KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERPAMIT


__ADS_3

"Yun er dimana Niang Niang dan yang lainnya..?"


"Tolong antar kami kesana, Sun er ingin menjemput Lan er dan istrinya yang lain, mereka akan segera kembali ke dunia fana.."


ucap Kaisar Langit ke putri ke 7 nya.


"Baik ayahanda dan kakak Sun mari saya antar.."


Lu Sun tidak banyak bicara dia hanya menganggukkan kepalanya.


Putri ke 7 memang sangat cantik luar biasa, bahkan Lan er yang tercantik di antara semua istrinya, masih kalah jauh darinya.


Tapi melihat gerak gerik dan tatapan putri ke 7 padanya, Lu Sun sadar bila dia terlalu menanggapinya bisa timbul masalah baru seperti antara Giok Lan dengan dirinya.


Jadi Lu Sun mengambil sikap dingin, dia tidak mau mengulangi masalah yang tidak perlu.


Baginya saat ini yang terpenting adalah Ying Ying dan Giok Lan.


Selain mereka berdua tidak akan ada lagi gadis lain secantik apapun, yang bisa menggerakkan hatinya.


Tapi Lu Sun tidak sadar, sikapnya yang dingin ini, justru semakin mengundang rasa penasaran putri ke 7 karena hampir tidak ada dewa di langit yang tidak kagum dengan kecantikan nya.


Putri ke 7 sedikit kecewa saat mendengar ucapan ayahnya, bahwa Lu Sun sudah ingin kembali ke dunia secepatnya.


Sambil berjalan dia sedang berpikir bagaimana cara nya, agar bisa menahan Lu Sun lebih lama di langit, sehingga mereka punya waktu untuk saling mengenal satu sama lain.


Giok Lan semakin cemberut saat melihat Lu Sun datang nya di antar oleh kakak ke 7 nya.


Sekali lihat Lu Sun pun tahu dan bisa menebak apa yang sedang terjadi dengan Giok Lan.


Tapi untuk memastikannya, Lu Sun pura-pura tidak tahu.


Dia langsung mempercepat langkahnya mendekati Giok Lan dan Ying Ying.


Lalu berkata,


"Sayang maaf membuat kalian menunggu lama, ayo kita pulang sekarang.."


"Lan Lan kamu mau langsung ikut aku pulang, atau mau melepas kangen sebentar dengan keluarga mu.?"


"Kalau masih mau di sini, biar aku dan Ying Ying pulang duluan.."


Putri ke 7 yang mendengar hal ini, matanya tiba-tiba berbinar.


Dai langsung melangkah maju, merangkul lengan Giok Lan dan berkata,


"Suami mu benar Lan Mei, kami semua masih kangen dengan mu."

__ADS_1


"Sebaiknya kamu juga suaminya dan kak Ying Ying menginap lah barang sehari dua hari."


"Kita kan bisa mengajak mereka jalan jalan dan melihat lihat keindahan di kahyangan ini, sambil kita bernostalgia.."


ucap Giok Yun berusaha membujuk adik nya.


Giok Lan terlihat sedikit ragu, dia agak tidak enak hati menolak ajakan kakak ke 7 nya.


Giok Lan menatap kearah Lu Sun meminta pendapat suaminya.


Lu Sun tidak berkata apa-apa, Dia hanya mengirim pesan suara langsung ke Giok Lan.


Yang hanya bisa di dengar oleh Giok Lan tanpa ada yang mendengarnya.


Saat berbicara pun, bibir Lu Sun tidak bergerak sama sekali.


Jadi selain Giok Lan tidak ada yang tahu, Lu Sun sedang berbicara dengan istrinya, lewat pesan suara.


"Lan Lan, saran ku kita cepat tinggalkan kahyangan, aku merasa kakak ke 7 mu mulai bertingkah aneh seperti diri mu di jaman dulu."


"Kamu tentu tidak lupa,.. kan ? banyak masalah lebih baik kurangi masalah."


"Berhati-hati tidak ada salahnya, mencegah lebih baik daripada mengobati..."


