
"Sun Ta ke selamat jalan...jangan pernah kembali lagi..ya ."
"Nanti kita ketemu lagi di resepsi ku saja.."
ucap Jeff Zhang sambil tertawa.
Lu Sun mengangguk sambil tersenyum.
Dr Monica menatap Lu Sun yang di apit dua orang gadis cantik di kiri kanan dengan mata tak berkedip.
Dia tahu Lu Sun memang gagah tampan dan sombong.
Tapi dia tak menyangka setelah berganti pakaian, Lu Sun terlihat begitu mempesona.
Lu Sun yang menyadari tatapan Monica, dia menjadi iseng dan ingin menggoda pasangan baru itu.
"Kenapa Dr Monica menyesal ya, mau bergabung dengan istri-istri ku ? bila berubah pikiran sekarang masih belum terlambat.."
ucap Lu Sun sambil tertawa.
Monica buru-buru membuang mukanya yang terlihat merah seperti kepiting rebus kearah lain.
"Hei Sun Ta ke, apa 3 wanita cantik masih belum cukup ? tinggal yang satu ini tolong jangan direbut juga.."
"Pasiennya gak pa pa tapi Dr nya tolong sisakan untuk ku.."
ucap Jeff Zhang sambil tertawa menyambut godaan Lu Sun.
"Apanya yang gak pa pa ? gue masih belum mau pensiun ? dan masuk ke dapur mu yang bergaji kecil.."
ucap Monica menatap Jeff Zhang dengan galak.
Jeff Zhang hanya bisa tersenyum Canggung menanggapi respon kekasih barunya ini.
Semua yang hadir di sana pun tertawa melihat sikap kedua pasangan muda-mudi yang lucu ini.
"Ayo kita pulang jangan suka merusak rumah tangga orang lain..!"
ucap Xue Yen sambil menarik kuping Lu Sun meninggalkan tempat itu.
Aduhhhhhh....! Ya...ya...pulang..pulang..jangan ditarik gitu sakit...sayang...!!"
ucap Lu Sun sambil berjalan mengikuti Xue Yen yang masih terus menarik kupingnya.
Kini giliran Monica dan Jeff Zhang tertawa terbahak-bahak..
Giok Lan dan Ying Ying bergandengan tangan mengikuti dari belakang sambil tertawa dan menggelengkan kepala mereka.
Paman Mao yang berjalan paling belakang terlihat melangkah sambil tersenyum.
Xue Yen hanya bercanda saja dia tidak benar-benar menjewer Lu Sun.
__ADS_1
Begitu pula Lu Sun dia hanya berakting pura-pura kesakitan untuk meramaikan suasana saja.
Begitu tiba di luar ruangan, Xue Yen sudah melepaskan tarikan telinga nya, dia kini malah terlihat merangkul lengan suaminya dengan manja.
Akhirnya mereka berlima tiba di dekat Mobil Wrangler yang terparkir dengan gagah menanti kedatangan mereka berlima
Ying Ying dan Giok Lan mengambil posisi duduk di depan.
Ying Ying langsung masuk kedalam mobil dan duduk di belakang stir.
Sedangkan Giok Lan menyusul duduk disebelah kiri Ying Ying.
Ying Ying mengambil tugas menyetir, Giok Lan duduk di samping menemani.
Ying Ying sengaja bawa mobil Wrangler Lu Sun yang jarang di gunakan.
Agar bisa muat orang banyak,
Lu Sun duduk di apit Xue Yen dan Paman Mao.
Begitu masuk kedalam mobil paman Mao pun mulai bercerita.
"Dua hari yang lalu ditepi danau Xuan Wu seorang tuna wisma, secara tidak sengaja menemukan dua sosok mayat wanita.
"Yang tergeletak di pinggir danau dalam kondisi tak bernyawa."
"Setelah ditangani oleh pihak berwajib dan di indentifikasi ternyata itu adalah mayat Ling Mei dan Revalina."
"Dua orang pramugari yang menjadi saksi kunci kasus mu."
"Akhirnya kami berhasil menemukan Kediaman orang tua Ling Mei yang tinggal di daerah pinggiran Bei Jing."
