
"Ahh..!"
hanya suara itu yang keluar dari mulut Lu San.
Dia sangat terharu hingga tidak bisa berkata apa-apa, saat mendengar keputusan yang akan di ambil oleh kekasihnya, pasca dia melakukan sandiwara penipuan bersama Cherry.
Lu San sangat menyesal dan merasa bersalah pada Deborah, yang di kiranya akan membenci dan melupakan dirinya, setelah tahu perbuatan menjijikkan yang dia lakukan bersama Cherry.
Tapi kenyataannya bukan nya membencinya, Deborah malah akan menghabiskan sisa umurnya menjadi biarawati to dan setiap hari berdoa untuk kesembuhannya.
Lu San memeluk Deborah dengan erat dan berkata,
"Maafkan aku sayang.."
Deborah membalas pelukan Lu San dan berkata,
"Lupakan saja, yang penting saat ini kamu sudah pulih kembali, aku sudah sangat senang.."
"Deborah ayo kita temui kedua orang tua mu sekarang, dan membicarakan hubungan kita dengan mereka.."
ucap Lu San pelan setengah berbisik.
"Mau bicara apa ? aku bahkan belum tamat SMP ."
ucap Deborah dengan wajah merah.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membuat suatu ikatan jelas hubungan kita, seperti bertunangan."
"Nanti selepas kamu tamat kuliah, baru di bicarakan tentang pernikahan kita.."
ucap Lu San sambil membelai rambut Deborah.
"Apa tidak terlalu cepat, bagaimana bila nanti kamu ketemu cewek lain yang lebih cantik baik dan pintar dari aku, saat kuliah nanti..?"
"Apa kamu tidak menyesal ? yang jelas gadis gadis di kuliah nanti bakal lebih dewasa dan Sexy ketimbang aku yang masih kecil.."
ucap Deborah minder.
Lu San tersenyum dan berkata,
"Kalau mau cari yang cantik Sexy dewasa buat apa jauh jauh, itu di sini ada satu yang nganggur, berpengalaman lagi.."
Cherry mempelototi Lu San dengan marah, karena Lu San menggunakan dirinya menjadi obyek.
Lu San hanya membalasnya dengan senyum nakal dan mengulurkan lidah mengejek Cherry.
Hali ini membuat Cherry semakin kesal dan BT dengan Lu San.
"Apa maksud mu ? mau di gigit lagi..?"
tanya Deborah cemburu
Lu San buru buru berkata,
"Ya nggaklah, itu cuma perumpamaan saja, yang jelas percayalah aku tidak akan pernah berubah selama nya, "
"Di hati ku selamanya cuma ada kamu.."
"Ayo sayang kita kedepan temui kedua orang tua mu.."
ucap Lu San mengingatkan.
Deborah mengangguk kecil tidak menolaknya lagi.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan bergandengan menuju halaman depan.
"Sayang sebenarnya sejak aku bangkit dari kematian bentuk ku yang asli berubah menjadi begini.."
ucap Lu San merubah dirinya menjadi Lu Fan.
Deborah berdiri terkejut, dan menghentikan langkahnya, sedikit mundur menjauh.
Lu San mengubah lagi dirinya menjadi Lu San dan berkata,
"Tapi bila kamu lebih suka aku seperti ini, maka aku akan tetap mengubah diri ku seperti ini.."
Setelah lebih tenang, Deborah meraih kembali tangan Lu dan berkata,
"Kamu lebih nyamannya seperti apa ? apapun bentuk mu aku akan menerima mu apa adanya..."
"Yang benar..?"
ucap Lu San sambil tersenyum.
Deborah menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Kalau jadi seperti ini,..?"
ucap Lu San merubah dirinya menjadi mahluk penuh bulu, itu adalah wujud Guru Sun.
Tapi sekali ini Deborah bersikap tenang dan berkata,
"Aku sudah katakan, aku tidak perduli.."
Dia malah maju memeluk Lu San yang tubuhnya penuh bulu halus berwarna kuning keemasan.
"Kalau ini..?"
Deborah tertawa sambil menutupi mulutnya, melihat bentuk Lu San yang lucu.
