
Bukan pangeran Ahmed Husein dan kedua. pengawalnya yang bikin mereka terkejut.
Tapi ke 13 wanita berpakaian gerombyongan berwarna hitam dengan wajah tertutup tinggal sepasang mata.
Dimana mereka semua berjalan mengekor di belakang si Ahmed seperti bebek dengan masing-masing menggandeng beberapa anak kecil balita.
Yang mirip sekumpulan taman kanak-kanak dengan 13 guru pembimbing yang sedang menuntun mereka melakukan karya wisata.
Begitu mereka muncul suasana yang tenang dan nyaman menjadi terganggu dan sangat berisik, ada suara tertawa menangis teriak-teriak.
Bahkan diantara mereka ada yang menggunakan bedong menggendong bayi yang masih kecil.
Lu Sun dan ketiga istrinya saling pandang kemudian mereka pun tertawa-tawa.
"Xue Xue Ying Ying gimana tertarik untuk bergabung dengan mereka jadi yang ke 14 dan 15.."
ucap Lu Sun sambil tertawa.
Lu Sun langsung mendapat cubitan gemas kedua istrinya, lalu mereka berempat pun tertawa tawa.
"Dasar bajingan egois.."
umpat Xue Xue sebal.
Sesaat kemudian Pangeran Ahmed Husein sudah tiba di hadapan mereka.
Begitu melihat Giok Lan dia langsung terbengong seperti orang terkena hipnotis.
Sesaat kemudian dia langsung maju, sambil tersenyum lebar dia mengulurkan tangannya dan berkata,
"Bidadari kenalkan nama ku Ahmed Husein..."
Giok Lan yang merasa tidak sopan bila menolak nya langsung, dia menoleh kearah suaminya.
Setelah melihat anggukan Lu Sun, Giok Lan pun balas menyalaminya sambil berkata,
"Sandra..!"
Tapi pangeran itu setelah menyalami Xue Yen, dia tidak bersedia melepaskan tangan Xue Yen, malah dia berusaha menarik tangan Xue Yen untuk dia cium.
Tapi sebelum niatnya berhasil, sebuah tamparan keras mendarat di pipi nya, membuatnya terpental kebelakang dengan kedua kaki menghadap langit.
Ternyata di balik dasternya yang terbuka dia tidak mengenakan penutup apapun.
Xue Yen Giok Lan dan Ying Ying yang secara tidak sengaja melihat barang nya, mereka menjerit kaget buru-buru membuang muka dengan wajah merah padam.
Tamparan itu berasal dari Lu Sun yang sudah tidak tahan melihat sikap pangeran tidak tahu diri ini.
Lu Sun menggunakan Wu Xiang Sen Kung, meski duduknya berjauhan, tapi tangannya bisa memanjang menampar wajah pangeran Ahmed Husein, yang hendak memaksa mencium tangan Giok Lan.
Pangeran Ahmed Husein dengan mulut berlumuran darah dia menunjuk kearah Lu Sun dengan sangat marah.
__ADS_1
Sambil meludahkan dua potong giginya yang tanggal dia menyuruh kedua pengawal nya menyerang Lu Sun.
Kedua pengawal itu masing-masing meminum dua botol cairan yang mereka keluarkan dari sakunya.
Lalu mereka bergerak menyerang Lu Sun yang satu menggunakan tapak es yang satu menggunakan tapak Api.
Puluhan bayangan telapak tangan mengurung Lu Sun dari berbagai arah.
Lu Sun hanya menanggapinya dengan tersenyum dingin.
Kedua tangan Lu Sun terulur kedepan belum sempat mereka saling bersentuhan.
Kedua pengawal pangeran Ahmed Husein, kehilangan kemampuan mengendalikan keseimbangan tubuh mereka.
Mereka berdua jatuh berlutut, terlihat sangat menderita terdengar suara dari tenggorokan mereka.
"Arrghhh...!"
Mereka berteriak menahan nyeri, energi ditubuh mereka bergolak hebat sulit di kendalikan.
Mereka merasa seluruh energi ditubuh mereka seolah olah seperti akan meledak.
