
Perawat ini sangat cantik terutama sepasang lesung Pipit di kiri dan kanan pipinya, di tambah lagi di bawah sudut bibir kirinya dekat dagu ada t*hi lalat kecil.
Membuat dia bila sedang tersenyum terlihat sangat seksi, sikapnya yang kalem sopan dan lembut.
Membuat dirinya selalu menjadi primadona para dokter di rumah sakit ini.
Bentuk badannya juga sangat ideal, tidak besar tidak kecil, semua terasa pas terkesan anggun.
Mendengar tegurannya baik di imut maupun si kacamata, menjadi terdiam dan buru buru mengerjakan tugas mereka dengan serius.
Tapi si kepang kuda masih belum puas, dia segera berkata,
"Bagaimana kalau kita bertaruh, aku bilang dia cacat dari total gak da fungsinya lagi, bahkan anunya pun gak ke pake lagi.."
Setelah berucap si kepang kuda Tersenyum penuh arti menatap ke 3 rekannya.
"Kalian mau apa ? ku peringatkan jangan macam-macam.."
ucap perawat berwajah kalem itu khawatir.
"Udah kamu diam aja bawel, klo takut gak usah ikutan, tutup aja mata mu dengan tangan.."
ucap Si kepang kuda semakin nekad.
Lu San dalam hati berpikir mampus gue, mereka mau ngapain gue.
Ini benar-benar gila, dan gak beradab, kenapa rumah sakit ayah bisa punya suster perawat gak bermoral gini..
Si imut ikut tertawa dan berkata,
"Aku bertaruh sebaliknya, dia hanya cacat kaki tangan saja, pinggul dan anunya masih bisa bekerja dengan sempurna sebagai suami.."
Si kacamata tersenyum nakal dan berkata,
"Kalau begitu harus di tes baru tahu..?"
"Aku sependapat dengan Mery..."
Mery adalah si imut kecil yang bahenol.
"Kalian jangan kelewatan, aku...aku..akan lapor ke prof Billy..!"
teriak si wajah kalem panik.
"Udah loe jangan pura-pura, tar juga ngintip lewat sela sela jari.."
ucap si imut sambil tertawa.
Si kacamata juga ikut tertawa.
Si wajah kalem dengan wajah merah, mengeluarkan HP nya dengan geram dia ingin menelpon prof Billy melaporkan kelakuan temannya yang biadab.
Tapi sebelum dia melakukan panggilan, si kuncir kuda berkata,
"Telpon aja kalau berani, aku akan berikan video mu bersama Dr Toni pada prof Billy sekalian, aku mau lihat siapa yang akan sial.."
"Ayo telpon kali berani..."
Si muka kalem terpana, dia menghentikan gerakan tangan nya.
__ADS_1
"Apa...apa..maksud mu..?"
Si kepang kuda berkata,
"Tidak ingin orang tahu, makanya jangan berbuat.."
"Kamu...kamu...!"
ucap si kalem wajahnya menjadi pucat.
"Cepat kembalikan video itu pada ku..!"
teriaknya panik.
Dia maju mendekati si kepang kuda dengan sikap penuh ancaman, wajahnya merah menahan emosi.
Si kepang kuda Tersenyum mengejek, dan berkata,
"Kamu ingin rampas HP ku, dan menghapusnya, silahkan saja."
"Aku masih banyak cadangan nya, dan bila aku kesal."
"Seluruh rumah sakit ini, termasuk suami mu, dirumah sebentar lagi akan tahu kelakuan mu bersama Dr Toni..."
ucap Si kepang kuda sinis.
"Jangan...jangan...ku mohon jangan...suami ku tidak boleh tahu... tolong jangan.."
ucap si muka kalem pucat dan panik.
Si kepang kuda tertawa dan berkata,
"Apa..apa .. yang kamu inginkan.."
tanya si muka kalem dengan wajah pucat.
"Kamu yang harus membantunya berdiri dan buktikan punya nya masih berfungsi normal."
"Kamu harus bermain dengan nya, cepat lepaskan bawahan mu, dan beraksi lah, sebelum aku berubah pikiran..."
ucap si kepang kuda tanpa perasaan..
