KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PRIA BERSENJATA PANAH GIOK


__ADS_3

Dia langsung menjerit histeris ketakutan, suara jeritannya yang ketakutan, membuat orang orang di dekatnya langsung menoleh kearah nya.


Saat orang orang melihat ada mayat yang terpotong, yang pria pada terkejut kaget berlarian menjauh yang wanita semua pada menjerit-jerit histeris ketakutan dan panik.


Belum sempat kepanikan di sana selesai beberapa pria yang juga sedang melakukan aktifitas sama dengan korban pertama juga tubuhnya terbelah dua.


Sehingga jeritan histeris dan orang-orang berlarian meninggalkan lokasi semakin ramai.


Dalam sekejap ruangan yang tadinya ramai penuh dan sesak kini hanya tersisa sekitar seratusan orang penjaga yang mengepung dan menatap Lu San yang mengenakan topeng iblis dengan penuh curiga.


"Siapa kamu...!!?"


"Besar sekali nyali mu, berani bikin onar di sini..!?"


"Bangsat tunjukkan wajah mu..."


ucap orang itu Sambil mengacungkan katana nya didepan wajah Lu San.


Lu San bukan tidak mau menjawab, selain tidak ngerti orang itu ngomong apa, dia juga tidak tahu mau jawab apa.


Dia hanya mengerti kata Bagero saja, sastra Jepang di sekolah nya nilainya 3 jadi dia benar-benar tidak tahu apa apa.


Dia sedikit menyesal tidak bawa adiknya Afei yang setidaknya lebih pintar dari dia, apalagi setelah mencicipi air liur cewek Jepang Afei pasti makin hebat dalam bahasa Jepang.


Lu San akhirnya malah terlihat bingung dan menggaruk garuk kepalanya sendiri, dia hanya bisa 6 kata,


"Di mana markas Yamaguchi ?"


"Di mana pimpinan kalian ?"


Keenam kata ini dia pelajari dari Google translate. secara dadakan.


Lu San membuka topengnya sambil nyengir kuda berkata,


"Di mana pimpinan kalian..?!"


Tapi para pengepung tidak berani bergerak sembarangan mereka semua malah bergerak mundur.


Si orang yang menodongkan senjata nya ke wajah Lu San, kini malah terlihat menurunkan senjatanya menatap bodoh kearah Lu San dan berkata,


"Pak perdana menteri Fumio Kishida, ada.


.ada..apa ini ? ke kenapa bapak membuat keributan di sini..."

__ADS_1


Melihat reaksi mereka semua, saat melihat wajahnya, Lu San sadar wajah yang di gunakan nya ini pastilah orang terkenal yang bernama Fumio apalah dia tidak ingat.


Dia mengambil wajah ini untuk melakukan aksinya, karena wajah ini banyak terpampang di sepanjang bandara dan jalan raya.


Dia sendiri tidak tahu kalau wajah yang di gunakan nya saat ini adalah wajah orang nomor satu di Jepang selain kaisar Naruhito.


Bila tahu dia pasti akan ngakak dan bukan tidak mungkin dia akan menjadikan wajah kaisar Naruhito sebagai pembasmi Yakuza Jepang.


Seperti pahlawan Naruto atau Kamen raider kebanggaan anak anak Jepang.


Sambil nyengir kuda Lu San kembali mengulangi kata-kata nya.


"Di mana pimpinan kalian bangsat.."


ucap Lu San sambil menambahkan kata Bagero yang paling dia kuasai meniru gaya bicara Lu Sun yang sama cuma tahu kata Bagero saja.


Si pemimpin itu kini agak segan dia segera berbisik pada bawahan nya.


"Harap sabar pak perdana menteri, dan bersedia menunggu sebentar.."


"Bawahan kami sedang pergi memanggil atasan kami kemari.."


Lu San tersenyum dan mengangguk kecil padahal dia tidak mengerti.


Tapi dari gelagat yang di lihatnya, dimana ada salah satu pengepung nya.


Lu San berdiri santai menunggu di sana, para pengepungnya juga sudah menurunkan senjata di tangan mereka.


