KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KAMAR HOTEL BERPEMANDANGAN INDAH


__ADS_3

Mereka setiap berpapasan dengan rombongan Lu Sun selalu menatap Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan dengan sangat tidak sopan.


Seolah olah ingin menelanjangi ketiga gadis cantik itu dengan mata mereka yang haus bir*hi.


Ketiga istri Lu Sun tentu sangat risih, mereka memilih bersembunyi di belakang Lu Sun.


Lu Sun juga menyadari hal itu, tapi dia juga tidak berdaya mencegah orang-orang itu memperhatikan ketiga istrinya yang memang sangat cantik dan menarik.


Lu Sun mengikuti Huang Fei Nan yang langsung membawa mereka menuju kamar yang sudah di siapkan oleh nya untuk Lu Sun dan ketiga istrinya.


Total ada 3 kamar yang semuanya memiliki pemandangan bawah laut.


Berhubung persediaan kamar dengan pemandangan bawah laut sangat terbatas.


Maka kakek Huang hanya berhasil mendapatkan 3 kamar itu buat Lu Sun dan rombongannya.


Kamar pertama yang berukuran lebih besar ditempati oleh Ying Ying karena dia gabung dengan kedua pengasuh dan Lu San dalam satu kamar.


Sedangkan kamar kedua dan ketiga di tempati oleh Xue Yen dan Giok Lan.


Begitu masuk kedalam kamar suasana menakjubkan langsung terhampar di hadapan mereka.


Mereka seolah-olah di kelilingi oleh akuarium dimana mereka bisa melihat berbagai jenis ikan berseliweran didepan kaca jendela kamar mereka.


"Tuan silahkan beristirahat dulu, nanti jam 5 sore saya baru kemari menjemput anda menghadiri acara pelelangan."


ucap Kakek Huang penuh hormat kemudian mengundurkan diri dari sana.


Lu Sun mengangguk sambil mengantarkan kakek Huang sampai didepan pintu kamar, Lu Sun pun berkata,


"Terimakasih banyak senior, anda sudah berlelah dalam acara ini.."


Kakek Nan tersenyum dan berkata,


"Jangan sungkan tuan itu sudah tugas ku, permisi selamat beristirahat."


Setelah kakek Nan pergi, Lu Sun baru menutup pintu kembali kedalam kamar.


Lu Sun tersenyum melihat anaknya dengan antusias berlari kesana-kemari di temani oleh kedua pengasuhnya.


Sedangkan Ketiga istrinya terlihat sedang duduk santai di sofa sambil mengobrol santai di sana.


Lu Sun berjalan menghampiri mereka dan ikut duduk bergabung di sana sambil berkata,

__ADS_1


"Nanti sore siapa yang mau ikut menemani ku ke acara lelang.?"


Mereka bertiga saling pandang, kemudian Giok Lan berkata,


"Aku gak ikut deh ke acara lelang yang membosankan, aku akan mengajak Lu San bermain-main di water park yang berada dalam lingkungan hotel ini."


Ying Ying dan Xue Xue saling mengangguk kemudian Ying Ying berkata,


"Kalau begitu aku dan Xue Xue yang akan temani kamu ke acara lelang.."


"Baiklah kalau begitu sekarang kita beristirahat dulu nanti jam 5 sore kita baru pergi ke acara lelang."


ucap Lu Sun memutuskan.


"Sayang kamar mu sudah terlalu ramai, aku istirahat di kamar Xue Xue aja, kalau ada apa-apa telpon saja."


ucap Lu Sun ke Ying Ying.


Kemudian dia pun berdiri dari duduknya memberi kode agar Xue Xue mengikutinya kembali ke kamarnya.


Xue Xue menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sun ke ke duluan saja ini kunci kamarnya, nanti saya baru nyusul."


Lu Sun masuk kedalam kamar Xue Yen, melihat pemandangan bawah laut yang tenang dan indah di kaca jendela ruang tamu.


Lu Sun kemudian duduk di samping jendela itu mengeluarkan sebuah kitab kuno yang pernah di berikan oleh guru si topeng besi yang belum sempat dia pelajari.