Si muka kalem berdiri gemetaran di tempat, sesaat kemudian sambil terisak dia berkata,
"Aku sudah cukup sial di paksa oleh si brengsek Toni, kumohon kamu janganlah memaksa ku melakukan hal itu lagi..."
"Aku tidak ingin menghianati kepercayaan suami ku, kasihan ni lah aku.."
"Kalian mau melakukan apa silahkan saja aku tidak ikut campur lagi..."
Si kepang kuda kembali berkata,
"Tadinya ya, tapi setelah berpikir pikir aku sekarang berubah pikiran.."
"Orang seperti kamu ini, bila tidak di libatkan pasti akan membocorkannya suatu hari.."
"Cepat lakukan atau aku akan memviralkan nya, terserah kamu di paksa atau suka rela, yang jelas kamu terlihat menikmatinya."
"Bila suami mu lihat aku jadi ingin tahu reaksinya, istrinya yang di anggap suci seperti Dewi ternyata..hi..hi..hi.."
__ADS_1
ucap si kepang kuda sambil tertawa mengejek.
Si wajah kalem dengan wajah sedih tak berdaya berkata,
"Aku akan membuktikan nya dengan mulut ku saja ya..?"
Si kepang kuda menggoyangkan jarinya didepan wajahnya dan berkata,
"No...no...no.. tidak bisa... lakukan dengan normal, kamu diatas, dia di bawah.."
"Kamu...!"
ucap si muka kalem sambil menunjuk wajah si kepang kuda dengan sangat emosi.
"Tidak,.. aku tidak mau... mengulangi untuk kedua kalinya bersama pria yang bukan suami ku..."
"Kamu tidak bermoral, aku tidak mau, silahkan saja bila kamu mau.. viral kan.."
"Aku percaya suami ku, akan mempercayai penjelasan ku.."
ucap si kalem dengan marah dan putus asa.
Mulutnya berkata begitu, tapi airmatanya mulai bercucuran badannya gemetar, dia sendiri tahu persis.
Bila suaminya sampai tahu, perbuatan nya bersama Dr Toni, meski dia adalah korban perkosaan.
Sudah pasti kebahagiaan keluarga nya akan hancur, mereka berdua pasti akan berakhir di meja perceraian.
Taruhlah suaminya bisa menerimanya, mertua nya dan keluarga suaminya yang lain yang pada dasarnya tidak menyukainya.
Karena dia berasal dari keluarga kurang mampu, mereka pasti akan memanfaatkan momen ini untuk menghujatnya habis habisan.
Dan cepat atau lambat suaminya pasti akan menceraikannya karena tidak tahan dengan cemoohan dan hasutan dari keluarganya.
Tapi kini dia sudah pasrah, lebih baik dia bercerai dari pada dia terjerumus ke hal yang lebih hina lagi.
Lu San yang mendengar semua pembicaraan mereka sangat geram, dan dia sangat kagum dengan keteguhan hati gadis yang berwajah kalem itu.
Lu San yakin, dia pasti adalah korban kebiadaban dokter brengsek itu, saat ini dia harus bertindak membantu gadis itu.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatan nya, Lu San tiba-tiba berteriak,
"Ayahhhhhhhhhh....tolong....!"
"tolong...San er....ayahhhhh...!!"
Keempat perawat itu terkejut dan kaget, saat mendengar teriakkan Lu San yang sangat keras.
Lu Sun yang memiliki pendengaran tajam, begitu pula dengan kedua istrinya.
mereka tentu mendengar nya dengan sangat jelas.
Meski ruangan ICU cukup jauh dari ruang tunggu dan tertutup rapat, bila orang biasa, tentu tidak akan mendengar nya.
Tapi Lu Sun dan kedua Istrinya mereka bukan orang biasa.
Tanpa menunggu teriakan kedua, Lu Sun dan kedua Istrinya sudah menghilang dari ruang tunggu dan muncul di dalam ruangan ICU secara tiba-tiba.
Meninggalkan Deborah dan Alicia yang terbengong di tempat, karena Lu Sun Giok Lan dan Ying Ying seperti tukang sulap yang bisa menghilang begitu saja.
__ADS_1
Bahkan kemana mereka pergi kedua gadis itu juga tidak tahu.