Lu San akhirnya merubah dirinya kembali menjadi Lu Fan yang bertubuh tinggi besar dan berotot, wajahnya pun sekarang lebih jantan dan ganteng.
Lebih mirip Lu Sun ketimbang Ying Ying.
"Aku paling nyaman dengan bentuk ini sayang, karena tidak perlu menguras Chi ku, bila terus berbentuk seperti wajah ku dulu."
"Itu cukup menguras Chi ku, dan untuk mengembalikan kekuatan itu, aku harus masuk ke kamar rahasia.."
"Atau terbang ke langit, untuk menyerap hawa langit.."
ucap Lu San menjelaskan.
Deborah tertawa dan berkata,
"Tidak apa-apa, ya sudah seperti ini saja."
"Penampilan ini juga keren, hanya sedikit terlihat lebih dewasa, mungkin karena faktor rambut yang panjang.."
ucap Deborah memberi penilaian sambil memegang dagunya sendiri.
Seperti seorang ahli tafsir barang antik profesional yang sedang menafsir harga barang antik yang akan di belinya.
Lu San tertawa dan berkata,
"Yuk kita kedepan, aku janji nanti akan potong rambut sesuai selera mu.."
"Bagaimana bila botak..?"
__ADS_1
ucap Deborah tertawa sambil melangkah kedepan dan menggandeng lengan Lu San.
"Kalau kamu suka gak masalah.."
ucap Lu San santai.
"Gak gak,.. amit amit aku cuma bercanda saja.."
ucap Deborah sambil tertawa.
Tanpa terasa mereka berdua sudah tiba di mobil yang biasa di tumpangi oleh Deborah.
Saat mereka tiba, pintu mobil terbuka.
Seorang pria berusia 50 an dan seorang wanita cantik dengan dandanan ibu ibu high class mengenakan kacamata hitam.
Mereka berdua terlihat menatap heran kearah Lu San dan putri tunggal mereka.
Sesaat kemudian, si ibu ibu itu, sampai membuka kacamata nya menatap kearah Lu San.
"Sayang,.. siapa pria ini..?"
tanya mama Deborah sambil melepaskan kacamata hitam nya.
Agar bisa melihat dengan jelas, pria yang sedang di gandeng tangannya oleh putri mereka.
"Mami dia kak Lu San, dia sudah pulih kembali.."
ucap Deborah sambil tersenyum.
"Ohh jadi kamu, yang selingkuh dengan suster liar mu, dan mempermainkan perasaan anak ku..!?"
tanya mama Deborah dengan galak.
"Ahh ini, ya..tapi..maaf Tante..aku.."
jawab Lu San gugup, sesaat dia bingung tidak tahu mau jawab apa.
Deborah yang mengerti situasi, dia segera maju dan berkata,
"Mami,..sabar..ya.. Debby akan jelaskan semuanya.."
"Kak San beri waktu aku bicara dengan mami papi ku sebentar boleh..?"
ucap Deborah sambil memberi kode agar Lu San sedikit menjauh.
Lu San mengangguk cepat, dia buru-buru mundur menjauh, tapi meski mundur cukup jauh.
Lu San bisa mendengarkan semua pembicaraan Debby dan kedua orang tua nya dengan jelas.
Setelah mendapatkan penjelasan dari putrinya, kedua orang tua Deborah pun menjadi lebih tenang.
Terutama ibunya, yang tadinya bersikap galak dan menentang keras hubungan Debby dan Lu San kini mereka sudah bisa lebih tenang.
Deborah melambaikan tangannya memanggil Lu San mendekat, setelah dia selesai memberi penjelasan pada kedua orang tua nya.
Lu San buru buru berlari mendekat ke arah mobil yang di tumpangi kedua orang tua Deborah.
Setelah Lu San tiba di hadapan mereka berdua, Mama Deborah pun berkata,
"Nak Lu San maafkan sikap Tante sebelumnya yang kurang sopan dan kasar pada mu.."
"Tante tahu orang tua mu, adalah orang kaya dan berkuasa, terutama Mama Sandra mu dia sangat terkenal di Amerika dan Eropa."
__ADS_1