KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH


__ADS_3

Lu Sun berdiri dari duduknya, lalu menyambut uluran tangan pria berkacamata tersebut.


Dan berkata,


"Sama sama Pak Ma, maaf kalau kedatangan ku menganggu waktu anda.."


"Ohh tidak..tidak..tuan Lu terlalu sungkan, silahkan duduk tuan Lu."


Pak Ma memberi kode ke sekretaris nya, menyiapkan minuman dan penganan.


Sekretaris tersebut mengerti, dia buru-buru pergi menyiapkannya.


"Bagaimana tuan Lu, apakah anda bersedia membantu sekolah kami, ?"


"Terus terang saja akhir-akhir ini kami sudah berganti 3 kali guru olahraga, tapi prestasi murid didikan kami di bidang olahraga, terus mengalami kemerosotan."


ucap Pak Ma mulai membuka topik pembicaraan.


Lu Sun menatap kearah Pak Ma dan berkata,


"Aku setuju dan akan menerima tawaran anda, tapi aku punya syarat.."


Sekretaris pak Ma datang meletakkan minuman dan beberapa penganan di depan Lu Sun, sehingga pembicaraan pun terhenti sejenak.


Setelah sekretaris itu mempersilahkan Lu Sun dan Pak Ma, untuk menikmati hidangan makanan dan minuman yang dia sajikan.


Dengan sopan, dia pun pamit mengundurkan diri dari ruangan pertemuan, untuk kembali ke meja kerjanya sendiri.


Pak Ma menunggu hingga sekretaris nya keluar dari ruangan dia baru berkata,


"Coba anda katakan tuan Lu, kalau kami mampu kami akan penuhi syarat anda.."


Lu menarik nafas kemudian berkata,


"Aku tidak bisa janji mengantar murid sekolah Kuang Ming, menjadi juara dalam setiap perlombaan."


"Tapi aku janji akan berusaha membantu mereka juara."


"Aku akan mengajar semua kelas di sekolah ini, kecuali kelas dimana ketiga anak ku berada, aku tidak akan ikut mengajar di sana."


"Bila mereka ambil bagian dalam perlombaan, kehadiran mereka di perlombaan, tidak ada kaitannya dengan ku."


ucap Lu Sun sambil menatap reaksi pak Ma.


Pak Ma mengangguk dan berkata,


"Aku mengerti kesulitan anda tuan Lu, baiklah kami terima syarat tersebut."


"Ada lagi hal lainnya tuan Lu ?"


tanya Pak Ma sambil menunggu jawaban Lu Sun.


Lu Sun terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,


"Tolong sebisa mungkin rahasiakan indentitas ku.."


Pak Ma mengerutkan keningnya kemudian berkata,

__ADS_1


"Kami akan berusaha, tapi reputasi tuan Lu di seluruh China terlalu besar, takutnya kami punya niat, tapi tidak punya kemampuan untuk menutupinya."


Lu Sun tersenyum kearah Pak Ma dan berkata,


"Kalau begitu lupakan saja, terimakasih Pak Ma semoga kerjasama kita lancar."


"Kapan saya bisa mulai bekerja ?"


tanya Lu Sun.


"Tunggu dulu tuan Lu, kita belum bicara, berapa yang harus kami bayar untuk gaji anda.?"


ucap Pak Ma serius.


Lu Sun mengangkat tangannya dan berkata,


"Tidak perlu terlalu di pikirkan soal itu, berapa pun gak masalah."


"Mana boleh seperti itu Tuan Lu, lebih baik anda yang menyebutnya saja.."


ucap Pak Ma merasa tidak enak hati.


"Pak Ma atur saja, aku orang baru di sini, tentu mengikuti standar gaji orang baru saja..'


Pak Ma tersenyum girang, dia buru-buru menyalami Lu Sun sambil berkata,


"Terimakasih banyak tuan Lu, selamat bergabung."


" kapan ngajar kita tidak perlu buru-buru."


"Hari ini rencananya aku akan mengenalkan lingkungan sekolah, rekan kerja dan murid murid yang akan menjadi anak didik anda terlebih dahulu."


"Besok baru mulai mengajar bagaimana ?"


tanya pak Ma.


"Baik besok di mulai.."


ucap Lu Sun sambil menganggukkan kepalanya.


