
Dia sangat muak dengan ulah kakek tersebut, bila berlama-lama di sana dia bisa kehilangan kesabarannya dan membunuh kakek itu.
Bila itu sampai terjadi bisa rusak seluruh rangkaian rencana yang sudah Lu Sun susun dengan rapi.
Lu Sun mendarat ringan di balkon kamarnya dan Ying Ying, saat masuk kedalam kamar kamar dalam keadaan sepi.
Ying Ying belum pulang kerumah, Lu Sun menyalakan laptop di meja kerja, kemudian menyimpan beberapa data file menyangkut beberapa kegiatan transaksi yang akan dilakukan oleh bawahan Xie Ding Feng.
Setelah menyimpan data kedalam HP nya, Lu Sun pun kembali meninggalkan rumah kediaman nya menggunakan Jin Tou Yun.
menuju sebuah gedung tinggi yang terletak di kawasan perkantoran dan perbankan yang ramai.
Dari atas di balik awan Lu Sun bisa melihat seorang pria berpakaian hitam sedang tiarap di puncak gedung tersebut, seperti sedang mengincar sesuatu.
Dia menggunakan senapan sniper DVL 10M3 buatan Rusia yang ringan dan simple, tapi sangat efektif dan akurat.
Pria itu terus melihat kearah gedung pencakar langit yang terletak diseberang nya.
Lu Sun mengedarkan pandangannya ke gedung seberang mencari-cari akhirnya dia menemukan target yang sedang dituju.
Adalah seorang pria setengah baya yang berbadan gemuk dan berwajah ramah, Lu Sun mengenalinya lewat data Cindy yang mengatakan bahwa ini adalah target yang berimbalan jutaan USD.
Tapi bila gagal Xie Ding Feng harus membayar pinalti 2 kali lipat ke pihak penyewa dari Groups Chu.
Lu Sun tidak tahu detil permasalahan mereka, dia juga tidak ingin mencari tahu.
Tujuannya cuma satu menggagalkan seluruh bisnis Kakek Xie membuatnya hidup segan mati tak bisa.
Lu Sun mendarat ringan di belakang pria yang sedang asyik mengeker target dengan teropong jarak jauh yang terpasang diatas senapannya.
Pria itu tidak menyadari kehadiran Lu Sun yang sedang melayang di belakangnya.
Pria itu terlihat tersenyum dingin melepaskan pengunci senapannya, dan jarinya mulai menyentuh pelatuk, sepertinya dia sudah siap, tinggal melepaskan satu tembakan.
Setelah itu semua pun beres, dia tinggal menghilang dan menunggu transferan dari kakek Xie.
Tapi dia tidak sadar kali ini dia terkena batunya dan sedang sial.
Saat dia hampir menekan pelatuk senjatanya, tiba-tiba seluruh tubuhnya tidak dapat digerakkan.
Ada apa ini pikir pria itu dengan wajah sedikit pucat dan cemas, keringat di dahinya jatuh menetes ke matanya sehingga dia merasa matanya sangat pedih dan berair.
__ADS_1
Tapi dia tidak bisa mengejapkan matanya sama sekali, alhasil dia hanya bisa menahan rasa perih dimatanya yang kemasukan keringatnya sendiri.
Pria itu berpikir didalam hati, apa aku terkena serangan stroke tiba-tiba.
Dia bahkan tidak menyadari, semua ini perbuatan Lu Sun, Lu Sun sudah menotok pusat syaraf dilehernya dengan energi jari matahari dari jarak jauh.
Sambil tersenyum dingin Lu Sun mendarat ringan disamping pria itu, Lu Sun mengeluarkan sebuah sarung tangan kemudian memakainya baru dia merongoh saku baju pria tersebut dan
mengeluarkan telpon miliknya
Sambil menyambungkan telpon miliknya kekantor polisi, Lu Sun mendorong kepala pria itu menjauh dari teropong.
Lu Sun kemudian menggantikannya melihat lewat teropong tersebut, kemudian menggeser sedikit arah senjata baru menekan jari telunjuk Pria itu yang masih menempel di pelatuk senapan Sniper miliknya.
