
Lu Sun menatap kearah HP nya panggilan datang dari David.
Lu Sun mengangkat nya sambil menggelengkan kepalanya menatap kearah Giok Lan yang cuek.
Begitu di angkat langsung terdengar suara David yang memelas.
"Bos tolong bos..tolong bantu jelaskan ke nyonya ketiga David minta maaf David tadi grogi makanya David salah sebut.."
Lu Sun Tersenyum mendengar suara David yang panik.
Lu Sun Tersenyum dan berkata,
"Kamu tenang saja tunggu kabar dari ku, beri aku waktu tiga hari."
"Aku pasti akan memberikan kabar baik buat mu, tapi 3 hari ini jangan lupa kirimkan mangga ke rumah ya ? atau kamu tidak akan pernah bisa bertemu Viona lagi.."
"Setelah itu Lu Sun menutup telpon sambil tersenyum sendiri."
Ying Ying melihat Lu Sun lewat spion dan berkata,
"Sun ke ke adik ketiga menyuruh mu mencari mangga untuknya yang sedang ngidam, kenapa kamu malah menyuruh David..?"
Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"David sudah berbuat salah, anggap saja itu hukuman buatnya.."
Xue Yen menatap Lu Sun dengan tidak puas dan berkata,
"David itu sudah sangat berjasa buat perusahaan mu, masa cuma salah ucap saja kamu menghukumnya..apa gak kelewatan..?"
Lu Sun menarik Xue Yen kedalam pelukannya dan berkata,
"Kamu tenang saja, kamu gak tahu David itu diam-diam ada investasi beberapa hektar tanah di luar kota Nanjing yang dia tanami mangga super manis.."
"Daripada kita capek-capek pergi beli, lebih baik suruh dia urus, itu gak sulit kok, dia cuma telpon nanti juga ada kurir dia yang antar kerumah kita..'
ucap Lu Sun sambil menciumi rambut Xue Yen dengan mesra.
Mendapat perlakuan Lu Sun Xue Yen pun tidak banyak membantah lagi.
"Bukannya David waktu itu terpuruk habis-habisan setiap hari cuma minum kerja nya.."
tanya Ying Ying sambil nyetir.
Lu Sun tertawa dan berkata,
"Kalian pikir David itu Viktor sekali terpuruk langsung bangkrut.."
"Kukatakan pada kalian semua David tidak sebodoh itu, meski dia mabuk sampai tua sekalipun dia gak bakalan bangkrut dan jatuh miskin.."
"David menggunakan uang kemenangannya di Thailand membeli puluhan hektar tanah di pinggiran luar kota Nan Jing,"
"Di sana dia mengupah orang tanam Mangga Port Anggur yang bisa dipanen cepat karena menggunakan bibit unggul.."
"Di sana dia juga buka peternakan ikan bebek ayam, jadi biar dia gak kerja sekalipun, perkebunan dan peternakan nya itu, akan terus menghidupinya.."
__ADS_1
Mendengar penjelasan Lu Sun ketiga istrinya baru mengerti kenapa selama ini Lu Sun terlihat santai terhadap keuangan David.
"Kita kemana nih ?"
tanya Ying Ying..
"Kita main ke kantor mu saja. "
ucap Lu Sun .
"Buat apa ?"
tanya Ying Ying heran.
"Aku mau ngecek kamu ada nyimpan laki-laki lain gak di sana selama aku gak berada di sisi mu ?"
ucap Lu Sun asal.
Ying Ying Tersenyum tak berdaya dan berkata,
"Terserah kamu deh.."
Lalu dia memutar mobilnya menuju kantornya tanpa banyak cakap.
Dia tahu Lu Sun cuma bercanda asal bicara saja.
Tak lama kemudian mobil Ying Ying pun di parkir di halaman sebuah gedung yang besar tinggi dan megah.
Dulu Ying Ying menyewa lantai 25 untuk kantornya, kini gedung ini sudah di ambil alih oleh Xue Yen di bawah kepemilikan group Lu.
