KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BALA BANTUAN UNDANGAN GIOK LAN


__ADS_3

Ketika tiga pasang mata itu bentrok, wanita yang berjalan diposisi kanan menatap Lu Sun dengan penuh kebencian dan kemarahan.


Wanita yang sebelah kiri malah menatap Lu Sun dengan gembira.


Kedua gadis itu adalah Cindy dan Maya.


Tadi pagi selepas Lu Sun pergi, Cindy datang ke apartemen kakaknya membawa sarapan pagi buat kakaknya.


Tapi yang dia temukan di ruang kerja kakaknya hanya sepucuk surat dan setumpuk sertifikat Asset groups Xie dan sebuah buku rekening beserta kartu ATM dan PINnya yang tergeletak di meja kerja kakaknya.


Setelah membaca surat itu Cindy terduduk lesu dan menangis sedih seorang diri.


Setelah puas menangis dia baru mengeluarkan HP nya menghubungi Maya agar menemaninya jalan-jalan dan refreshing.


Agar bisa melupakan kesedihannya, ditinggal pergi lagi oleh kakaknya yang baru bertemu beberapa waktu yang lalu.


Maka nya kini mereka berdua bisa muncul di butik langganan mereka dan secara kebetulan bertemu dengan Lu Sun.


Cindy teringat Lu Sun menjebaknya bersama kakek Xie Ding Feng, hampir saja dia menjadi korban kakek bejad itu.


Cindy tidak bisa menahan emosinya yang sudah naik ke ubun-ubun kepala.


Cindy berjalan cepat menghampiri Lu Sun tanpa banyak bicara basa-basi, dia langsung melayangkan telapak tangannya dengan sekuat tenaga menampar wajah Lu Sun,


"Plaakkk...!!"


Terdengar bunyi yang sangat nyaring, Lu Sun sampai terhuyung-huyung kebelakang terkena tamparan Cindy yang sangat keras.


"Bajingan..!! kamu berani menjebak ku..!!"


teriak Cindy dengan wajah merah penuh emosi sambil menunjuk wajah Lu Sun yang kini pipi kirinya sedikit lebam dan bengkak, sudut bibirnya juga sedikit robek mengeluarkan darah.


Cindy masih terlihat belum puas dia ingin bergerak maju, tapi pergerakannya ditahan oleh Maya.


Maya berusaha melerai dan menarik sahabatnya menjauhi Lu Sun.


Lu Sun hanya tersenyum tak berdaya, dia tidak bisa membantah maupun memberi penjelasan.


Siapa suruh dirinya terlalu baik hati dan mudah bersimpati dengan orang, inilah akibatnya.


Bersikap baik terhadap musuh, adalah berbuat kejam terhadap diri sendiri.


Kata-kata ini sangat tepat dan tidak salah, sekarang dia sedang menuai karma nya.


Untungnya ada Maya bila tidak habis lah dia dihajar oleh Cindy.


Keributan ini memicu Xue Yen Ying Ying dan Giok Lan keluar dari kamar ganti buru-buru menghampiri Lu Sun.


Melihat kondisi Lu Sun marahlah Ketiga isteri nya.

__ADS_1


Mereka langsung maju menghadang di depan Lu Sun, terutama Giok Lan dengan sangat marah dia menunjuk Cindy dengan dingin dan berkata,


"Siapa kamu berani berbuat onar di sini.?"


Cindy tentu tidak mau kalah gertak sambil melepaskan pegangan tangan Maya dia maju dan berkata,


"Nama ku Cindy Xie, kenapa kamu mau sok jagoan ?"


Giok Lan tersenyum dingin dan berkata,


"Sudah memukul orang masih berani bermulut besar.."


"Kalau nyali mu sebesar mulut mu kamu tunggu disini.."


Cindy tertawa mengejek tidak memperdulikan Maya yang berusaha menariknya pergi dari tempat itu.


Melihat gaya Cindy, Giok Lan menjadi mual dia langsung mengeluarkan HP nya dan melakukan panggilan telpon.


Tidak sampai 5 menit, tempat tersebut langsung di datangi oleh 10 orang pria berambut cepak berpakaian jas cheongsam berwarna hijau daun.


5 orang berdiri tegap didepan toko dalam keadaan siaga, lima orang lagi langsung berjalan masuk kedalam toko butik.