Lu Sun mulai mempelajari kitab tipis itu, dengan kemampuan dan pengetahuan nya selama ini bukan hal sulit baginya untuk mempelajari buku tersebut.


Dia hanya perlu waktu dan fokus untuk mengartikan cara dan tehnik pengendalian itu.


Lu Sun mulai mempelajari lembar demi lembar kitab tersebut, saat dia berhasil mempelajari kitab tersebut hingga halaman terakhir.


Lu Sun mencobanya ke seekor ikan yang sedang berenang melewati depan kaca jendelanya.


Begitu energi kehidupan mahluk hidup itu di ledakan oleh Lu Sun, ikan itu langsung mengambang dan perlahan-lahan tenggelam ke bawah.


Ilmu yang sangat sadis pikir Lu Sun dalam hati, dengan menguasai tehnik ini mau sehebat apapun lawan mu.


Hanya cukup satu kali serangan saja, musuhnya akan mati tanpa menyadari bagaimana dirinya bisa terbunuh.


Lu Sun setelah termenung sejenak, dia lalu menyimpan kitab kuno itu kembali kedalam gelangnya.

__ADS_1


Lalu dia berjalan menuju ruang tidur, ternyata Xue Xue sudah kembali kedalam kamar.


Dia sedang asyik tidur pulas di sana.


Tadi sewaktu Xue Xue pulang melihat Lu Sun sedang fokus dan serius mempelajari kitab tipis di tangannya.


Tanpa mengganggu Lu Sun, Xue Xue diam-diam langsung masuk kedalam kamar untuk tidur dan beristirahat.


Karena menempuh perjalanan jauh yang melelahkan, dalam waktu singkat Xue Xue langsung tertidur pulas.


Lu Sun tidak jadi berbaring di kasur, dia memilih duduk bermeditasi di samping Xue Xue.


Xue Xue punya kebiasaan gampang terbangun, bila ada orang lain yang tidur di sampingnya.


Mungkin ini semua karena trauma yang pernah dia alami, akibat pernah menjadi tahanan Jack dan Ming Dao.


Lu Sun menyetel alarm HP nya baru dia larut dalam meditasi nya, bila itu tidak di lakukan bisa-bisa Lu Sun kebablasan dalam meditasi nya.


beberapa jam berlalu, akhirnya HP Lu Sun alarmnya berbunyi, Xue Yen yang duluan terbangun.


Saat melihat Lu Sun duduk di lantai bermeditasi di sampingnya, Xue Yen menatap Lu Sun dengan tatapan kasihan.


Dia tahu Lu Sun sengaja mengalah, tidak beristirahat tidur di ranjang karena takut mengganggu tidur nya.


Lu Sun perlahan-lahan membuka matanya menatap Xue Yen sambil tersenyum berkata,


"Kamu sudah bangun sayang, ayo kita bersiap-siap sambil menunggu kedatangan kakek Nan."


Xue Yen mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku mau mandi dulu, Sun ke ke mau ikut mandi bersama..?"


Lu Sun mengangguk cepat, dia dengan penuh semangat menggendong Xue Yen kedalam kamar mandi.


Saat masuk kedalam kamar mandi Lu Sun baru terkejut, ternyata bentuk kamar mandinya sangat unik.


Mereka seolah-olah berada dalam sebuah gelembung udara yang terletak di dasar laut.


Di mana di sekitar mereka di suguhi pemandangan bawah laut di mana berbagai jenis ikan berseliweran di sekitar mereka, bahkan ada yang berenang lewat di atas kepala mereka.


Karena merasa kurang nyaman seolah olah ikan ikan sedang menonton mereka berdua.


Baik Lu Sun maupun Xue Yen saling pandang kemudian mereka berdua sama-sama tertawa dan memutuskan untuk tidak melakukan kegiatan olahraga mereka di kamar mandi.

__ADS_1


Mereka berdua buru-buru mandi kemudian keluar dari sana untuk berganti pakaian.


__ADS_2