia sama sekali tidak tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut, yang mungkin bisa menambah masalah bagi dirinya dengan penampilan nya saat ini.


Terkadang Lu Sun sempat berpikir lebih baik dia merubah penampilannya menjadi Cin Bao.


tapi berhubung di dunia ini Chi sangat langka.


Lu Sun tidak berani sembarangan menggunakan ilmu perubahan dan Jin Tou Yun.


Bila dia tidak sedang dalam posisi kepepet


"Eh Dr Monica tumben anda turun tangan sendiri kemari, ada apa ?"


"Kenapa tidak telpon saja ? maaf membuat mu repot-repot sampai datang kemari.."


ucap Jeff Zhang tersenyum lebar dan cepat-cepat meninggalkan Lu Sun melangkah menghampiri Dr Monica.


Dr Monica menjebikan bibirnya yang merah ranum dan berkata,


"Siapa yang mencari mu Kebagusan, jangan gede rasa kamu.."


"Aku kemari ingin melihat monster yang berhasil membuat klinik ku jadi sepi, sehingga bawahan ku tidak punya kerjaan lagi."


"Bila begini terus klinik ku bisa gulung tikar.


ucapnya sambil tersenyum.


"Bukan kah itu baik, bila klinik mu gulung tikar, kamu bisa dapat gaji pensiun besar."


"Setelah itu kita bisa menikah, kamu gak perlu sibuk kerja lagi, tinggal dirumah jadi nyonya Zhang.."


ucap Jeff Zhang sambil tertawa.


"Aduhhh..!"


jerit Jeff Zhang kesakitan.


"Mimpi...! Minggir...!"


ucap Dr Monica galak setelah menginjak kaki jeff Zhang dengan hak sepatunya.


Dia mendorong Jeff Zhang yang terpincang-pincang ke pinggir dan tidak memperdulikannya.


Lu Sun hanya tersenyum menanggapi insiden yang terjadi di belakangnya,


Dia sama sekali tidak menoleh kebelakang, tetap fokus melihat kearah papan catur.

__ADS_1


Dr berdiri di samping Lu Sun, dia sedikit mengerutkan alisnya melihat baru pertama kali ada pria yang setelah bertemu dengan nya.


Terlihat begitu cuek dan mengabaikannya, dengan penasaran sambil menggendong sepasang tangannya di dadanya.


Dia memperhatikan wajah Lu Sun dari samping atas, memang cukup tampan tapi ya gak ganteng-ganteng banget lah nurutnya.


"Hei kamu... ! sopan banget,...! ada wanita berdiri di samping mu, berdiri menyapa kek..! ini menoleh pun tidak..!"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Maaf aku sedang sibuk dengan catur ku, tidak ada waktu melayani mu, silahkan..."


Dr Monica membanting kakinya kelantai dan berkata,


"Bagus...kamu punya keberanian...kita lihat saja nanti...!"


Dengan wajah merah padam dia membalikkan badannya meninggalkan kamar tahanan Lu Sun.


Sambil berjalan dia mengomel,


"Sudah bagus aku mengunjungi mu masih sombong, cuma seorang tahanan saja berani sombong.."


"Kita lihat saja nanti, jangan sampai kamu datang ke klinik ku untuk berobat.."


Lu Sun dapat mendengar dengan jelas Omelan Dr Monica dengan jelas, meski orang nya sudah keluar dari kamar tahanannya.


Lu Sun sambil tersenyum mengirimkan pesan jarak jauh ke telinga Monica dan berkata,


"Buat apa aku memperdulikan mu, kita tidak punya hubungan apapun."


"Istri bukan saudara juga bukan.."


Dr Monica terkejut saat mendengar suara bisikan itu ditelinga nya.


Dia celingukan mencari-cari asal suara tapi tidak melihat ada siapapun di dekatnya, selain kedua Petugas penjara yang berjalan agak jauh dibelakangnya.


Dr Monica sedikit bergidik ngeri, bulu diseluruh tubuhnya tiba-tiba meremang di buatnya.


Dengan buru-buru sambil celingukan dia buru-buru melangkah meninggalkan tempat itu sambil celingukan ke kiri dan ke kanan.


Lu Sun setelah berpikir lama akhirnya melangkah, begitu biji putihnya dia letakkan di sana..


Jeff Zhang yang kembali ke tempat duduknya langsung kehilangan senyumnya, melihat langkah yang Lu Sun ambil.


Satu langkah Lu Sun memaksa dia harus memilih langkah yang tidak ada pilihan yang enak.


Tapi setelah berpikir beberapa saat Jeff Zhang tetap melangkah, Lu Sun sambil tersenyum meletakkan biji putihnya.

__ADS_1


Yang langsung membuat Jeff Zhang harus kehilangan seperempat dari biji hitamnya.


Selanjutnya Jeff Zhang kembali harus melangkah ketempat perangkap yang sudah Lu Sun siapkan untuk nya.


__ADS_2