
Lu Sun menjauhkan botol ditangannya dari supir mobil rental itu dan berkata,
"Sudah jangan ganggu dia kasihan.."
"Saya mau beli sedikit oleh-oleh, dari tempat ini, letaknya di sebelah mana ya pak ?"
Sambil tersenyum Canggung tapi matanya masih melirik penasaran kearah botol yang di pegang Lu Sun.
Dia berkata,
"Tidak jauh bos dari sani, bos jalan lurus ke bawah ikutin jalan batu ini, kemudian belok sedikit kekanan di sana ada deretan pertokoan semuanya khusus jual oleh oleh khas daerah sini.."
"Ok aku ke sana dulu, bapak silahkan teruskan sarapannya, setelah ini kita langsung kembali ke bandara."
"Ok siap bos..kalau repot bawa bawa botol, boleh titipkan ke saya aja bos botolnya."
ucap si supir sambil tersenyum licik.
Lu Sun menggelengkan kepalanya melihat supir yang nakal dan terus ingin menganggu Siau Yu.
Tanpa menjawab Lu Sun berjalan pergi, mengikuti arah petunjuk supirnya.
"Bajingan tuh orang, kenapa bos tidak berikan saja botol ini ke dia ? biar aku habisi sekalian.."
ucap Siau Yu marah.
Lu Sun tersenyum dan tidak menanggapi kekesalan teman barunya itu.
Dia terus melangkah menuju deretan pertokoan, Lu Sun membeli beberapa botol arak khas setempat, sedikit mirip perpaduan Vodka Rusia, arak susu kuda liar mongolia dan arak putih khas China.
Setelah itu Lu Sun pindah ke toko lain yang menjual kaos santai bergambar danau Kanas dan seekor monster yang mirip-mirip Siau Yu.
Lu Sun membeli 4 buah kaos yang berlogo sama, hanya beda ukuran saja.
Setelah puas berkeliling membeli beberapa penganan kering khas daerah tersebut, Lu Sun pun kembali ke arah mobil taxi rental yang dia tumpangi.
Sambil duduk santai menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, Lu Sun membiarkan Siau Yu ikut menikmati pemandangan sepanjang perjalanan dari dalam botol yang di pegang Lu Sun.
Siau Yu menikmati perjalanan itu dengan sangat antusias dan gembira.
Tanpa terasa mobil yang ditumpangi Lu Sun akhirnya tiba di bandara Altai, dimana pesawat jet pribadi Lu Sun sudah menantinya.
Setelah membayar ongkos sewa mobil nya, Lu Sun tiba-tiba teringat dengan teman lamanya Jeff Chang dan Dr Monica.
Jadi Lu Sun mengeluarkan HP nya dan langsung melakukan panggilan ke no HP Jeff Chang.
Dari sini Lu Sun berencana begitu tiba di Bei Jing, dia mau mampir sebentar ke kediaman presiden Xi.
Dalam kesempatan ini Lu Sun ingin sekalian memenuhi janjinya pada sahabatnya Jeff Chang, membawanya ikut main kerumah presiden Xi dan mencicipi masakan ibu presiden yang rasanya sangat luar biasa itu.
"Hallo Jeff kamu di mana ? apa kabar ?"
__ADS_1
tanya Lu Sun begitu panggilan telponnya tersambung.
"Ha...ha...ha..kakak Sun, kabar ku baik..ada angin apa ini bos besar teringat dengan ku..?"
ucap Jeff Chang sambil tertawa.
"Adik mu yang kere dan jadi pejabat rendah, bisa kemana lagi selain duduk manis di penjara."
ucap Jeff Chang minder.
Lu Sun tersenyum menanggapi keluhan temannya itu, sesaat kemudian baru berkata,
"Ini aku sekarang sedang dari Altai menuju Beijing, kita ketemuan di bandara Beijing 15 jam lagi bagaimana ?"
"Aku berencana mengunjungi kediaman presiden Xi ada sedikit urusan, barangkali kamu dan Monica mau ikut, aku akan mengajak kalian makan dan main kerumah bos besar mu itu, bagaimana ?"