"Di sana kami menemukan bukti ini dari Ling Mei,"
ucap Paman Mao sambil memberikan sebuah flashdisk kecil kepada Lu Sun.
Xue Yen dengan sigap mengeluarkan sebuah laptop dari tasnya, lalu menyalakan dan memasang Flashdisk itu.
Selagi Xue Yen sedang sibuk, Paman Mao melanjutkan berkata,
"Kami menemukan bukti ini di dalam sebuah Boneka beruang kecil ini.."
ucap nya sambil menyerahkan boneka kecil yang bagian kepala dan perutnya sudah robek.
Lu Sun tersenyum sedih, boneka ini adalah hadiah pertamanya buat Ling Mei dan Jane, saat mereka bertiga bermain mengambil boneka di mesin alat jepit boneka.
Jane yang pertama kali melihat mesin capit boneka itu, saat mereka bertiga berada di kapal pesiar mewah milik Giok Lan.
Jane tertarik ingin bermain dan mendapatkan boneka, kemudian Lu Sun membantu mereka mendapatkan satu untuk Jane satu lagi untuk Ling Mei.
Lu Sun menatap boneka di tangannya dengan sedih.
__ADS_1
"Siapapun dalang di balik kekacauan ini, aku pasti akan membuat nya lebih baik mati daripada hidup.."
ucap Lu Sun geram.
Begitu file terbuka terlihat wajah Ling Mei di layar yang terlihat sedih.
"Sun ke ke maaf aku terpaksa melakukan hal itu pada mu, bila aku tidak menuruti mereka... mereka akan membunuh kedua adik kembar ku yang masih kecil.."
"Sun ke ke sekali lagi maafkan aku yang terlalu egois.."
"Kepada orang yang berhasil menemukan bukti ini, tolong bantu serahkan ke pihak berwajib.."
"Di bagian belakang video ini ada bukti untuk membebaskan pria yang sangat baik dan ku cintai itu.."
Lalu layar pun menjadi gelap sesaat kemudian terlihat video di mana Ling Mei dan Revelina sedang di jelaskan apa yang harus mereka lakukan saat berada di dalam pesawat.
Pria itu hanya kelihatan bayangan punggungnya saja, yang menghadap kearah kamera.
Setelah memberi penjelasan dia pun berbalik meninggalkan ruangan itu, saat berbalik wajahnya mengenakan sebuah topeng Iron Man.
"Tolong di.pause dan di kembalikan ke posisi dia berbalik.."
ucap Lu Sun kepada Xue Yen..
Xue Yen mengangguk dia pun memundurkan dan mem pause bagian yang Lu Sun minta.
"Kini terlihat jelas seorang pria yang sedang berbalik dengan wajah tertutup topeng.
Lu Sun melihat sekilas kemudian tersenyum dan berkata,
"Xue Xue kamu masih kenal dan ingat dengan bangsat ini..?"
Xue Yen menatap nya dengan tubuh gemetar dan wajah pucat.
Tentu Xue Xue sangat mengenalnya meski hanya melihat bentuk tubuhnya saja, Xue Yen langsung ingat.
Karena bangsat inilah orang yang selalu melecehkan dirinya, saat dia di tahan di pusat riset Rocky mountain Canada.
"Ying Ying tolong pinggirkan mobil sebentar sayang.."
ucap Lu Sun sambil menyentuh pundak istrinya dengan lembut.
Ying Ying mengangguk kemudian dia mencari tempat untuk kepinggir dan memarkirkan mobilnya di sana.
Lu Sun memberikan laptop yang berisi gambar otak pelaku yang menggunakan Ling Mei untuk mencelakainya kepada Ying Ying, sambil berkata.
" Sayang kamu masih ingat tidak siapa dia..?"
Ying Ying menerima laptop dari Lu Sun lalu dia memperhatikan gambar di hadapannya.
Ying Ying menatap bolak-balik gambar tersebut kemudian dia menatap layar dengan sepasang mata membelalak indah.
__ADS_1
Ying Ying menggunakan tangannya menutupi mulutnya yang terbuka , karena terkejut.
.