
"Ketika David menyatakan perasaannya ke sekretaris nya, saat mereka bertugas bersama di Gui Lin."
"Gadis itu menolaknya, meminta David mencari gadis lain saja, dia tidak pantas untuk David."
"Tapi David tidak menyerah dan terus mendekati gadis itu, hingga akhirnya gadis itu luluh dan menerima David menjadi kekasihnya."
"Singkat cerita mereka berdua pun tinggal bersama, kehidupan mereka sangat rukun dan berbahagia, bahkan mereka sudah menetapkan tanggal pernikahan dan melakukan berbagai persiapan untuk pernikahan mereka."
"Tapi ketika mendekati hari H karena terlalu kelelahan dalam persiapan pernikahan tersebut, gadis itu pingsan di kantor."
"Lalu David membawanya kerumah sakit, saat di lakukan pemeriksaan baru di ketahui ternyata gadis itu sedang mengandung 3 bulan."
"Tunggu dulu,!" potong Lu Sun sambil nyetir.
"Bagaimana kamu bisa tahu sebanyak dan sedetil itu ?"
Victor menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku sangat kasihan dengan nya, jadi hampir tiap malam aku menemaninya minum dan ngobrol, kemudian mengantarnya pulang."
"Aku tahu semua itu tentu dari mulut David sendiri."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Ok lanjutkan.."
"Sampai di mana aku tadi ?"
Tanya Viktor,
Lu Sun menggelengkan kepalanya tanda dia juga gak tahu.
"Ahh itu lah, si Boss main potong saja jadi lupa aku nya."
Lu Sun tertawa kemudian berkata,
"Kalau gak salah sampai di bawa ke rumah sakit ternyata hamil 3 bulan."
"Ohh ya,.."
ucap Victor teringat kemudian melanjutkan Kembali cerita nya.
"Mendapat kabar tersebut tentu baik David maupun pacarnya yang bernama Viona sangat kaget."
"Karena meski mereka tinggal bersama David tidak pernah menyentuhnya, David sangat mencintai dan menghargainya."
"Sebelum mereka resmi menjadi suami istri, David tidak mau memaksa dan melukai harga diri Viona."
"Kemudian Viona menceritakan semua masa lalunya kepada David saat mereka tiba di apartemen David."
__ADS_1
"Ternyata anak di kandungan Viona adalah anak dari hasil dirinya di perkosa oleh kakak dari suaminya."
Lu Sun mengerutkan alisnya dan berkata,
"Loh kok bisa begitu.?. gimana ceritanya..?"
Victor menghela nafas panjang kemudian berkata,
"Boss kalau di ceritakan panjang, itu Gym Dinasty sudah dekat, jangan kelewat."
"Kita mau ke Gym atau cari cafe untuk meneruskan cerita ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Kita ke Gym dulu, ceritanya kita lanjutkan nanti saja."
Lu Sun membawa mobilnya masuk kedalam sebuah gedung bertingkat 5 yang besar dan megah.
Lu Sun memarkirkan mobilnya di basement, kemudian dia dan Victor pergi ke lobby menggunakan lift.
Di lobby Lu Sun melakukan pendaftaran dan pembayaran yang di layani oleh dua orang gadis muda yang cantik-cantik.
Kedua gadis itu memandang Lu Sun dengan penuh tatapan kagum, tapi Lu Sun tidak terlalu memperdulikan mereka.
Dia sedang terburu-buru ingin cepat-cepat bisa segera masuk keruang Fitness dan Aerobik yang terletak di lantai 3.
Bila dia melayani godaan kedua gadis itu, dia bisa kehilangan best moment untuk bertemu kliennya.
Mereka menganggap Lu Sun terlalu sombong dan kaku tidak menyenangkan meski punya tampang keren.
Jadi mereka mengalihkan perhatian mereka ke Victor, Victor yang cabul dengan senang hati melayani obrolan dan candaan mereka.
Sedangkan Lu Sun setelah mendapatkan Id card-nya berpesan pada Victor,
"Kalau sudah selesai, susul saya di lantai 3 ruang fitness dan aerobic...ya..!"