Ying Ying berjalan di depan mengajak 3 orang itu mengunjungi kantornya.
Setelah mengajak mereka bertiga berkeliling melihat tempat kerja para bawahannya.
Ying Ying kemudian naik ke lantai 26 di mana disana adalah letak kantor beberapa petinggi bawahan kepercayaannya.
Termasuk kantornya sendiri juga ada di sana, Ying Ying mengajak dan memperkenalkan mereka satu persatu ke petinggi elite di perusahaannya.
Ying Ying sedikit ragu hendak mengajak Lu Sun masuk ke ruang yang terletak di sebelahnya.
Ying Ying mengetuk pintu terdengar suara dari dalam
"masuk....!"
Ying Ying pun membuka pintu dan melangkah masuk di ikuti Lu Sun Xue Yen dan Giok Lan.
"Ayah.., kenalkan ini suami ku dan ini Xue Yen dan Giok Lan.."
Pria yang terlihat sedang sibuk dengan setumpuk berkas di mejanya.
Dia langsung Tersenyum lebar saat melihat putrinya datang.
Tapi saat Ying Ying masuk bersama ketiga orang yang hanya pernah di lihatnya sekali di pesta pernikahan Ying Ying..
Dia berdiri tertegun, kemudian Tersenyum canggung dan berkata,
__ADS_1
"Mari silahkan duduk..."
"Kalian pasti kaget aku sekarang di sini, aku.."
ucap Kevin Liu merasa tidak enak dan malu untuk melanjutkan kata-katanya..
Lu Sun pun berkata,
"Sudahlah ayah kami sudah tahu semuanya, Ying Ying adalah istri ku, jadi ayahnya juga ayah ku.."
"Kita adalah keluarga tak perlu sungkan, masalah ayah dengan group Ching Ming dan Silvia Chang."
"Serahkan saja pada ku, aku pasti akan berikan hukuman setimpal buat mereka.."
Ayah Ying Ying menghela nafas panjang dan berkata,
"Sudahlah masalah Silvia biarkan saja lah, ini semua adalah salah ku, aku pantas menerima karma ini.."
"Untungnya putri ku yang baik ini masih mau menampung ku di sini.."
Lu Sun menatap Ying Ying dan berkata,
"Sayang ayah sekarang tinggal di mana ?"
Ying Ying Tersenyum canggung dan berkata,
"Di ..di kantor sini di ujung barat ada kamar kosong ayah tuk sementara tinggal di sana.."
Lu Sun Tersenyum prihatin, kemudian dia menoleh kearah Xue Yen dan berkata,
"Adik Yen di gedung ini masih ada lantai yang kosong tidak ?"
Xue Yen mengangguk dan berkata,
"Ada lantai 27 dan 28 memang sengaja saya kosongkan untuk perluasan kantor kak Ying Ying .."
Lu Sun Tersenyum senang dia lalu mengeluarkan HP nya dari saku lalu mengirimkan gambarnya ke ketiga istrinya dan berkata,
"Sewaktu aku menumpang di kamar Jack menggantikannya menyamar jadi kakak Cindy."
"Saya ada ambil gambar design interior nya, coba kalian cari kan ahli design interior, untuk mendesain lantai 28 seperti itu."
"Setelah selesai ayah bisa pindah kesana menempatinya.."
"Tidak perlu repot-repot nak tinggal di sini juga sudah cukup baik kok.."
ucap Kevin Liu tidak enak hati.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mana boleh seperti itu, untuk sementara waktu ayah bisa tinggal di hotel Wisdom, itu hotel kita juga, letaknya gak jauh dari sini."
"Nanti bila renovasi selesai ayah baru pindah kesini, sehingga pergi dan pulang kerja lebih praktis."
Kevin Liu menatap kearah Ying Ying dengan tatapan menyesal malu dan tidak enak hati.
__ADS_1
Tapi Ying Ying hanya mengangguk dan tersenyum lembut ke ayahnya.