Mereka terus menatap wajah Lu San dengan heran dan bertanya tanya di dalam hati mereka.


Tak lama kemudian Lu San melihat wajah seorang pria berusia 50 an bertubuh pendek kekar, berkepala botak, mengenakan kalung emas tebal dilehernya, dadanya yang dibiarkan terbuka terlihat penuh tato begitu juga dengan kedua lengannya.


Pria itu sambil tertawa di paksakan berjalan kehadapan Lu San lalu dia membungkukkan badannya sampai ke bawah kemudian berkata,


"Apa kabar pak perdana menteri ? angin apa yang membawa anda datang ke tempat kami ? apa yang bisa kami lakukan untuk bapak ?"


"Di mana markas Yamaguchi."


tanya Lu San tenang.


Dia tidak tahu apa yang pria itu bicarakan, jadi dia langsung bertanya saja, karena dari gaya pria di hadapannya Lu San yakin pria di hadapannya ini pasti berkaitan dengan kelompok Yamaguchi.


Begitu Lu San bertanya tentang nama klan Yamaguchi, pria itu semakin curiga, tadinya dia pun sempat curiga Lu San ini benar' Fumio Kishida apa bukan.

__ADS_1


Wajahnya mirip tapi struktur tubuhnya mencurigakan, harusnya perdana menteri mereka tidak setinggi dan sekekar ini tubuhnya.


"Siapa kamu sebenarnya,.?! ada apa kamu mencari markas Yamaguchi..!?"


bentak pria itu sambil menatap tajam kearah Lu San.


Melihat reaksi orang di depannya Lu San langsung sadar kini pembicaraan tidak ada gunanya lagi.


Lu San langsung melakukan gerakan jurus Feng Sau Cien Cuin ( Angin menyapu ribuan pasukan.)


Lu San memainkan jurus guru Sun di padu dengan Wu Xiang Cien Chi.


Tubuhnya melakukan gerakan berputar-putar dengan tebasan miring.


Si pemimpin klab malam yang cerdik begitu melihat Lu San bergerak dia langsung menjatuhkan diri menggelinding menjauh.


Sehingga dia berhasil lepas dari insiden tubuh terpotong dua


Seluruh pengepung yang mengelilingi Lu San tidak ada yang lolos dari Kematian tubuh terpotong.


Darah dan potongan tubuh berceceran di sana, si pemimpin yang bertubuh pendek itu berpura-pura mati tergeletak di sana tak bergerak bercampur dengan potongan tubuh di sekitarnya.


Sekali mengedarkan pandangannya Lu San juga tahu, manusia licik itu pura-pura mati.


Lu San meski brutal dan bertindak sesuka hati tapi dia tidak bodoh.


Lu San pura-pura tidak melihat keberadaan si pendek bertato itu.


Dia langsung memutar badannya meninggalkan lokasi klab malam tersebut.


Tapi begitu keluar dari klab malam yang kini sudah sepi, tidak terlihat ada orang di sana.


Lu San langsung melesat ke udara.


Diam diam dia memantau seluruh bangunan itu dari tempat tinggi.


Setelah menanti beberapa saat, akhirnya yang di tunggu tunggu oleh Lu San muncul, sipendek bertato itu meninggalkan klab malam nya menggunakan sebuah mobil sedan hitam melalui pintu belakang klan malam.


Lu San tersenyum mengejek, sambil memasang kembali topeng Iblis nya, dia melayang di udara mengikuti kemanapun mobil itu pergi.


Hingga mobil itu akhirnya memasuki sebuah perkampungan yang di jaga dengan ketat oleh orang orang yang seluruh badannya penuh tato.


Mereka semua selain membawa dua pedang katana satu panjang satu pendek di pinggang mereka.

__ADS_1


Di tangan mereka masing-masing juga memegang senapan mesin semi otomatis Laras pendek.


Lu San melihat dari udara memperkirakan jumlah anggota yang ada di tempat ini mencapai ribuan orang.


__ADS_2