Victor hanya menanggapinya dengan mengedipkan mata dan bersikap santai.
Lu Sun sambil menghela nafas menggelengkan kepalanya bergumam,
"pria begini emang paling cocok dengan betina pelit berotak kecil berdada besar..."
Lu Sun tiba di lantai 3 di mana untuk menuju ruangan fitness dia harus melapor kesebuah meja pelayan member.
Setelah menunjukkan kartu dan mendapatkan penjelasan peraturan dan penawaran pendamping latihan private.
Lu Sun hanya menanggapinya dengan senyum dan menolak untuk didampingi pelatih private.
Sebelum meninggalkan tempat meja Pelayan Lu Sun di berikan sebuah kunci loker pribadi, sejumlah perlengkapan mandi, seperti sampo sabun dan handuk.
__ADS_1
Lu Sun kemudian di persilahkan masuk kedalam ruangan fitness ditemani oleh seorang pelatih untuk pengenalan alat latihan.
Pelatih itu berjalan didepan, Lu Sun mengikutinya dari belakang, pelatih itu menunjuk ke arah kamar mandi dan ruang ganti pakaian dia berkata,
"Mr Sun silahkan anda berganti terlebih dahulu, loker juga terletak di dalam sana."
Lu Sun mengangguk kemudian dia masuk kedalam ruangan yang ditunjuk oleh pelatih itu.
Begitu keluar dari dalam ruang ganti, si pelatih sedikit terpesona dengan otot-otot ditubuh Lu Sun.
Kebanyakan orang bila selesai latihan ototnya baru mengembang dan terlihat besar.
Tapi Lu Sun berbeda, belum mulai berlatih pun ototnya terlihat besar dan kencang.
"Mr Sun sebelum bergabung di sini, kamu biasa nya berlatih di Gym mana ?"
tanya pelatih tersebut penasaran.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata ,
"Ini pertama kali aku masuk ketempat ini, sebelumnya aku hanya berlatih dirumah saja."
Mendengar jawaban Lu Sun pelatih itu mengangguk, dia berpikir di rumah Lu Sun mungkin memiliki alat yang tidak kalah lengkap dengan tempat Gym mereka.
Lu Sun datang kesini hanya untuk berganti suasana saja.
Atau secara narsis Lu Sun ingin memamerkan ototnya di sini.
Pantes saja ototnya terlihat begitu padat, dia pasti habis berlatih dirumah baru kesini.
Lu Sun begitu masuk kedalam ruangan fitness, dia mengedarkan matanya mencari-cari, tapi dia tidak melihat orang yang di carinya.
Jadi dia mengikuti si pelatih berkeliling menjelaskan berbagai fungsi alat dan cara penggunaannya.
Selain itu si pelatih juga memberi contoh cara berlatih sambil memberi penjelasan.
Lu Sun melihat peralatan di sana, sebagian besar ada di rumahnya, yang sering menggunakan nya malah Ying Ying, karena Lu Sun tidak begitu mengerti cara menggunakan alat-alat itu.
Kini setelah mendapat penjelasan dari pelatih dia jadi mengerti.
Setelah memperkenalkan semua alat-alat di sana, sang pelatih pun kembali ke pos nya.
Karena tugas dia hanya memperkenalkan alat dan cara berlatih saja secara standar.
Kecuali Lu Sun mengambil latihan private dengan nya, tentu dia akan mendampingi Lu Sun berlatih dengan programnya sampai selesai.
Sebelum pergi pelatih menyarankan Lu Sun untuk pemanasan dengan naik sepeda dulu selama 15 menit atau menggunakan mesin tread Mill selama 15 sampai 30 menit.
Baru masuk ke latihan angkat beban, beberapa gadis muda yang sedang berlatih ditempat itu.
__ADS_1
Sejak kehadiran Lu Sun di sana mereka terus diam diam mengawasi Lu Sun.
Lu Sun sebenarnya mengetahuinya, tapi dia pura-pura tidak tahu dan mulai berlari diatas sebuah mesin treadmill, setelah dia mengatur waktu dan menyetel Tingkat kecepatan nya.