KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
6. Kembali


__ADS_3

Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Tengah, Di dalam Hutan Kematian.


Wu Liang dan kelompoknya masih mencari Wu Shen yang menghilang di dalam Hutan Kematian, kelompok lainnya juga sama masih mencari Wu Shen karena hadiahnya yang besar sebanyak 100.000 koin emas.


Mereka mencari Wu Shen hingga 5 hari telah berlalu dan masih belum menemukan Wu Shen, Wu Yue ibunda Wu Shen mulai cemas dan berharap pada Dewa agar Wu Shen di temukan dalam keadaan baik baik saja.


"Suamiku, kemanakah anak kita? Apa kita membuatnya marah, sehingga dia masuk ke dalan Hutan Kematian yang mengerikan ini sendirian?". Tanya Wu Yue pada suaminya.


"Kita tak merasa menyakiti dirinya, tapi aku tak tau apa yang dia rasakan saat sebelum dia menghilang". Jawab Wu Liang sang suami.


"Ayah... Ibu... Ini sudah hampir 1 minggu penuh dan kita belum juga menemukan adik, kemana lagi kita akan mencarinya??". Tanya Wu Lan saudari kedua Wu Shen.


"Ayah juga tak tau akan mencari nya kemana lagi, lebih baik kita segera mencarinya agar bisa menemukannya lebih cepat". Jawab Wu Liang, menenangkan Wu Lan.


Wu Lan hanya diam saja, dia dan Wu Feng saudara pertama Wu Shen selalu berakting untuk menutupi kesalahan mereka, sekarang sudah beberapa mill jauhnya dari pertama kali mereka masuk Hutan Kematian.


Beberapa saat kemudian setelah mereka berjalan lebih ke dalam, mereka di kejutkan oleh bangkai mayat Harimau Buas yang setara dengan Tahapan Awal Tingkat Emas, walaupun Harimau Buas tersebut sudah tak bernyawa namun aura nya masih ada di sekitarnya.


Di barisan kedua bagian samping, Wu Feng dan Wu Lan sangat terkejut karena yang mereka lihat saat ini adalah Bos Harimau Buas yang beberapa hari lalu mereka sempat bertemu, saat itu mereka menjebak Wu Shen untuk di tinggalkan di Hutan Kematian ini sendirian bersama ke 7 Harimau Buas.


"Kakak, kenapa Bos Harimau Buas ini ada di sini? Dia sangat menjijikan, apa yang dia lawan hingga menjadi seperti ini?". Wu Lan melihat wajah kepala Harimau Buas itu seperti hancur dan tubuh nya juga seperti patah semua tulangnya.


"Aku juga tak tau kenapa Harimau Buas itu seperti ini, kemungkinan ada Hewan Buas lainnya yang lebih kuat dari Harimau Buas itu di sekitar sini". Wu Feng menduga bahwa ada Hewan Buas lainnya yang lebih kuat.


"Ya, mungkin seperti itu. Tak mungkin Wu Shen yang melakukan ini, saat itu kita meninggalkannya yang tak punya tenaga dalam bahkan belum masuk ke Tahapan Awal Tingkat Tembaga". Wu Lan sangat yakin bahwa dirinya dan Wu Feng meninggalkan Wu Shen tanpa menitipkan sesuatu untuk melawan Harimau Buas itu.


"Apa yang kalian bicarakan??". Karena penasaran dan melihat kedua anaknya mendiskusikan sesuatu, Wu Liang mendekati mereka dan bertanya.


"Ah, tidak yah. Kami hanya membicarakan Harimau Buas itu yang mati secara mengenaskan, kami berpikir bahwa ada Hewan Buas lain yang lebih kuat dari Harimau Buas ini atau mungkin itu Monster". Merasa gugup, Wu Feng menjelaskan secara logika kematian Harimau Buas itu, agar tak menuai kecurigaan ayahnya.


