KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGHAJAR PENGACAU


__ADS_3

Giok Lan terlihat emosi dan langsung berdiri dari duduknya, kemudian berjalan menghadang di depan perwakilan group Xie.


Giok Lan semakin emosi saat melihat yang datang mewakili grup Xie adalah Nora mantan sekretaris nya, bersama seorang pria kulit hitam tinggi besar berkacamata hitam mengenakan topi baret merah dan mengenakan baju seragam Hijau pudar polos.


Wajah nya memiliki bekas luka memanjang dari atas alis sebelah kanan sampai ke tepi bibir sebelah kanan.


"Kalian tidak di terima di sini pergilah jangan mengacau di sini..!"


ucap Giok Lan sedikit emosi.


Nora tertawa sinis dan berkata,


"Kami hanya menjalankan perintah dari atas, untuk mewakili kehadirannya."


"Harap nona besar memaklumi kesulitan kami di bawah ini."


ucap Nora meski terlihat sopan tapi tatapan matanya menantang penuh ejekan.


Giok Lan semakin emosi, dia langsung mengangkat tangannya memberikan tamparan ke wajah Nora sambil berteriak,


"Lancang..! cepat enyah...! dari.."


Belum selesai ucapan Giok Lan, tangannya yang menampar wajah Nora tertahan oleh tangan Nora.


Kemudian secara reflek Nora membalas tamparan Giok Lan Kembali.


Giok Lan terkejut berdiri mematung , tidak sempat menghindar, jadi dia hanya memejamkan matanya menunggu tamparan itu tiba.


Tapi tamparan itu tidak kunjung tiba, yang ada adalah Nora yang terpental kebelakang sambil menjerit-jerit kesakitan memegang wajah sebelah kanan nya yang bercucuran darah.


Darah terus merembes keluar dari sela-sela jarinya.


Giok Lan membuka matanya sebelah melihat apa yang terjadi, dia sedikit terkejut.


Saat itu kembali sebuah tinju hitam besar melayang ke arah Giok Lan, Giok Lan kembali menutup matanya.


Giok Lan merasa bahunya ditarik kebelakang oleh sebuah telapak tangan yang besar dan hangat.


Giok Lan jatuh dalam pelukan sebuah dada yang bidang dan lebar.


Yang langsung memeluknya dengan mesra.


Kembali terdengar jeritan menyayat hati dari pria tinggi hitam yang ingin meninju Giok Lan tadi.


Rupanya saat melihat Giok Lan tamparannya berhasil ditangkap oleh Nora dan Mandah tak berdaya saat tamparan balasan Nora datang


Lu Sun yang merasa ada ke tidak beresan dengan kemampuan Giok Lan, segera maju melindungi Giok Lan.


Lu Sun menangkis tamparan Nora sekaligus mencongkel biji mata Nora keluar dari sarangnya.


Saat merasakan ada hembusan angin pukulan yang terarah ke Giok Lan.


Lu Sun menarik Giok Lan kedalam pelukannya.


Kemudian dia menyambut dan meremas tinju tersebut dengan cakar tengkorak putih, sehingga tinju si kulit hitam itu langsung remuk seluruh tulang nya .

__ADS_1


Di saat dia berteriak kesakitan Lu Sun menjejalkan mata Nora kedalam mulutnya.


Kemudian meremas pundaknya yang lain hingga remuk dan melemparnya kearah Nora.


"Anggap saja ini hadiah dari ku, tolong sampaikan salam kepada bos mu, aku akan segera datang mencarinya."


"Sebagai pria anda kasar terhadap wanita, anda layak menerima nya."


"Dan kamu sebagai wanita kamu ingin jadi perompak, aku restui keinginan mu, agar kamu semakin meyakinkan kamu cukup bermata saja."


Lu Sun menatap para bodyguard Giok Lan yang datang, dia berkata,


"Lempar mereka keluar, mereka hanya merusak suasana hati nona besar saja...!!"


Para bodyguard mengangguk, mereka langsung menyeret Nora dan kekasihnya si kepala bajak laut untuk dilempar keluar.


Mereka tiy mendapatkan perlawanan, karena Nora dan kekasihnya sudah babak belur di buat Lu Sun.


George dengan sigap memberikan tisu dan hand sanitzer ke Lu Sun.


