KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENEMUKAN LU SUN


__ADS_3

Monica di saat pandangan nya mulai berkunang-kunang dan hampir gelap, dia tiba-tiba teringat dengan pisau lipat di sakunya.


Monica segera mencabutnya dan menusukkannya ke lengan yang mencekik lehernya..


"Arrrghh...!!"


teriak yang mencekiknya kesakitan.


Cekikikan di lehernya pun terlepas, begitu terlepas Monica dengan gerakan cepat menusuk ke paha dan leher pria tinggi besar yang mencekiknya tadi.


Pria tinggi besar yang sedang memegang lengannya yang terluka berdarah, sangat terkejut dan tidak sempat menghindar saat pisau Monica menghujam deras kepahanya


"Arrrghh...!!"


teriaknya kesakitan.


Dia reflek membungkuk ke bawah memegang pahanya yang tertembus pisau Monica.


Di saat itulah Monica menusuk lehernya dari samping.


Sehingga tanpa bisa bersuara lagi pria tinggi besar itu roboh terjengkang ke belakang berkelonjotan seperti ayam habis di sembelih.


Sepasang tangannya menutup erat lehernya yang menyemburkan darah seperti air mancur


Tanpa membuang waktu Monica yang memanfaatkan beberapa penghuni penjara itu sedang terkesima dengan kejadian yang menimpa teman mereka.


Monica bergulingan mengambil kembali pistolnya dan melepaskan beberapa tembakan kearah beberapa tubuh yang menghalangi jalannya itu.


"Dorr...Dorr...Dorr...Dorrr....Dorr...Dorr...Dorrr...!"


Monica melepaskan tembakan secara sembarangan dengan mata terpejam.


Tapi dia sungguh beruntung bidikannya malah tepat sasaran, Ke 5 pria itu terjengkang kebelakang mengerang-ngerang kesakitan tidak sanggup bangun.


Monica yang sedang panik ketakutan kembali melepaskan beberapa tembakan, berulang-ulang hingga pistolnya macet kehabisan peluru.


"Dorr...Dorr...Dorr...Dorrr....Dorr...Dorr...Dorrr...


Dor..!"


"Ceklek...Ceklek...Ceklek...!!"


Ke 5 orang sial itu kini telah membujur kaku tak bergerak lagi.


Monica buru-buru memencet tombol mengeluarkan tempat pengisian peluru, lalu dia mengisi satu set peluru kedalam pistol nya.


Lalu mengokangnya sekali, baru kembali melangkah dengan hati-hati melewati area tersebut.


Tidak jauh melangkah kembali ada 3 orang pria yang melompat menerkam kearah Monica..


"Dorr...Dorrr..Dorrr..Dorrr...!!"


terdengar suara letusan senjata api dari Monica.


3 Sosok tubuh itu terpental ke belakang tak bergerak lagi kehilangan nyawa.


Monica kembali melanjutkan langkahnya kedepan, di depan nya kembali muncul 10 orang pria bertubuh tinggi besar bertelanjang dada sedang tertawa menyeringai kepadanya.


Mereka menatap tubuh Monica dengan penuh nafsu.

__ADS_1


"Cantik buang pistol mu, menyerahlah, kami berjanji akan memperlakukan mu dengan lembut.."


ucap salah satu pria yang menghadang di depan nya.


"Kamu percuma saja pistol mu paling-paling ada 12 peluru lagi kami di sini bersepuluh, lihat di belakang mu..."


"Menyerahlah..."


ucap pria itu sambil tertawa.


Begitu juga teman-temannya yang lain.


Monica secara reflex menoleh ke belakang, ternyata ucapan penjahat itu benar.


Di belakangnya juga bergerombol 10 orang penjahat lain nya, yang sedang tersenyum menyeringgai kearah nya.


Monica mundur mepet ketembok sekali ini mampuslah aku, batin Monica.


Monica sudah bisa membayangkan nasibnya bila terjatuh ke tangan orang-orang ini, nasibnya tidak akan beda jauh dengan Tina, Lili, Eni dan Mia..


Monica tanpa sadar mundur menyamping kebelakang, dia tanpa sadar malah masuk kedalam sel tahanan yang kini telah kosong.


Monica terus melangkah sambil mengarahkan pistolnya ke kiri dan ke kanan kearah para penjahat yang mengepungnya.


"Kalian jangan berani mendekat...!"


"Siapa yang maju duluan dia pasti akan menjadi korban, peluru ku tidak cukup banyak untuk membunuh kalian semua..!"


"Tapi dia masih cukup banyak untuk membunuh setengah dari kalian..!"