"Ya, masuk akal juga kau nak. Lebih baik kita pindah ke tempat lain yang aman dan bebas untuk mencari Wu Shen, jika kita tetap mencarinya di sekitar sini, takutnya Hewan Buas atau Monster yang mengalahkan Harimau Buas itu menemukan kita dan nasib kita sama dengan Harimau Buas itu". Wu Liang berspekulasi bahwa yang mengalahkan Harimau Buas itu adalah Hewan Buas lain atau Monster yang ada di sekitar nya berdiri, jadi dia mengumumkan pada kelompoknya untuk berpindah tempat di lokasi yang lebih aman untuk mencari Wu Shen.

__ADS_1


Kelompok 1 ber 100 orang serta 4 Keluarga Wu Shen pun pergi dari lokasi tersebut ke arah yang berbeda, mereka tak ingin mengalami suatu hal yang bisa membahayakan mereka.


Di sisi lain, Kelompok 3, 5, 8, 10, 13 dan 15 juga menemukan bangkai mayat Harimau Buas yang kondisinya sama seperti yang Kelompok 1 tadi temukan, Kelompok tersebut juga berpindah lokasi untuk mencari tempat yang aman karena mereka tau bahwa ada banyak Hewan Buas dan Monster yang sangat kuat di Hutan Kematian ini.


~


Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Tengah, Di Kedalam Hutan Kematian.


Terlihat seorang bocah berusia 14 tahun sedang melakukan meditasi, bocah tersebut adalah Wu Shen.


5 hari yang lalu.


Sehari setelah kejadian di malam itu, Wu Shen masih memikirkan latihan pertamanya yang akan dia lakukan.


"Hmm.... Mungkin kitab ini yang pertama akan aku pelajari". Sambil memikirkan sebuah kitab yang di berikan Dewa Kematian dan Kehidupan pada Wu Shen saat itu.


Wu Shen saat ini mempunyai ingatan yang sangat bagus, jelas dan mungkin susah untuk melupakan suatu hal di ingatannya.


Artinya, saat ini Wu Shen adalah bocah yang pintar karena selalu ingat apa yang terjadi sebelumnya.


Dia juga ingat beberapa kitab yang di berikan padanya dari Dewa Kematian dan Kehidupan beserta isinya, jadi dia bisa mempelajarinya tanpa menggunakan buku karena dia bisa mengingat semuanya.


"Sepertinya 'Kitab Pengendalian Diri' ini harus ku pelajari pertama kali, karena isinya sangat bermanfaat untukku saat ini". Wu Shen mengingat bahwa di beberapa kitab tersebut ada yang namanya 'Kitab Pengendalian Diri', meski di dunia saat ini ada kitab tersebut tapi itu tidaklah komplit, dan yang ada dalam pikiran Wu Shen saat ini adalah kitab yang lebih komplit.


Isi dari 'Kitab Pengendalian Diri' tersebut adalah tentang bagaimana seorang kultivator mengendalikan tenaga dalamnya, mengatur dantiannya, memposisikan fisiknya dengan tenaga dalamnya serta menstabilkan stamina sang kultivator dan beberapa hal lainnya yang bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Jadi yang di pelajari Wu Shen saat ini adalah Bagaimana caranya untuk mengendalikan tenaga dalamnya agar stabil dan sesuai dengan bentuk fisiknya, yang artinya setelah latihan ini selesai mungkin Wu Shen akan melatih dirinya sendiri secara fisik.


Latihan Wu Shen saat ini sangat gampang, dia hanya melakukan meditasi dan mengatur tenaga dalamnya di dantian nya, dia harus menstabilkan seluruh nya di dalam tubuhnya.


Wu Shen terus melakukan hal itu hingga 2 hari selanjutnya, Wu Shen masih bermeditasi di dalam Hutan Kematian yang sangat jauh dan dalam.