Lu Sun mengangguk menerimanya dan berkata,


"Terimakasih George.."


George tersenyum dan memberikan jempol kearah Lu Sun.


Lu Sun hanya menanggapinya dengan senyum, lalu membawa Giok Lan kembali ketempat duduk.


Setelah mereka duduk berdua, Lu Sun dengan hati-hati bertanya,


"Lan Mei apa yang terjadi ? kemana kemampuan dan kekuatan mu ?"


"Mulai saat ini, aku sama dengan Ying Ying, hanya akan menjadi wanita yang merepotkan mu, memberi perlindungan pada kami."


"Apa maksud mu ?"


tanya Lu Sun semakin heran.


Giok Lan menggenggam tangan Lu Sun dan berkata,


"Saat kita bersama kemarin, aku telah kehilangan kekuatan dan keabadian ku."


"Aku kini hanya seorang gadis lemah biasa."


"Ku harap kamu tidak kecewa dengan keadaan ku sekarang."


ucap Giok Lan sambil menundukkan kepalanya


Lu Sun hampir menangis saking terharu mendengar penjelasan Giok Lan.


Lu Sun segera menarik Giok Lan kedalam pelukannya dan berkata,


"Demi menyelamatkan pria bodoh seperti ku ini, kamu telah berkorban begitu banyak."


"Bagaimana mungkin aku bisa kecewa dengan mu, bahkan bila aku berani berpikir begitu, aku tidak layak lagi disebut manusia."

__ADS_1


ucap Lu Sun penuh haru yang menyesakkan dadanya.


Untuk mencairkan suasana agar kekasihnya tidak larut dalam perasaan bersalah,


Sambil tersenyum Giok Lan berkata,


"Kan kamu sekarang memang sudah bukan manusia, karena sudah memiliki tubuh keabadian.."


Lu Sun tersenyum pahit, dia tahu Giok Lan sedang menghiburnya.


Sudah seperti ini, gadis bodoh ini masih hanya terus memikirkan perasaan nya.


Lu Sun secara reflek menunduk mengecup kepala Giok Lan yang wangi dengan haru.


Lu Sun memukul pahanya sendiri dan berkata,


"Akhh..! sungguh teledor aku, harusnya aku menyelipkan pelacak ketubuh mereka."


"Agar bisa menemukan si keparat itu bersembunyi di mana."


Giok Lan sambil tersenyum mengeluarkan suara alat dari tasnya dan memberikan kepada Lu Sun.


"Jangan khawatir, anak buah ku tadi sudah memasangnya saat melempar mereka keluar."


"Kamu cukup ikuti tanda merah yang berkedip-kedip, dia pasti membawamu ketempat bosnya berada."


Lu Sun tersenyum puas melihat benda di tangannya yang di berikan oleh Giok Lan barusan.


Lu Sun mencium kening Giok Lan kemudian berbisik,


"Maaf sayang aku tidak bisa menemani mengurus pemakaman ayah mu, sampai selesai."


"Aku harus pergi sekarang mengejar mereka, aku akan membantu membalaskan dendam ayah mu."


Giok Lan menepuk punggung tangan Lu Sun dan berkata,


"pergilah jangan khawatir, hati-hati jaga dirimu baik-baik, aku selalu menunggu mu."


"Gunakan helikopter aja, lebih praktis biar George menemani mu."


Lu Sun menatap Giok Lan dan bertanya,


"Emangnya dia juga bisa bawa helikopter ?"


Giok Lan tersenyum canggung, dia tahu arah pertanyaan Lu Sun.


Melihat sikap Giok Lan, Lu Sun pun sadar.


Giok Lan dulu membohonginya, dia ingin melakukan perjalanan bersama nya.


Jadi bilang helikopter itu hanya dia yang bisa membawanya.


Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,


"Tidak apa-apa, terima kasih sayang aku pergi dulu."

__ADS_1


Lu Sun sekali lagi mencium kening Giok Lan, seakan-akan berat berpisah dengan gadis bodoh yang kini sudah meluluhkan gunung es di hatinya.


Bila tidak sedang berada di tengah orang ramai, dalam suasana duka, Lu Sun pasti akan mencium bibirnya yang menawan itu.


__ADS_2