Begitu tiba dihadapan Giok Lan mereka memberi hormat dan berkata,


"Maaf ada yang bisa kami bantu nona ?"


Giok Lan menatap kearah Cindy sambil menunjuk dengan jarinya yang runcing, dan berkata.


"Baik Nona .."


jawab ke 5 orang itu kompak.


Kemudian mereka menatap kearah Cindy dengan tegas mereka berkata,


"Nona harap ikut dengan kami ke kantor.."


Cindy tersenyum mengejek dan berkata,


"Urusan ku dengan dia belum selesai menyingkir kalian, jangan ikut campur."


Tanpa banyak cakap dua orang langsung maju mencengkram kedua bahu Cindy.


Cindy tentu tidak Mandah di cengkram bahunya oleh kedua pria itu, dia langsung menggerakkan kedua tangannya menangkis dari samping.


Sambil memberikan tendangan ke lutut kedua orang tersebut.


Tapi mereka juga bukan orang lemah begitu tangan mereka ditangkis dan meleset kesamping, mereka langsung mengangkat kaki mereka menangkis dengan tulang kering mereka kearah tendangan dari Cindy.


Ke 3 orang yang tadinya berdiri diam kini juga maju berusaha menangkap bahu dan lengan Cindy sambil memberikan tendangan ke belakang lutut Cindy untuk melumpuhkannya.

__ADS_1


Meski ruang itu sempit tapi Cindy bisa bergerak dengan leluasa.


Melihat bentrokan antara petugas dan Cindy mulai berlangsung, Maya terpaksa mundur menjauh.


Begitu pula dengan Giok Lan, dia juga melangkah mundur menjauh.


Lu Sun yang ingin maju, mencegah keributan menjadi semakin besar.


Tangannya ditahan oleh Ying Ying dan Xue Yen yang memberinya kode jangan ikut campur.


Lu Sun terpaksa menurut dan menatap Cindy dengan perasaan cemas.


Lu Sun khawatir Cindy akan terluka.


Dengan majunya ke 5 orang itu bekerja sama berusaha melumpuhkan Cindy, kini Cindy satu melawan 5.


Dengan gerakan cepat dan ringan dia menghindar menangkis dan balas menyerang.


Dalam sekejap mata puluhan jurus berlalu, ke 5 pria itu belum juga berhasil melumpuhkan Cindy yang lincah.


Melihat keadaan ini ke 5 pria yang berdiri diluar kini masuk kedalam butik, salah satu dari mereka berkata, dengan pelan.


"Kalian ber 5 mundurlah.!"


mendengar suara itu ke 5 orang yang mengeroyok Cindy melompat mundur dengan teratur.


Pria yang memberi instruksi kini melompat maju menggunakan sepasang cakarnya yang mengeluarkan bunyi angin bercuitan.


Dia mulai bergerak menyerang dan berusaha menangkap dan Melumpuhkan Cindy dengan Cakarnya.


Cindy kini bergerak dengan lebih hati-hati karena lawannya kini jauh lebih tangguh.


Pria itu mampu mengimbangi kecepatan pergerakan Cindy dan terus memburu Cindy dengan Cakarnya, yang kini bisa berubah menjadi puluhan bayangan yang mengepung pergerakan Cindy.


Meski sedikit terdesak tapi Cindy masih bisa mengimbangi pria tersebut.


Tiba-tiba pria itu berteriak dan mengubah cara bersilat nya, dia kini menyerang bagai seekor rajawali.


Pergerakan nya yang cepat dan tak terduga menyambar-nyambar dari udara, membuat Cindy mulai kerepotan.


Melihat rekannya masih juga belum mampu menahlukkan Cindy, seorang pria lain maju menerjang kearah Cindy dengan kedua tapak tangannya yang mengeluarkan cahaya.


Pergerakan Cindy terkunci oleh kekuatan pria di belakangnya, Tapak itu setelah dekat berubah menjadi totokan seperti paruh burung mematuk.


Cindy langsung roboh karena syaraf utama dipunggungnya tertotok.


Lu Sun langsung bergerak maju tidak bisa menahan diri lagi, dan berkata.


"Terimakasih bapak-bapak telah repot-repot datang kemari, ini hanya kesalah pahaman kecil saja."

__ADS_1


"Mohon bapak-bapak Sudi melepaskan gadis itu."


__ADS_2