KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SAMPAI DI NEW YORK


__ADS_3

Lu Sun kembali mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya, dan dia menemukan senjata Dewa Legendaris nya di sandarkan tidak jauh dari ranjangnya.


Sekarang Lu Sun yakin kejadian pertempuran dan luka yang diterimanya dari Xue Yen, itu nyata bukan mimpi.


Buktinya senjata ini, bisa ada di luar, selain dirinya dan Lu Fan, tidak ada orang yang bisa memanggil dan menggunakan senjata tersebut.


Tapi bila nyata bagaimana penjelasan dengan luka ku yang sembuh total, dan tempat ini .


Aku saat ini ada di mana ?


Semakin pikir semakin bingung, Lu Sun kembali melihat bercak darah di sprei, lalu bergumam.


Jangan-jangan yang kulakukan dalam mimpi dengan Giok Lan itu nyata.


Ya benar kuncinya ada di Giok Lan, aku harus mencarinya untuk menjelaskan semuanya.


Lu Sun melihat sebuah buku agenda yang tergeletak terbuka di atas meja, setelah memasukkan senjata dewanya kedalam gelangnya.


Lu Sun bergegas memeriksa isi buku tersebut, ternyata buku tersebut adalah diary pribadinya Giok Lan.


Benar tidak salah lagi, ini pasti kamar pribadi Giok Lan, jadi sewaktu aku terluka parah dia yang telah menolong dan merawat ku, batin Lu Sun.


Lu Sun kemudian duduk di pinggir meja dan mulai membaca diary Giok Lan mulai dari depan sampai habis.


Saat membaca diary itu halaman demi halaman, terkadang Lu Sun tersenyum, tertawa, terkadang dia menitikkan air mata haru.


Saat menatap dan membaca halaman terakhir dari tulisan Giok Lan, yang memintanya kembali ke sisi Ying Ying dan hidup berbahagia lupakan semua masa lalu yang pernah terjadi.


Apalagi sampai berbuat bodoh memotong anggota tubuh seperti dulu, bila itu di lakukan Giok Lan akan membenci dan tidak akan pernah memaafkan nya.


Lu Sun menutup diary tersebut dan memejamkan matanya, dua butir air bening jatuh keatas sampul diary yang dipegangnya dengan erat.


Lu Sun menyimpan diary tersebut kedalam gelangnya.


Lalu dia melihat-lihat isi kamar Giok Lan, di pinggir ranjang Giok Lan ada sebuah foto Giok Lan yang sedang tersenyum manis.


Seolah-olah sedang menatapnya, Lu Sun tidak kuasa menahan dirinya untuk mengulurkan tangannya meraih foto tersebut.


Melihat nya dari dekat, entah kenapa melihat foto itu, Lu Sun merasakan kehangatan dan kedekatan dirinya dengan Giok Lan.


Lu Sun sedikit heran, di jaman dulu dia juga berdekatan cukup lama dengan Giok Lan..


Tapi tidak pernah dia punya perasaan hangat seperti ini.


Ada apa dengan dirinya batin Lu Sun, kemudian Lu Sun tanpa sadar menyimpan foto berikut bingkai nya kedalam gelangnya.


Setelah memperhatikan sekitarnya beberapa saat Lu Sun pun keluar dari kamar Giok Lan.

__ADS_1


Saat tiba di ruang tamu Lu Sun melihat si botak George sedang duduk santai minum kopi sambil nonton film kartun.


Tapi begitu melihat kehadiran Lu Sun, dia segera mematikan TV dan berkata,


"Tuan Sun anda sudah bangun syukurlah, ayo ikut dengan ku."


"Nona menugaskan ku mengantar mu kembali ke Nan Jing."


Setelah memberi penjelasan, George langsung membalikkan badannya ingin meninggalkan tempat itu.


"Tunggu dulu...!"


ucap Lu Sun.


George menghentikan langkahnya, dan menoleh dengan heran menatap Lu Sun.


dan bertanya dengan heran,


"ada apa tuan Sun ?"


Lu Sun menatap George dengan tajam dan bertanya,


"Di mana Sandra Giok Lan nona mu ?"


