KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEPANIKAN DAN EMOSI MONICA


__ADS_3

Ming Dao sambil menangis berkata,


"Tidak ibu.. Ming Dao paham kesulitan ibu...


Ming Dao tidak pernah menyalahkan ibu."


"Anak baik...anak baik...Ohh anak ku.."


ucap mertua Cin Liong sambil memeluk dan mendekap kepala Ming Dao di dadanya.


Melihat pertemuan yang mengharukan diantara mereka, Black Panther yang sejak lahir sudah tidak pernah mengenal kasih sayang ibu maupun ayah.


Merasa sedikit iri, dia memalingkan wajahnya menatap kearah jendela, lalu perlahan-lahan dia membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat itu.


"Mantu ku.. kemarilah.."


terdengar panggilan dari ibu mertuanya.


Black Panther menghentikan langkahnya, kemudian menoleh dan berkata,


"Ya ibu.."


"Anak mantu ku yang baik kemarilah duduk di sini temani ibu ngobrol-ngobrol sejenak.."


Black Panther mengangguk patuh, dia pun menghampiri ibu mertua nya.


Mengambil kursi Kemudian duduk disisi ibu mertuanya dan berkata,


"Ibu ada pesan apa ? selagi aku mampu aku pasti akan membantu memenuhi harapan ibu."


Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ada anak ku, ibu hanya ingin mengucapkan terima kasih pada mu.."


"Bila tidak ada kamu, mungkin ibu selamanya tidak akan pernah bisa bertemu dengan Ming Dao lagi."


Black Panther menepuk-nepuk lembut lengan wanita paruh baya itu dan berkata,


"Ibu tidak perlu bersikap sungkan seperti itu pada ku, kita adalah keluarga."


"Saling tolong menolong itu sudah semestinya."


"Ibu tidak perlu khawatir, selama aku masih hidup aku akan menjamin istri ku dan kakak nya hidup dengan tenang dan aman."


"Terimakasih banyak adik ipar.."


ucap Ming Dao senang.


Black Panther hanya menanggapinya dengan anggukan ringan.


Dia baru mengenal Ming Dao, dia belum mengenalnya dengan akrab, jadi Black Panther masih mewaspadai nya, tidak 100% percaya padanya.


"Ibu tahu demi menolong Ming Dao kamu pasti harus menempuh bahaya yang tidak kecil."


"Ibu benar-benar merasa tidak enak hati telah merepotkan mu dan melibatkan mu dalam masalah ini.."


Black Panther menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Ibu tidak perlu seperti itu, asal ibu bisa kembali sembuh sehingga Monica bisa tenang hatinya, itu sudah merupakan balasan terbaik buat ku.."


Wanita paruh baya itu tersenyum dan mengangguk,


"Monica sungguh beruntung bisa menemukan suami seperti mu.."


"Sikap mu ini jadi mengingatkan ku akan almarhum ayah Monica.."


ucap wanita paruh baya itu dengan sepasang mata berkaca-kaca.


Black Panther menepuk tangan mertuanya dengan lembut dan berkata,


"Sudahlah ibu yang lalu biarlah berlalu jangan terlalu di jadikan beban pikiran, yang penting saat ini ibu bisa segera sembuh dan kembali lagi kerumah kita."


Wanita paruh baya itu mengangguk kemudian berkata,


"Bagaimana keadaan Monica akhir-akhir ini apakah dia baik-baik saja.."


Black Panther menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Maaf ibu gara-gara aku, Monica akhir-akhir ini harus menderita penyakit mual dan muntah-muntah.."


"Jangan dengarkan dia ibu, aku baik-baik saja ini aku sudah datang."


"Lihatlah bukankah aku baik-baik saja..?"


ucap Suara lembut yang datang dari arah pintu.


Black Panther buru-buru berdiri dan menghampiri gadis yang bersuara merdu itu.


Black Panther menuntunnya dengan hati-hati menuju ranjang di mana wanita paruh baya itu terbaring.


"Sayang aku baik-baik saja tidak perlu dituntun seperti ibu-ibu yang mau melahirkan.."