Jeff terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,
"Aku tanya Monica dulu ya, ? kalau setuju aku akan segera kabari kakak' Sun.."
"Ok deal.. ditunggu..bye.."
ucap Lu Sun mematikan HP nya kemudian menaiki tangga berjalan masuk kedalam pesawat nya.
"Selamat datang Bos.. bagaimana perjalanan nya memuaskan bos ?"
tanya Vivi sambil tersenyum ramah.
"Baik Vi .. semua cukup lancar,.."
"Tolong beritahu pilot kita ke Beijing dulu ya."
ucap Lu Sun sambil berjalan memasuki pesawat.
"Baik bos.."
ucap Vivi sigap dan langsung menghubungi Co pilot menyampaikan pesan Lu Sun.
Setelah itu, dia baru berjalan menghampiri Lu Sun yang sedang duduk santai di bangku penumpang.
"Bos mau pesan minum atau makan apa ?"
"Boleh,.. apa aja yang ada ?"
tanya Lu Sun sambil tersenyum.
"Juice susu teh kopi, makanannya steak ikan salmon dan kentang keju.."
Boleh juice satu steak salmon nya 5, plus kentangnya 5 juga.
"Ok siap bos.."
__ADS_1
ucap Vivi yang sudah tidak heran dengan ***** makan bos nya yang kurang normal.
"Bos yang di botol itu ikan apa kok imut banget"
tanya Vivi sebelum pergi, dia membungkukkan badannya untuk bisa melihat lebih jelas bentuk ikan di dalam botol.
Siau Yu sangat gembira, dia berenang kesana kemari dengan bangga.
"Oh ini,.. dia salah satu jenis ikan langka dari danau Kanas.."
"Karena unik aku berencana membawanya pulang ke Nan Jing untuk di pelihara.."
ucap Lu Sun menjelaskan.
Vivi mengangguk kemudian dia berjalan pergi untuk mempersiapkan pesanan Lu Sun barusan.
"Bos,. tuan ku dulu tidak mengajari ku jurus perubahan, bisa tidak Bos mengajari ku jurus perubahan..?"
"Gadis itu cantik sekali,.aku jadi pingin bikin anak dengan nya.."
Lu Sun melirik kearah Xiau Yu dan berkata,
"Dasar mesum,.kamu seperti siluman B*Bi saja.."
"Ini gua ajarin..."
Lu Sun menutup bibir botol dengan tangan nya, lalu dia mengguncang guncang dan mengocok ngocok isi botol tersebut dengan kencang.
Beberapa saat kemudian dia baru meletakkan botol tersebut di atas meja.
Sambil tersenyum puas, Lu Sun memperhatikan Siau Yu yang mabuk berputar-putar mengambang di atas air dengan kondisi setengah sadar.
"Gimana udah berubah kan jadi pusing..?"
"Masih berani coba-coba berkhayal yang tidak tidak lagi..?"
tanya Lu Sun sambil tersenyum sadis.
Siau Yu tidak bisa menjawab hanya bisa mengumpat dalam hati, memaki-maki kebiadaban tuannya.
Setelah pusingnya hilang Siau Yu yang kesal, memilih berbaring di dasar botol malas bergerak gerak lagi.
Lu Sun yang melihat gaya Siau Yu, dia memilih mendiamkannya saja.
Lebih baik melatih dan bersikap tegas padanya, daripada nanti jadi kebiasaan dan berubah menjadi monster cabul seperti siluman B*Bi dan kerbau itu akan lebih repot, pikir Lu Sun dalam hati.
Setelah makan Lu Sun memilih menghabiskan waktunya dengan bermeditasi di kamar, menyempurnakan Kekuatan Bei Ming Sen Kung,. sesuai petunjuk di dalam gua.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam akhirnya pesawat jet pribadi Lu Sun mendarat dengan mulus di bandara Beijng.
Lu Sun tiba lebih cepat 3 jam dari perkiraan, ini karena dia menggunakan pesawat jet pribadi yang memiliki kecepatan terbang lebih tinggi dari pesawat penumpang umum.
__ADS_1
Bila menggunakan pesawat penumpang umum, paling cepat 17 jam baru bisa tiba di Beijing.