
"Vicky apa yang kamu ingin lakukan ? semua ini salah ku tidak ada hubungannya dengan Evan maupun ibu.
"Bila ingin melampiaskan kemarahan mu hukum saja aku tidak perlu bawa-bawa mereka.."
ucap Viona dengan wajah pucat dan tubuh sedikit gemetar.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Kamu tenang saja, aku teman David bukan Vicky."
"Ini penyamaran ku, agar semuanya lebih mudah, ayo cepat tunjukkan di mana letak RS Jiwa yang di gunakan untuk menahan ibu mu."
Viona terlihat terbelalak menatap Lu Sun dengan tak percaya sambil menutup mulutnya sendiri.
"Oh my God apa yang terjadi ?"
Gumam Viona terkejut.
"Ibu kamu kenapa ?"
tanya Evan cemas.
"Viona jangan bengong lagi cepat beritahu aku, sebelum semuanya jadi ketahuan oleh Vicky dan menjadi kacau."
ucap Lu Sun sambil menatap lurus kedepan.
Viona segera tersadar dan berkata,
"Di RS jiwa Gong An gunakan ini mobil akan bergerak otomatis kesana."
Viona terlihat menekan sebuah tombol di dashboard, kemudian memasukkan data yang di cari.
Sesaat kemudian setir yang dipegang Lu Sun bergerak sendiri, Lu Sun pun melepaskan setirnya membiarkan mobil itu bergerak sendiri mengikuti petunjuk GPRS.
Setelah agak tenang Viona baru membelai rambut anaknya dan berkata,
"Tidak apa-apa Evan tidak perlu khawatir, kamu tidur saja ya."
Evan mengangguk kemudian berbaring dalam pangkuan ibunya.
Tak lama kemudian mobil canggih itu telah membawa Lu Sun sampai di depan rumah sakit.
Viona mematikan tombol otomatis nya, Viona tahu hal ini karena sering memperhatikan Vicky menggunakannya.
Lu Sun membawa mobil tersebut ketempat yang teduh untuk parkir.
"Vi nama ibu mu siapa apa punya datanya, ?"
tanya Lu Sun sebelum turun dari mobil.
Viona membuka dompetnya mengeluarkan selembar kartu dan berkata,
"Nama ibu ku Vinna Mo tunjukkan kartu ini ke petugas mereka bisa membantu mu."
Lu Sun mengangguk kemudian turun dari mobil berjalan memasuki RS Jiwa sendirian.
__ADS_1
Dia langsung pergi menemui bagian pelayanan di lobby RS jiwa tersebut.
Begitu melihat kedatangan Lu Sun yang menyamar jadi Vicky Chu, petugas pelayanan langsung tersenyum ramah dan berkata,
"Ada yang bisa kami bantu tuan Vicky ?"
Lu Sun dengan sikap dingin berkata,
"Aku ingin membawa mertua ku Vinna Mo meninggalkan rumah sakit.."
Petugas itu sedikit terkejut, tapi dia tidak banyak membantah.
Dia membawa Lu Sun kesebuah ruang tunggu, kemudian dia pergi melapor ke bagian dalam.
Tak lama kemudian seorang perawat yang lain datang kemudian mengajak Lu Sun menemui seorang dokter pria di sebuah ruangan.
Dokter itu berbicara panjang lebar memberi penjelasan ke Lu Sun yang di jawab Lu Sun dengan anggukan.
Dokter itu berusaha mempengaruhi Lu Sun agar membatalkan niatnya.
Tapi karena Lu Sun dengan tegas mengatakan akan tetap membawa mertuanya keluar dari sana.
Dokter itu dengan tak berdaya menelpon perawat tadi, memanggilnya datang menghadap.
Setelah suster itu kembali, dokter meminta Lu Sun mengikuti suster itu untuk menyelesaikan berbagai administrasi dan pembayaran.
Setelah beres suster kemudian datang membawa seorang wanita berusia 50 tahun yang terlihat Ling Lung dan bingung.
Lu Sun tanpa banyak cakap menggandeng tangan wanita paruh baya itu meninggalkan RSJ Gong An.