Pak Ma bangun dari duduknya, kemudian mempersilahkan Lu Sun ikut dengan nya.


Pak Ma membawa Lu Sun berkeliling melihat lingkungan sekolah dan beberapa tempat olahraga, baik yang di dalam gedung maupun yang berada di alam terbuka.


Di tempat olahraga lapangan terbuka, terlihat sekelompok murid sedang berlari mengelilingi lapangan.


Mereka berlatih sambil tertawa dan bercanda, tidak terlihat serius, barisannya pun berantakan.


Di dalam hati Lu Sun berpikir, gimana mau menang bila saat berlatih mereka seperti ini.


Pak Ma seperti tahu apa yang sedang Lu Sun pikirkan dan berkata,


"Beginilah bila tidak ada guru yang mengawasi.latihan mereka, mereka suka asal, maklumlah semua nya masih anak-anak."


Lu Sun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban Pak Ma barusan.


Pak Ma kemudian mengajak Lu Sun meninjau kedalam gedung olahraga.

__ADS_1


Lu Sun melihat ada lapangan badminton basket voli tenis meja, bahkan ada fasilitas kolam renang nya.


Tapi murid yang berlatih di sana, lebih banyak yang baring-baring di lantai, ada yang duduk main HP.


Tidak ada satupun yang terlihat sedang berlatih, salah satu fasilitas yang tersedia.


Kelihatannya sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, pikir Lu Sun dalam hati. Tapi yang sangat di sayangkan adalah semua fasilitas tidak di gunakan dengan semestinya.


Lu Sun mengikuti langkah Pak Ma yang sedang berjalan menuju lantai dua, di lantai dua terlihat ada sebuah ruangan luas terbuka yang di kelilingi cermin.


Di bagian paling pojok tersedia beberapa perangkat alat fitness.


Di bagian tengah terlihat seorang instruktur bela diri, sedang melatih sekelompok siswa di hadapannya.


"Pak Ma bukankah Anda bilang tidak ada guru olahraga, lalu siapa itu yang di sana.."


"Ohh itu Pak Ken, Kami sengaja mengundangnya kemari, khusus untuk melatih ilmu beladiri anak-anak."


"Beliau adalah juara Mix Martial Art dari negara Jepang, karena sudah pensiun, kami mengundangnya untuk datang melatih anak-anak."


"Mari kita kesana saya perkenalkan.."


ucap Pak Ma sambil tersenyum bangga.


Melihat kedatangan Pak Ma dan Lu Sun, pak Ken meninggalkan muridnya yang sedang berlatih sendiri.


Sambil berjalan tenang menghampiri Pak Ma, Ken pun berkata,


"Tumben Pak Ma sampai datang kemari, ada apa ya pak ? dan beliau ini siapa ya ?"


"Kenalkan dia ini pak Lu, mulai besok pak Lu akan menjadi guru olahraga sekolah Kuang Ming kita."


"Aku sedang mengajaknya berkeliling mengenal lingkungan sekolah."


ucap Pak Ma sambil tersenyum.


Lu Sun dan Pak Ken mengulurkan tangan mereka dan saling bersalaman.


Lu Sun merasakan pak Ken menggenggam tangan nya dengan sangat kuat, seolah-olah ingin meremukkan tangannya.


Lu Sun datang kesekolah ini, hanya ingin bisa lebih dekat dan menjaga keselamatan anaknya.


Bukan ingin mencari musuh atau bersaing jabatan, Lu Sun mengerti pak Ken tentu merasa kedatangannya adalah untuk bersaing dengan nya.


Makanya bersikap seperti ini padanya, Lu Sun sengaja tidak membalasnya, dia pura-pura kesakitan dan berkata,


"Aduh pak Ken ampun, tenaga mu kuat sekali."


"Pantas Pak Ken tak pernah terkalahkan di arena pertarungan."


Pak Ken melepaskan genggamannya dan berkata,


"Maaf pak Lu, melihat tubuh Anda yang tinggi besar, ku pikir anda juga seorang mantan petarung."


"Ahh pak Ken bisa aja, aku cuma seorang guru biasa, mana punya nyali untuk ikut pertandingan semacam itu."


ucap Lu Sun sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2