
"Karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, dia dikirim ke Qing Dao, ikut dengan nenek dan kakek luarnya di Qing Dao.
"Begitulah cerita yang aku ketahui"
ucap Pak Ken menutup ceritanya.
"Lalu siapa yang menjadi guru bela diri anak itu, dan mengapa tadi dia harus melarikan diri."
"Padahal kalah menang dalam pertandingan itu hal biasa, kalaupun kalah dia masih keluar sebagai juara 2."
tanya paman Mao heran.
Pak Ken menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kalau hal itu saya juga tidak tahu dan tidak mengerti, anak itu baru pindah ke sekolah kami 1 tahun ini.'
"Selama 1 tahun di sekolah kami dia terlihat normal seperti murid murid pada umumnya."
"Baru saat penyeleksian kompetisi, dia ikut bergabung dan mengalahkan semua calon dengan mudah."
"Karena itu kami membawanya kemari sebagai kandidat tunggal hanya itu yang aku ketahui."
Sedangkan siapa guru yang mengajarinya beladiri, dia mengatakan pada saya, gurunya adalah ayah dan kakeknya sendiri.
ucap pak Ken menjawab keheranan paman Mao.
Paman Mao menganggukkan kepalanya, setelah itu, dia kini menoleh kearah Pak Ma dan berkata,
"Pak Ma kali ini aku harus ucapkan selamat pada mu, kamu bukan hanya berhasil menyelenggarakan Acara pertandingan beladiri antar sekolah dengan sangat baik."
"Tapi sekolah mu juga memiliki talenta luar biasa yang memiliki ilmu seni beladiri kuno yang sangat langka."
"Dan kini talenta muda mu bahkan menyabet semua ajang pertandingan bela diri baik Tao Lu maupun San Da."
"Ini adalah sesuatu yang akan menjadi sejarah bagi ajang pertandingan seni beladiri di seluruh China."
ucap Mao sambil maju mengulurkan tangannya menjabat tangan Pak Ma.
Pak Ma menyambutnya, sambil tersenyum lebar penuh rasa bangga dan gembira.
Menteri pendidikan juga ikut maju menyalami dan mengucapkan selamat kepada pak Ma.
"Pak Mao dan Pak Wei terima kasih banyak, semua ini hanya kebetulan saja.
Saya sangat berharap kedepannya terus mendapatkan dukungan dari Pak Mao dan Pak Wei terhadap kemajuan sekolah kami.."
"Ha..ha..ha..ha..! itu tentu...tentu.."
jawab Menteri pendidikan sambil tertawa dan menepuk bahu pak Ma.
__ADS_1
"Asal sekolah mu, terus menunjukkan prestasi, soal itu pak Ma tidak perlu khawatir."
ucap menteri pendidikan menyatakan sikapnya.
"Pak Ma kalau boleh tahu, talenta mu yang bernama Afei itu, apa latar belakang dan asal usulnya.?"
tanya paman Mao penasaran.
Pak Ma tersenyum dan berkata,
"Pak Mao pasti mengenalinya, dia adalah putra angkat Tuan Lu sahabat bapak.."
"Ahh,.. pantas saja...pantas saja...ayah Naga, anaknya pun ... tidak heran tidak heran.."
"Pak Ma kamu harus tolong atur kan, presiden Xi, nanti berencana Setelah Acara penutupan selesai beliau ingin bertemu dengan Afei dan Tuan Lu di sini."
ucap Paman Mao serius.
"Baik pak siap, saya akan mengatur semuanya dengan baik.."
ucap Pak Ma penuh hormat.
"Baiklah kalau begitu, silahkan kalian lanjutkan, aku harus segera kembali ke sisi pak presiden.."
ucap Paman Mao berpamitan, lalu dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Sambil tersipu malu, dan mengucapkan terimakasih ke sahabatnya, dia kembali melanjutkan memimpin acara penutupan itu hingga usai
15 menit menjelang acara penutupan selesai, guru Ciu yang sedang menonton pertunjukan yang sedang di tampilkan oleh para muridnya.