Black Panther hanya tersenyum menanggapi candaan dari istrinya itu.


Wajah Monica tiba-tiba berubah menjadi pucat senyum dan tawa di wajahnya langsung hilang.


Dia menunjuk jari tangan black Panther yang lukanya sudah mengering.


"Itu...itu...jarimu kemana ? kenapa bisa begitu ? apa yang terjadi ?"


tanya Monica dengan mata terbelalak.


Cin Liong hanya tersenyum menanggapi sikap istrinya dengan tenang berkata,


"Cuma luka luar saja, tidak perlu di besar-besar kan, kalian pasti ada banyak hal yang ingin di bicarakan.."


"Sebaiknya aku tunggu di luar saja agar kamar jangan terlalu ramai.."


Monica menggelengkan kepalanya dengan panik dan berkata,


"Tidak... kamu harus jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?"


Dia lalu buru-buru memijit bell memanggil Suster perawat.


"Adik ini salah kakak', demi menolong kakak lah suami mu harus kehilangan kedua jarinya untuk di tukar dengan nyawa ku.."

__ADS_1


ucap Ming Dao dengan penuh sesal.


Wanita paruh baya itu kini berusaha bangun dari tiduran nya, tapi dia kesulitan bangun akhirnya dia berkata,


"Maafkan ibu..ibu lah yang telah membuat suami mu jadi seperti ini."


"Maafkan keegoisan ibu.. Monica dan Cin liong ibu minta maaf."


Black Panther buru-buru maju menenangkan mertuanya dan berkata,


"Ibu jangan begini, bila ibu ada apa-apa maka aku dan Monica akan menyesal seumur hidup."


"Nanti luka ini akan jadi sia-sia bila ibu ada apa-apa, tenangkan hati ibu, ibu harus cepat sembuh itu yang utama."


"Hal lain jangan di pikir lagi.."


Seorang suster berlari masuk ke kamar dan berkata,


"Ya...ada yang bisa saya bantu.."


Monica langsung menghampiri suster itu dan berkata,


"Suster tolong bawa suami ku untuk di obati jari tangan nya....jari tangannya...ahh..."


Monica terlihat kesulitan melanjutkan kata-katanya dia keburu menangis sesenggukan menutupi mulutnya menahan suara tangisnya.


Black Panther menghela nafas dan berkata,


"Sudahlah Monica jangan buat semua panik, aku tidak apa-apa.."


"Lebih baik kamu temani ibu ngobrol-ngobrol jangan membuat masalah kecil jadi rumit.."


"Masalah kecil kata mu...!!" kamu sudah seperti ini masih bilang masalah kecil..!! mana janjimu ?"


teriak Monica emosi .


Black Panther buru-buru berdiri memeluknya dan berkata,


"Ya sudah maaf aku yang salah ..ok..jangan marah lagi ."


"Aku sekarang akan ikut dengan suster pergi merawat luka, kamu tenang saja di sini bersama ibu.."


Sambil memeluk Monica dengan mesra Cin Liong berbisik pada istrinya,


"Sayang ingat kondisi ibu, kamu harus jaga ketenangan mu.."


"Ibu tidak boleh khawatir dan cemas, jangan lupa pesan dokter."


Monica mengangguk kecil sambil menahan Isak di dalam pelukan suaminya.


Black Panther mencium pipi istri nya dengan lembut kemudian dia melepaskan pelukannya dan bergerak meninggalkan kamar tersebut.


Mengikuti Suster perawat yang membawanya keruang klinik pengobatan.


Di sana lukanya di bersihkan dan diberi obat luka dan di bungkus dengan hati-hati oleh suster perawat.


Setelah mendapatkan resep dari dokter, dia pun pergi menebus obatnya.

__ADS_1


Sedangkan di ruangan perawatan ibu Monica, kini semua sudah kembali tenang mereka bertiga mulai ngobrol dengan akrab sambil tertawa gembira dan bahagia.


Monica meski diluar terlihat ceria dan gembira, sebenarnya di dalam hati dia sangat sedih menyesal dan merasa bersalah dengan suaminya.


__ADS_2