George tidak sanggup beradu pandang dengan Lu Sun, sebagai bodyguard profesional yang dibekali banyak kemampuan.


Apalagi sebagai mantan ex navy seal dan ex special force Amerika, tentu dia memiliki mental yang sangat baik.


Yang setiap ucapan nya tidak bisa dia bantah dan harus patuhi.


George dengan gugup sambil menundukkan kepalanya berkata,


"Ini..ini .. perintah dari nona...aku hanya di perintahkan memastikan tuan Sun kembali ke Nan Jing, dan berkumpul dengan anak istrinya dengan selamat.'


Lu Sun tersenyum dalam hati, Giok Lan ini sangat menarik dan lucu.


Setelah apa yang terjadi diantara mereka, bagaimana mungkin Lu Sun pulang ke Nan Jing dan melepaskan dia begitu saja.


"Sekarang kamu telpon nona mu, tidak biarkan aku menemuinya atau aku akan duduk di sini menantinya kembali."


ucap Lu Sun tegas.


Lu Sun terlihat memilih duduk di sofa dengan santai, menyalakan kembali TV menonton film kartun.


Sambil tersenyum Lu Sun melirik George dan berkata,


"Selera mu tidak buruk.."

__ADS_1


George tersenyum grogi sambil mengelus kepala nya yang botak.


George mengeluarkan ponselnya menelpon Giok Lan, setelah berbincang beberapa saat dalam bahasa yang tidak Lu Sun mengerti.


George menutup telponnya, sambil memberi kode kearah Lu Sun dengan gerakan kepalanya dia berkata,


"Ayo nona meminta ku membawa mu menemuinya."


Lu Sun sambil tersenyum mematikan TV kemudian melangkah mengikuti di belakang George menuju pesawat jet pribadi yang lainnya.


Pesawat jet sudah siap menunggu, begitu Lu Sun duduk di kursi dan memasang sabuk pengaman.


Begitu juga George yang baru habis kembali dari ruang depan menyampaikan perubahan rute penerbangan.


Pesawat langsung take off meninggalkan landasan.


Berbeda dengan jalan masuk yang melewati gerbang tebing bersandi.


Untuk take off pesawat langsung terbang melewati sebuah tebing curam di mana di bawahnya adalah hamparan lautan es tipis.


Sepanjang mata memandang hanya ada beberapa ekor rusa kutub dan seekor beruang kutub.


Lu Sun sedang berpikir di mana Giok Lan saat ini,? apa sebenarnya yang terjadi ? kenapa Giok Lan pergi terburu-buru meninggalkan nya.?


Ini tidak terlihat seperti kebiasaan Giok Lan, harusnya meski tidak ingin bertemu dengan nya.


Giok Lan juga akan memantau dan melihat kepergiannya, baru dia bisa tenang.


pikir Lu Sun didalam hati.


Lu Sun sempat bertanya pada George, apa yang terjadi dengan Giok Lan.?


Tapi si botak menyebalkan itu menjawab sambil memejamkan matanya dan berkata,


"Nanti juga akan tahu."


Bila tidak ingat dia adalah bawahan setia Giok Lan, ingin rasanya Lu Sun menyentil Kepalanya yang licin sampai tubuh telur bebek di sana.


Lu Sun akhirnya memejamkan matanya, mencoba untuk istirahat.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu harian, akhirnya lampu mengenakan sabuk pengaman di padamkan.


Pesawat sudah mendarat mulus di bandara JFK, Lu Sun pun turun dari pesawat mengikuti si botak.


Terlihat tidak jauh dari sana sebuah mobil Limousine edisi terbaru sudah terparkir di sana.


Si botak langsung berjalan kearah mobil tersebut, dia mengambil tempat duduk di sebelah supir.

__ADS_1


Sedangkan bagian belakangnya dia biarkan, untuk Lu Sun duduk sendirian di dalam.


Lu Sun menikmati perjalanan ketempat Giok Lan, dengan melihat lampu-lampu gemerlapan yang menghiasi jalan-jalan dan pertokoan.


__ADS_2