KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGUNJUNGI TAMAN BUAH PERSIK


__ADS_3

"Lalu di mana Ping er kenapa tidak terlihat ?"


tanya Lu Sun.


"Ping er bertugas di bagian dalam dan dapur, sedangkan aku bertugas di bagian luar."


"Aku hanya bisa bertemu dengan nya, saat jam makan siang, di mana dia sering di beri tugas sebagai pengantar makanan."


"Dan saat sore hari di mana dia bertugas menyiram tanaman di sekitar sini.."


"Kak Lu Ping sudah kehilangan semua ingatannya tentang masa lalu.."


"Dia sama sekali tidak mengenali ku lagi, kami seperti dua orang asing yang tidak lagi saling mengenal atau memiliki hubungan apapun."


"Tapi tidak apa-apa, ini semua jauh lebih baik daripada aku tidak bisa melihatnya sama sekali."


"Kenapa bisa begini,? kamu tidak kehilangan ingatan sedangkan Ping er kenapa bisa kehilangan ingatan.?"


Wu Song mengangguk sedih dan berkata,


"Ini karena Ping er malas berlatih ilmu keabadian, sehingga saat meninggal dia langsung dibawa ke akherat oleh kedua petugas hitam putih."


"Sedangkan aku, kedua petugas hitam putih, tidak berani mendatangi ku, mereka melewatkan ku begitu saja."


"Karena dari jauh mereka sudah melihat pancaran keabadian kekekalan semesta."


"Saat aku bersama ke tiga guru agung mendatangi akherat menjemput kak Lu Ping, dia sudah terlanjur di beri minuman pelupa masa lalu oleh Meng Po."


"Telat sedikit saja kami datangnya, kak Lu Ping pasti sudah di kirim untuk bereinkarnasi ke dunia "


"Tapi kami masih sempat menolongnya dan membawa dia ke sini, hanya saja kami tidak berhasil menyelamatkan ingatan nya."


"Tapi menurut para guru, itu justru baik, sehingga tidak akan timbul masalah kemelekatan cinta semu yang bisa mengacaukan peraturan langit."


ucap Wu Song menutup ceritanya sambil menghela nafas panjang.


"Lalu bagaimana dengan keadaan Lu Fan ?"


tanya Lu Sun ingin tahu.


"Itu aku kurang tahu, aku hanya tahu setelah lukanya dan kekuatannya pulih, dia memilih membawa istrinya untuk kembali tinggal di Xiao Pei menjadi tabib."


ucap Wu Song sesuai dengan apa yang dia tahu.


"Guru kenapa guru bisa sampai kesini, dan tangan guru kelihatannya baik baik saja..?"


tanya Wu Song heran.


"Aku bereinkarnasi ke masa depan yang jaraknya dengan jaman kita sekitar 1900 tahun kedepan."

__ADS_1


"Karena ada masalah besar, aku saat ini hendak menemui Yu Se Thian Cun memohon petunjuk."


"Mengobrol dengan mu, aku hampir lupa tugas ku, aku kedalam dulu Song er."


"Jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa."


"Yang lalu dan yang lampau biarkan saja berlalu hidup lah dengan tenang Song er, jangan di pikirkan lagi.."


"Terimakasih guru, Song er akan mengingatnya."


"Ohh ya guru, Dewi Chang er dan kelinci putihnya , masih sering menanyai ku kabar guru, dan meminta ku menyampaikan salam bila bertemu dengan guru.."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Katakan saja aku sudah bereinkarnasi menjadi manusia biasa dan sudah lupa masa lalu.."


"Dengan begitu akan lebih baik.."


Wu Song mengangguk kan Kepalanya dan berkata,


"Baik guru..murid akan sampaikan sesuai pesan guru."


Lu Sun melangkah masuk kedalam Istana San Jing yang besar dan luas dengan tenang.


Di tengah-tengah ruangan yang besar dan megah, terlihat tiga orang pertapa tua sedang duduk bersila.


Di hadapan mereka, ditempat duduk yang agak rendah, terlihat kaisar langit duduk bersila menghadap ke arah mereka.


"Guru Agung, hamba Lu Sun datang memberi hormat pada Guru Agung yang mulia."