Terdengar bunyi,
"Ceepp..!"
Saat peluru di lesatkan oleh senapan tersebut
Di gedung seberang sana terdengar kaca jendela yang pecah tertembus peluru.
Orang-orang disana merunduk ketakutan dan terlihat panik.
Lalu dia melesat meninggalkan tempat tersebut, menuju ketempat lain, yang jadwalnya mepet-mepet.
Lu Sun tidak punya banyak waktu, karena jarak setiap tugas hampir berdekatan semua.
Hampir ada 5 pembunuh bayaran yang bertugas di tempat berbeda dalam waktu mepet hampir bersamaan.
Kasus kedua ketiga keempat kasusnya tidak berbeda mereka semua adalah penembak jitu jarak jauh yang bersembunyi di atap gedung.
Lu Sun membereskan mereka semua dalam waktu singkat dengan cara yang sama.
Hanya orang kelima yang sedikit berbeda, dia adalah pembunuh bayaran wanita, yang menyamar sebagai terapis pijat plus-plus panggilan.
Penampilan wanita berambut putih keemasan itu sangat menarik dari wajah sampai bentuk tubuhnya sangat sempurna.
Wanita itu melangkah tenang menuju sebuah villa pribadi mewah yang dijaga ketat oleh puluhan bodyguard yang berpakaian jas dan kacamata hitam.
Setelah diperiksa seluruh tubuhnya dan tas yang dibawanya oleh para bodyguard dia pun dipersilahkan masuk.
__ADS_1
Gadis itu berjalan santai menuju ruangan samping yang ada kolam renangnya, di sana terlihat seorang pria bule berbadan gemuk berkepala botak dada berbulu memakai sebuah kalung emas yang tebal.
Sekali lihat saja, dapat diduga Pria ini juga bukan orang baik-baik.
Seorang bodyguard yang mengantar gadis cantik itu berkata,
"Tuan Roberto terapis pesanan anda sudah datang.."
Pria gemuk itu menatap gadis yang berdiri di pinggir kolam renang dengan buas.
Dia memperhatikan gadis tersebut dari ujung kaki sampai ke kepala dan berkata,
"Bagus.. antar dia ke kamar saya, sebentar lagi saya menyusul kesana.."
Bodyguard itu mengangguk patuh kemudian mempersilahkan gadis itu menuju sebuah kamar yang letaknya tidak jauh dari sana.
"Silahkan .."
ucap pengawal itu sambil membuka pintu kamar mempersilahkan gadis itu untuk masuk.
Setelah gadis itu masuk dia menutup pintu dan berdiri di depan kamar dengan sikap tenang dingin tanpa ekspresi.
Tak lama kemudian pria gendut botak keluar dari kolam renang, menuju sebuah tenda di pinggir kolam, mengelap tubuhnya yang basah dengan handuk.
Kemudian mengenakan sebuah mantel kimono yang berbahan handuk membungkus tubuhnya yang gemuk penuh lemak.
Kemudian dia berjalan menuju kamar di mana gadis terapis cantik itu sudah menunggunya di dalam kamar.
Melihat kedatangan bosnya si bodyguard langsung memberi hormat dengan menganggukkan kepalanya.
Pria botak bermama Roberto itu tidak memperdulikan bodyguard nya, dia segera masuk kedalam kamar, membuka kimono handuknya.
Lalu berbaring menghadap kearah Si terapis Cantik yang kini hanya mengenakan p"kaian dalam berdiri didepan Roberto sambil tersenyum manis.
Gadis itu menghampiri Roberto kemudian duduk diatas perutnya dengan sepasang paha terbuka lebar.
Dan mulai mengoleskan minyak aromaterapi ketubuh Roberto di mulai dari leher bahu sampai ke dada dan lengannya.
Setelah itu dia mulai memberikan pijatan lembut di sekujur tubuh bagian depan Roberto.
Roberto memejamkan matanya menikmati pijatan lembut gadis itu.
__ADS_1
perlahan-lahan posisi duduk gadis itu terus bergeser kebawah seiring dengan pijatannya yang mulia sedikit demi sedikit turun kebawah.