Saat mendengar pesan Lu Sun, Giok Lan sedikit terhenyak dan sadar.


"Sun ke ke kalian tinggu sebentar, setelah pamit dengan ibu ku kita langsung pulang."


"Ayah ananda mohon maaf, ananda tidak bisa berlama-lama di sini, di bawah sana masih banyak yang harus ananda urus.."


ucap Giok Lan sambil berlutut mencium kaki ayah nya sebagai penghormatan.


Melihat hal itu Lu Sun pun buru-buru maju mendampingi Giok Lan berlutut di depan kaisar langit.


Ying Ying memilih berdiri diam di tempat, karena itu bukan urusan nya, itu adalah urusan Lu Sun dan Giok Lan memberi hormat pada orang tua mereka.


Kaisar langit buru-buru membangunkan mereka berdua dan berkata,


"Jangan banyak peradatan, kalian berdua bangunlah, ayo biar ayah temani kalian menemui ibu mu.."


Mereka berempat kemudian masuk kedalam Taman buah persik, di mana Wang Mu Niang Niang sedang memetik buah bersama ke 6 kakak Giok Lan yang lainnya.


Melihat kedatangan Kaisar Langit mereka semua langsung memberi hormat pada Kaisar Langit.


"Istri ku, anak kita Giok Lan ingin pamit dengan mu, mereka akan segera kembali ke dunia fana.."


ucap Kaisar Langit pada istrinya.

__ADS_1


Wang Mu Niang Niang sangat terkejut mendengar ucapan suaminya, dia buru-buru menoleh kearah putrinya dan berkata,


"Lan Lan kenapa begitu cepat?, ini ibu dan kakak mu sedang memetik buah untuk menyambut perayaan kedatangan kalian ."


"Jarang jarang bisa berkumpul, mengapa tidak tinggal barang satu atau dua hari di sini dulu..?"


Giok Lan maju memeluk ibunya dengan airmata bercucuran dia berkata,


"Maaf ibu, Lan Lan tidak bisa lama-lama di sini, Lan Lan juga mau diam di sini temani ibu."


"Tapi Sun ke ke dan Lan Lan punya urusan penting yang harus di selesaikan di dunia fana."


"Jadi kami terpaksa harus segera pulang.."


"Ibu harap mengerti, sebagai istri Lan Lan tentu harus ikut dengan suami."


Wang Mu Niang Niang menghela nafas panjang, sambil menghapus dua butir airmata dimatanya, lalu berkata,


"Baiklah nak, padahal ibu sudah buru-buru siapkan buah untuk kalian, bila tahu kalian mau buru-buru begini,.."


"Harusnya ibu tadi menemani mu ngobrol, aihh ibu jadi menyesal buang buang waktu di taman buah ini.."


ucap Wang Mu Niang Niang sedih dan kecewa.


"Maafkan Lan Lan ibu.."


ucap Giok Lan sedih.


Melihat hal ini Lu Sun menjadi tidak enak hati, tapi dia terpaksa mengeraskan hati.


Karena melihat gelagat putri ke 7 yang kurang beres.


Semakin lama di sini, nanti akan timbul masalah tidak perlu di kemudian hari.


Putri ke 7 yang mendengar keputusan Lan Lan dan suaminya, di dalam hati dia sangat kecewa.


Tapi dia tidak bisa berbuat banyak.


Selain berdiri ditempatnya dan diam diam terus menatap kearah Lu Sun dan bergumam dalam hati.


"Sun ke ke bila kamu bereinkarnasi lagi, aku pasti akan meniru cara yang di lakukan Giok Lan."


"Apapun resikonya, aku tidak akan pernah menyesalinya.."


Lu Sun tentu tahu Giok Yun terus menatap nya, tapi dia pura-pura tidak tahu, dan melangkah merapat ke arah Wang Mu Niang Niang dan Giok Lan.


"Ibu maaf ini salah ku, sehingga membuat kalian berpisah."

__ADS_1


__ADS_2