Lu Sun memasukkan Ibu Viona ke kursi bagian belakang, setelah membaringkannya dengan benar.
"Ibu ku kenapa ?"
tanya Viona cemas.
"Dia tidak apa-apa kamu tenang saja, aku hanya membuatnya tertidur agar tenang."
ucap Lu Sun sambil menutup pintu mobil bagian belakang.
Lu Sun kemudian menyetir mobil tersebut ke sebuah bukit yang sepi dan sunyi.
Lu Sun menghentikan mobil tersebut memarkirnya ditepi sebuah tebing yang terjal.
Tempat itu biasanya di gunakan oleh pasangan muda-mudi, untuk bersantai melihat lampu kota yang berwarna-warni bila malam tiba.
Lu Sun turun dari mobilnya, di ikuti oleh Viona yang turun dari mobil sambil menggendong Evan yang masih tidur dalam dekapan ibu nya.
Lu Sun membuka bagasi menyimpan tas Viona dan Evan kedalam gelangnya.
Lalu dia membuka pintu belakang menggendong ibu Viona keluar dari dalam mobil.
Dengan kakinya Lu Sun menendang ringan mobil tersebut, hingga jatuh kedalam jurang dan meledak.
Viona menatap nya dengan terbelalak, teman David ini gerak-geriknya selalu membuat nya kaget.
__ADS_1
Lu Sun tidak memperdulikan respon Viona, dia langsung merangkul pinggang Viona dan membawanya terbang.
Viona menjerit kecil dengan sangat kaget,
"Aiihh..!"
Lu Sun setelah berada di atas segera merubah bentuknya kembali ke asal.
Viona menatap kagum ke wajah pria yang sedang memeluk pinggangnya ini.
Viona berpikir dalam hati, teman David ini sungguh tampan wajahnya, bentuk badannya juga sangat keren.
Siapa pria ini pikir Viona, tapi sesaat kemudian dia dengan terkejut memandang ulang wajah Lu Sun dan berkata,
"Bukan kah kamu adalah pemilik Groups Lu yang baru-baru ini menikah sekaligus dengan 3 wanita itu. ?"
Lu Sun tidak menjawab, dia hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Ahh..!"
Viona kembali kaget.
Dia tidak menyangka pemilik Groups Lu memiliki kemampuan yang mengagetkan seperti ini, ini sungguh tidak masuk akal.
Viona kembali larut dalam lamunannya sendiri, dia sedang berpikir, pantas saja dia bisa menikahi 3 gadis sekaligus.
Dan ketiga gadis itu tidak keberatan sama sekali mereka harus berbagi suami.
Rupanya pria ini bukan hanya kaya raya dan berwajah tampan.
Tapi dia juga memiliki kemampuan yang tidak masuk akal dan sikapnya pun sangat baik ramah dan tidak sombong.
Lu Sun membawa Viona mendarat di lantai yang paling atas dari apartemennya.
Dengan menggunakan tangga darurat, mereka bergerak turun dua lantai kebawah, Di sana mereka menemukan sebuah lift yang membawa mereka ke apartemen Lu Sun.
Setelah masuk kedalam apartemen, Lu Sun pun berkata,
"Untuk sementara kamu tinggal dulu di sini, sampai aku selesai membereskan keluarga Chu."
"Baru aku akan kembali menjemput mu kemari dan mengantar mu kembali ke David."
"Ingat kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini, untuk keperluan makan dan lain-lain pesan saja lewat aplikasi."
"Untuk pembayarannya gunakan saja kartu ini," ucap Lu Sun sambil memberikan sebuah kartu yang dia letakkan di atas meja.
Viona menerimanya kemudian dengan ekspresi penuh permohonan dia berkata,
"Terimakasih banyak tuan Lu, tapi bolehkah aku minta satu hal dari mu ?"
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Katakan saja, jangan sungkan.."
Viona dengan wajah sedih berkata,
__ADS_1
"Tuan Lu aku mohon tolong jangan antar aku kembali ke sisi David, aku...aku.. tidak bisa bertemu dengan nya lagi.."