"Coba saja kalau berani...!!"


teriak Monica mengancam balik.


Mereka berdiri mematung saling pandang tidak ada yang berani bergerak.


Tiba-tiba dua orang penjahat mengangkat mayat di dekat sana.


Menjadikannya sebagai tameng maju mendekati Monica.


Monica tidak melepaskan tembakan, dia hanya menodongkan pistolnya kedepan, menunggu dan terus menunggu hingga jaraknya sudah dekat.


Monica pun mengincar kaki penjahat yang sedang mendekat kearahnya dengan tameng mayat teman mereka.


"Dorr..Dorr..!!"


terdengar suara letusan pistol yang di lepaskan oleh Monica, kearah kaki kedua penjahat yang sedang mendekati nya.


Begitu kedua penjahat itu jatuh berlutut karena kakinya tertembak, Monica langsung kembali melepaskan tembakan kearah kepala mereka.


"Dorr..Dorr..!!"


Kembali terdengar suara letusan kedua orang yang nekad menggunakan tameng mayat, kini terkapar dengan kepala berlobang


Darah keluar dari lubang kepala mereka yang masih mengepulkan asap, sebentar saja darah sudah menggenang membasahi lantai, disekitar tubuh mereka terkapar.


"Siapa lagi yang nekad dan ingin mencobanya !?"


teriak Monica bertanya.

__ADS_1


Tapi kini 5 orang maju menggunakan mayat sebagai tameng, di belakang mereka mengikuti rekan-rekan mereka yang berjumlah 13 orang.


Sebelum mereka mendekat Monica mengganti pelurunya dengan set peluru baru, lalu kembali bersiaga menanti kedatangan mereka, peluru sebelumnya hanya tersisa 7.


Monica terpaksa menggantinya dengan yang baru.


Sehingga lebih dari cukup untuk menghabisi mereka.


Sisa beberapa orang dia akan mencari akal mengisi ulang peluru, atau dia akan menggunakan pisau lipatnya.


Dor..Dorr.Dorr..Dorrr..."Dorr...Dorr...Dorr...Dorrr....Dorr...Dorr...Dorrr...


Dor..!"


terdengar suara letusan pistol Monica.


Korban berjatuhan bergelimpangan, tetapi mereka tetap nekad menerkam kearah nya.


"Dorr...Dorr...Dorrr...!"


"Ceklek...Ceklek...!"


Monica sudah mepet mundur hingga ketembok tidak bisa mundur lagi.


Peluru di pistolnya juga sudah habis.


Tapi di hadapannya masih tersisa 4 penjahat yang tersenyum senang menatapnya dengan rakus, Lau mereka serentak melompat maju untuk menangkapnya.


Monica menghindari terkaman mereka dengan menggulingkan tubuhnya dilantai, dan meraih set peluru yang tadi dia buang.


Sambil bergulingan menjauh dari mereka, Monica mengisi peluru, kemudian terdengar letusan beruntun..


"Dor...Dorr..Dorrr..."Dorr...Dorr...Dorr...Dorrr..!"


Keempat orang itu terpental terkena tembakan jarak dekat Monica.


Monica bangun berdiri mengisi peluru baru, kemudian dia bersiaga memastikan mereka semua telah tewas.


Setelah itu dia baru melangkah keluar dari kamar sel tahanan di mana mayat bertumpuk-tumpuk di dalam.


Berulang kali ada penghuni penjara yang ingin menangkap nya.


Tapi mereka semua tewas ditembak oleh Monica, yang semakin lama semakin ahli dan tenang dalam menggunakan pistol ditangannya.


Untungnya persediaan peluru Monica cukup banyak sehingga dia tidak terlalu khawatir.


Setelah menembak mati cukup banyak penghuni sel tahanan yang ingin menyerangnya.


Kini tidak ada penghuni penjara yang berani mencoba menyerang atau mendekati nya lagi.


Monica bisa maju selangkah demi selangkah dengan tenang mendekati sel kamar tahanan Lu Sun.


Semakin mendekat ke sel Lu Sun Monica mendengar suara baku hantam di dalam kamar sel tahanan Lu Sun.


Tiba-tiba sesosok tubuh berlumuran darah terlempar keluar dari dinding tembok yang jebol.


Sosok itu menatap Monica dan berkata,


"Cepat...cepat tinggalkan tempat ini... berbahaya...!!"

__ADS_1


Lalu Sosok itu berdiri dan menerjang kembali kedalam kamar sel tahanan.


Monica mengenalinya Sosok itu, sosok itu adalah Lu Sun, pria sombong menyebalkan itu.


__ADS_2