Tiba-tiba mendapatkan telpon dari Pak Ma, yang meminta dirinya, agar pergi mengundang Lu Sun Afei dan seluruh keluarganya pergi keruangan Pak Ma.
Guru Ciu tidak bisa menolak tugas yang diberikan oleh atasannya.
Sehingga dia terpaksa menjalankan tugas tersebut. dengan perasaan kacau.
Sebenarnya dia sangat ingin bertemu dan berbicara banyak dengan Lu Sun, tapi di sisi lain dia juga tidak berani menemuinya.
Dia takut bila kembali bertemu, dia tidak bisa mengontrol perasaannya, sehingga hal itu hanya akan membawa luka baru bagi dirinya.
Dengan perasaan kacau balau, setelah acara tersebut selesai Guru Ciu berjalan menuju kearah bangku penonton, di mana Lu Sun duduk di dampingi kedua istrinya dan San er.
Giok Lan dan Ying Ying sebenarnya sejak Guru Ciu berjalan menghampiri kearah mereka, mereka berdua sudah tahu.
Mereka hanya berpura-pura tidak melihat nya saja.
Lu Sun sendiri juga tahu, Guru Ciu sedang berjalan menghampirinya, Lu Sun hanya berani menebak nebak di dalam hati.
Mengapa gadis yang sangat mirip dengan Ying Ying itu berjalan menuju ke arahnya.
__ADS_1
Bukannya dulu saat perpisahan, dia sudah mengungkapkan dengan jelas sikapnya.
Apa gadis itu masih merasa kurang jelas dan belum mampu move on dari dirinya.
pikir Lu Sun penuh tanda tanya.
Guru Ciu sempat mendengar kejadian yang menimpa istri Lu Sun hingga meninggal.
Tapi saat melihat Lu Sun masih di temani dua istri, dia menjadi sedikit penasaran dan kaget.
Tapi saat jarak mereka semakin dekat, dan dia mulai bisa melihat wajah kedua istri Lu Sun dengan jelas.
Guru Ciu benar-benar di buat kaget dengan kehadiran Ying Ying di sisi Lu Sun.
Guru Ciu serasa dirinya seperti sedang bercermin, dia melihat bayangan nya sendiri muncul di hadapannya, bahkan kini bayangan tersebut sedang duduk dan merangkul lengan Lu Sun dengan sangat mesra.
Tapi dia berusaha menenangkan diri nya, agar tidak terlihat konyol dan memalukan di hadapan mereka.
Kini apapun dia sudah tidak punya, jangan sampai sisa harga diri nya yang tinggal sedikit itu ikut pergi meninggalkan nya.
Setelah sedikit lebih tenang, Guru Ciu pun berkata,
"Apa kabar kak Sun..?"
"Maaf bila kehadiran ku mengganggu waktu kebersamaan kakak Sun dan keluarga.."
ucap Guru Ciu begitu tiba di dekat Lu Sun.
Lu Sun tersenyum tidak enak hati pada Guru Ciu dan berkata,
"Kabar ku baik, bagaimana dengan kabar mu adik Ting Ting..?"
"Jangan terlalu sungkan mari duduk bergabung bersama kita, Ohh ya ini Ying Ying istri ku dan yang ini kamu tentu sudah mengenalnya saat di Yi Hua resto dulu."
"Sedangkan yang satunya lagi, tentu kamu juga sudah mendengar kabar nasib buruk yang menimpa nya bukan ?"
tanya Lu Sun sedikit muram teringat kepergian Xue Yen yang mengenaskan.
"Kabar ku baik,.."
ucap Ting Ting sambil menyalami Ying Ying dan Giok Lan.
Lalu dia duduk di depan Lu Sun dan berkata,
"Jangan terlalu di pikirkan lagi, semua ini sudah takdir jalani saja.."
"Semua orang cepat lambat, tetap akan menempuh jalan itu."
"Kak Sun kedatangan saya, karena di tugaskan oleh Pak Ma, untuk mengundang kalian semua dan Afei ke ruangan kepala sekolah."
__ADS_1