KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENAWARKAN PERJANJIAN KE LU SUN


__ADS_3

Cin liong sudah rapi dia melihat Monica sedang sarapan dengan lahap, Cin Liong menghampiri istrinya dan berkata,


"Sayang aku pergi dulu ya, jaga dirimu.."


Cin Liong mencium pipi istrinya berpamit, lalu dia membalikkan tubuhnya hendak pergi.


Monica menahan tangannya sambil menatap suaminya dengan cemas dia berkata,


"Sayang jangan lupa janji mu, kami menanti kepulangan mu.."


Cin Liong menganggukkan kepalanya, dia kembali memeluk istrinya yang sedang duduk dari belakang.


Lalu dia membelai perut istrinya dengan lembut dan berkata,


"Aku janji, kamu tenanglah jangan cemas, aku akan segera kembali."


Setelah itu dia pun melangkah dengan mantab menuju balkon kamar, dari sana dia langsung terbang keatas langit .


Tidak butuh waktu lama, dia pun bisa melihat yang sedang terjadi di halaman depan kediaman Lu Sun.


Karena jarak nya masih cukup jauh dia terpaksa melepaskan pukulan jarak jauh untuk menangkis serangan Lu Sun yang hendak memotong tangan Ming Dao.


Setelah melepaskan pukulan jarak jauh dia baru berseru agar Lu Sun tidak melanjutkan serangan kedua kalinya ke Ming Dao.


Sebelum suara teriakan nya hilang, dia sudah mendarat ringan di hadapan Lu Sun sambil tersenyum dan berkata,


"Teman tenangkan diri mu, dengarkan aku dulu.."


"Aku datang untuk memberikan tawaran menarik buat mu."


Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,


"Apa yang kamu inginkan teman."


"Aku datang kemari adalah untuk menyelamatkannya, dia masih terhitung kakak ipar tiri ku."


"Aku tidak bisa membiarkan sesuatu menimpa dirinya, itu akan menyakiti perasaan ibu mertua ku yang lagi sakit.."


"Aku menawarkan perdamaian kalau kamu setuju melepaskannya, aku akan menjamin grup Sun tidak akan bersaing dengan group Lu di segala bidang bisnis yang sudah diikuti grup Sun.."


"Setiap bidang bisnis di mana ada group Lu, grup Sun akan mundur menarik diri dari bisnis tersebut."


"Aku dengar kamu ingin memberinya dua hukuman akibat dosa yang pernah dia lakukan."


"Aku akan menggantikan nya menerima hukuman itu.."


"Itulah persyaratan yang kutawarkan, kalau kamu setuju kita bisa buat perjanjian tertulis."


"Kalau kamu tidak setuju, maka hari ini hanya akan ada salah satu dari kita yang keluar hidup-hidup dari sini."

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri apa efek dari perkelahian kita ini, aku mungkin akan kehilangan dia dan nyawaku."


"Tapi kamu juga pasti akan kehilangan semua orang yang ada ditempat ini, termasuk mereka bertiga.."


ucap Black Panther dengan nada dingin.


Lu Sun tersenyum mengejek dan berkata,


"Kamu datang kemari untuk mengancam ku..?"


Black Panther tertawa, dan berkata.


"Ha..ha..ha..ha..! sebenarnya tidak, tapi bila kamu menganggapnya seperti itu, aku juga tidak akan membantahnya."


"Silahkan maju saja..."


ucap Black Panther mulai melepaskan sedikit aura biru nya.


Dia tidak melepaskan semua khawatir Ming Dao akan musnah menjadi abu.


Lu Sun terlihat ragu melihat sikap dan tekad Black Panther, dia tahu bila tidak menerima tawarannya maka pertarungan hidup mati yang tidak bermanfaat pasti terjadi.


Lu Sun menimbang-nimbang kemudian dia melirik kearah ketiga istrinya yang sedang menatapnya dengan cemas sambil menggelengkan kepala mereka.


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah ku terima syarat mu, tapi bagaimana kamu akan menebus dosanya.?"