Salah seorang kakek yang berambut dan berjenggot putih panjang, memakai pakaian putih polos dengan jubah kuning keemasan menutupi sebagian pakaian putih nya, berkata,


"Kemarilah Siau Se Ti ( adik seperguruan termuda) kamu masih terhitung adik seperguruan ku, tidak perlu terlalu banyak peradaban.."


"Kemarilah dan duduk di sini bersama Yu Di."


Lu Sun melayang kedepan dalam posisi berlutut, kemudian mendarat ringan masih dalam posisi berlutut.


Setelah memberi hormat sekali lagi kepada ketiga guru agung, dia baru merubah posisinya menjadi duduk bersila.


"Siau Se Ti, Aku sudah tahu tujuan mu kemari, katakanlah apa yang bisa ku bantu.?"


Lu Sun merangkapkan sepasang tangannya di depan dada, kemudian dia berkata,


"Guru Agung hamba mohon petunjuk atas gambar dan tulisan tulisan ini.."


Lu Sun memberikan 15 lembar kertas bergambar yang dia print dari foto foto di hpnya. lalu berkata,


"Guru Agung, mohon bantu aku menerjemahkan arti kata-kata di bawah setiap gambar itu."

__ADS_1


Yu Se Thian Cun mengulurkan tangannya kedepan, tiba-tiba selembar kertas muncul di hadapannya.


Kertas tersebut terbentang lebar, melayang di hadapannya.


Yu Se Thian Cun mulai menulis dengan menggunakan Mao Pit ( pena bulu ) dari jarak jauh dengan menggerakkan jarinya.


Mao Pit tersebut melayang di udara dan mulai mencoret coret kertas yang sedang melayang layang.


Setelah menyelesaikan tulisan nya, kertas itu akan jatuh kedalam pangkuan Lu Sun, selembar demi selembar hingga 15 lembar selesai diterjemahkan dan kini semuanya tertumpuk dengan rapi di pangkuan Lu Sun.


"Siau Se Ti pergunakan dengan baik baik ke 15 jurus ini, terutama 5 jurus terakhir, kekuatan nya bisa menghancurkan 3 alam semesta."


ucap Yu Se Thian Cun mengingatkan.


"Guru Wu Ming memilih mu sebagai ahli warisnya, tentu dia punya alasannya sendiri yang menjadi rahasia alam semesta."


"Aku hanya bisa membantu mu, menerjemahkan nya saja, sisanya tergantung dengan pemahaman mu sendiri terhadap ilmu itu."


"Mengenai urusan d dunia fana, Kami di alam dewa tidak di ijinkan turun kedunia untuk mencampurinya."


"Siau Se Ti kamu terpaksa harus berjuang sendirian menghadapi nya, kami di sini hanya bisa menunggu nya tiba kemari."


"Bila dia datang kemari kami baru bisa turun tangan menghadap nya."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Saya mengerti Guru Agung, terimakasih banyak atas bantuan terjemahan nya."


"Saya permisi dulu.."


"Silahkan...Siau Se Ti.. berhati-hati lah."


"Thian Cun saya juga ikut permisi.."


ucap Kaisar Langit sambil memberi hormat.


"Silahkan Yu Di, terimakasih banyak, telah merepotkan mu datang kemari.."


ucap Yu Se Thian Cun mewakili kedua rekannya yang hanya diam saja.


Keluar dari dalam istana San Jing, Lu Sun menganggukkan kepalanya kearah Wu Song.


Lalu dia dan Kaisar Langit pun berlalu dari surga tingkat pertama, kembali ke surga tingkat ke 2 tempat kediaman Yu Di.


Yu Di langsung membawa Wu Song menuju taman bunga persik, dimana Wang Mu Niang Niang dan putri putrinya berada.


Saat Yu Di tiba bersama Lu Sun, yang pertama datang menyambutnya adalah putri ke 7.


Sambil menggerling dan tersenyum manis kearah Lu Sun, dia lalu berkata,

__ADS_1


"Ananda memberi hormat pada Ayahanda kaisar dan kakak Sun.."


"Selamat datang di taman buah persik.."


__ADS_2