__ADS_1


~


Di samping itu, setelah mengarungi Hutan Kematian dan tak kunjung menemukan Wu Shen. Wu Liang dan kelompoknya memutuskan untuk menyudahi pencarian dan menerima kematian anaknya, Wu Yue juga sempat menangis karena selama ini ibu dari Wu Shen tersebut sangat jarang bertemu dengan Wu Shen karena masalah pekerjaan.


"Ayo kita kembali saja, ini sudah seminggu penuh dan tak menemukan Wu Shen. Mari kita relakan saja, istriku". Karena sudah seminggu penuh pencarian tanpa hasil, akhirnya Wu Liang mengatakan hal itu dan dia menenangkan istrinya untuk merelakan kepergian Wu Shen.


Wu Yue sang istri hanya bisa menangisi kepergian anaknya, Wu Liang hanya bisa memeluknya untuk menenangkan sang istri.


Di barisan kedua bagian samping, Wu Feng dan Wu Lan merasa sangat lelah karena mereka mencari sesuatu yang tak akan pernah di temukan.


Kedua saudara ini sudah tau dari awal bahwa Wu Shen tak akan di temukan karena sudah menjadi santapan Harimau Buas sebelumnya, bahkan jejaknya pun hilang tanpa sisa.


Kelompok lainnya juga begitu, melakukan hal yang sama. Yaitu menyudahi pencarian ini, karena mungkin Wu Shen sudah di makan oleh Hewan Buas di sini.


Setelah beberapa hari mereka balik ke arah pintu masuk Hutan Kematian, hanya 2 hari saja mereka sampai di pintu masuk itu.


Wu Liang mulai berpidato lagi, "Sudah seminggu penuh kita mencari Wu Shen anak ketigaku dan tak kunjung menemukan dirinya, hari ini kita sudahi saja pencarian ini dan kami akan merelakan Wu Shen yang hilang"


"Di samping itu, saya sebagai kepala keluarga serta ayah dari anak tersebut. Mengucapkan banyak terima kasih pada para relawan yang membantu untuk mencari anak ku, bagaimanapun kalian sudah susah payah membantu kami mencari anak kami yang hilang"


"Tak enak jika tak memberi imbalan, kami akan memberi beberapa uang koin untuk kalian yang membantu dalam pencarian Wu Shen, jadi terimalah sedikit uang koin ini untuk kalian". Wu Liang serta keluarganya memutuskan untuk merelakan anak ketiganya yang hilang, mereka juga akan memberikan beberapa imbalan untuk relawan yang membantu.


Para prajurit dari Kerajaan Tengah yang ikut membantu pencarian Wu Shen juga akan mendapat tambahan di gaji mereka nanti, Wu Liang menyuruh beberapa penjaganya untuk menyerahkan beberapa uang koin untuk setiap orang yang mau jadi relawan.


Beberapa penjaga Wu Liang di kerahkan untuk membantu memberikan beberapa uang koin pada relawan tersebut, seluruh relawan juga ikut berterima kasih pada sang penjaga yang nanti akan di sampaikan untuk Wu Liang.


Banyak sekali yang berterima kasih dan menghormati Wu Liang saat ini, karena ia merupakan salah satu sosok yang sangat dermawan walaupun dia seorang Bangsawan Kelas Atas.


Di dunia ini sangat jarang sekali, keluarga kerajaan apalagi sosok bangsawan yang sangat baik pada penduduknya, jika ada itupun hanya untuk menutupi wajahnya di balik sifat aslinya.


Setelah sudah selesai para penjaga memberikan uang koin pada para relawan, keluarga Wu Shen dan ke 1000 pasukannya kembali ke Kerajaan Tengah, karena urusannya sudah selesai di Kota Jin.

__ADS_1


Wu Yue sang ibu juga sangat sedih karena merasa kehilangan anak nya, di samping itu kedua saudara Wu Shen memiliki raut wajah yang biasa saja seakan tak merasa bersalah bahwa mereka yang membunuh Wu Shen dengan cara meninggalkan Wu Shen sendiri di Hutan Kematian.


__ADS_2