Dia langsung memotong jari kelingking dan manisnya di hadapan Lu Sun.


Kedua jari itu jatuh tergeletak di hadapan Lu Sun.


Darah mengucur deras dari bekas lukanya, Black Panther menotok dua jalan darah di.lengan dan bahu untuk menghentikan pendarahan.


Setelah itu dia baru menatap kearah Lu Sun dan berkata,


"Apa kamu sudah boleh pergi..?"


Lu Sun sebenarnya tidak ingin hal ini terjadi, dia ingin mencegahnya tapi gerakan Black Panther yang di luar dugaan itu sangat cepat.


Semua terjadi begitu saja tanpa dia dapat mencegahnya.


Lu Sun menghela nafas memberikan kode, ke Black Panther dia boleh meninggalkan tempat itu dengan bebas.


Di saat Black Panther membalikkan badannya, dan menenteng kerah baju Ming Dao.


Seperti harimau menenteng anaknya.


Lu Sun pun berkata,

__ADS_1


"Berhati-hati lah dengan orang ini, ku harap kamu tidak akan pernah menyesal telah menolongnya hari ini.."


Black Panther mengangguk dan berkata,


"Aku tidak pernah menyesali semua perbuatan ku, simpan saja ke khawatiran mu, terimakasih."


Lalu Black Panther pun melesat keudara menenteng Ming Dao menuju rumah sakit untuk menemui ibu mertuanya.


Tiba di rumah sakit, Black Panther mengirim pesan ke Istrinya.


"Kami ada Di rumah sakit ibu mu dirawat datanglah sayang.."


Setelah mengirim pesan Black Panther menatap kearah Ming Dao dan berkata,


"Temui ibu mu bersikap lah penuh bakti kepadanya, senang kan dia.."


"Atau kamu masuk dengan berjalan keluar dengan merangkak.."


ucap black Panther dengan nada sedingin es.


Ming Dao mengangguk cepat, di dalam hati dia berpikir tentu saja aku akan berusaha menenangkan nya, meski harus berpura-pura sekalipun aku akan melakukannya dengan baik.


Bisa punya pelindung seperti ini, mimpi pun aku tidak pernah ke bayang.


Kelihatannya orang ini kemampuan nya mungkin 10 kali lipat diatas Jack.


Buktinya Lu Sun yang begitu sakti terlihat begitu menyeganinya.


Di dalam otak Ming Dao yang cerdik sudah berkelebat berbagai rencana yang harus dia lakukan di masa depan.


Saat ini yang paling penting adalah mendapatkan kepercayaan dan berusaha sebaik mungkin agar mendapatkan perlindungan darinya.


Setelah itu baru fokus memindahkan tempat risetnya ke tempat lain, dan melakukan eksperimen ulang untuk memperoleh kembali kekuatan nya.


Ming Dao sambil otaknya terus berputar, dia melangkah mengikuti Ming Dao menuju sebuah ruangan.


Di dalam sebuah kamar yang elite dan mewah terbaring seorang wanita cantik yang pucat dan lemah.


Bila di lihat dari wajahnya orang akan mengira usianya 30 tahunan.


Tapi sebenarnya wanita itu sudah berumur 50 tahun, tapi karena dia memang memiliki wajah yang sangat cantik di masa mudanya.


Makanya dia terlihat awet muda, wajah nya dan Ming Dao bila di perhatikan dengan teliti memang banyak kemiripan.


Mungkin ketampanan Ming Dao karena di wariskan oleh wanita ini.


Ming Dao dengan bercucuran air mata langsung berlari menjatuhkan diri berlutut disamping ranjang wanita itu sambil berkata,


"Ibu..ibu... maafkan aku...ini aku Ming Dao anak mu yang tidak berbakti datang menjenguk mu.."

__ADS_1


Wanita itu membelai kepala Ming Dao dengan airmata bercucuran.


"Ming Dao anakku, maafkan ibu yang selama ini tidak pernah merawat dan menjaga mu menjalankan tugas dan tanggung jawab ku sebagai seorang ibu.."


__ADS_2