Mereka berdua bahkan ingin berdiri pun terasa sulit, wajah mereka sepucat kertas, keringat dingin mengucur membasahi wajah mereka.
"Hari ini aku ampuni kalian, pergilah jauh-jauh dari hadapan ku..!"
ucap Lu Sun sambil mengibaskan tangannya kedua orang itu terpental tercebur kedalam kolam.
"Manusia egois, istrimu kamu tutup habis, istri orang kamu lihat dengan jelalatan.."
"Kamu bahkan dengan tidak sopan ingin mencium tangan istri orang."
"Kalau kamu tidak cepat enyah dari sini, jangan salahkan aku, bila nanti ke 13 istri mu ku tel*njangi untuk jadi tontonan orang-orang..!"
Melihat kedua pengawal kebanggaan nya, dalam satu gebrakan telah di buat tak berdaya.
Pangeran Ahmed Husein mundur menjauh ketakutan dengan wajah pucat, wajah nya semakin pias ketakutan.
Saat mendengar terjemahan kedalam bahasa Inggris yang di lakukan Giok Lan buat Lu Sun sambil menatap tajam kearah pangeran Ahmed Husein.
Tanpa banyak bicara lagi pangeran Ahmed Husein mengangkat dasternya setinggi lutut kemudian berlari meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan nasib ke 13 istrinya dan anak-anak nya.
Para wanita berseragam hitam itu membawa anak-anak mereka mengejar kearah pangeran itu pergi.
Mirip seperti sekumpulan bebek yang mengikuti gembalanya.
Lu Sun ingin tertawa tapi juga merasa kasihan dengan para wanita dan anak-anak itu.
Akhirnya dia memilih menahan diri dan tidak jadi tertawa.
Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan tertawa sambil menutup mulut mereka, melihat gaya lari pangeran Ahmed yang lucu itu.
__ADS_1
Setelah rombongan itu pergi situasi pun kembali tenang dan santai.
Lu Sun bangkit dari kursi santai nya pergi menemani anaknya bermain air.
Menjelang siang sekumpulan pasukan pengaman kerajaan bergerak memasuki hotel, setelah berbicara sejenak dengan manajer pengurus hotel.
Mereka langsung di antar oleh petugas keamanan hotel ke Wahana Taman Air, di mana Lu Sun dan keluarganya sedang asyik bermain air.
Sekelompok pasukan pengawal yang terdiri dari belasan orang itu, begitu menemukan Lu Sun mereka langsung menghampirinya.
Seorang pria berkumis tebal, dia lah kepala dari belasan orang pasukan pengawal itu yang bernama Sadam.
Dia segera maju memberi hormat pada Lu Sun dan berkata,
"Maaf tuan mengganggu kesenangan anda, nama saya Sadam, kami adalah pasukan pengawal istana.."
"Kami ditugaskan mengundang anda menghadap raja kami Yang mulia raja Salman."
Lu Sun menoleh kearah Giok Lan, setelah mendapatkan penjelasan dari Giok Lan.
Dia pun berkata,
"Baik tapi beri saya dan istri saya ini berganti pakaian yang sopan baru berangkat menghadap raja kalian.."
Setelah mendapatkan penjelasan dari Giok Lan, kapten Sadam mengangguk dan berkata,
"Silahkan,... kami akan menunggu di lobi."
Setelah memberi hormat kapten Sadam pun bergerak membawa anak buahnya menuju lobi hotel.
"Lan Lan kamu temani aku ke istana ya ? aku kesulitan berkomunikasi dengan mereka."
Giok Lan mengangguk kecil.
Lu Sun menoleh ke Ying Ying dan Xue Xue kemudian berkata,
"Kalian santai saja, kami pergi dulu sebentar nanti setelah selesai baru kembali kemari lagi."
"Sun ke ke kamu tadi menghajar orang itu, sekarang kamu langsung di panggil ke istana, jangan-jangan kamu di panggil karena masalah tadi pagi itu.."
ucap Ying Ying terlihat cemas.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Jangan terlalu khawatir santai saja tidak akan ada masalah.."
"Sun ke ke kalian berdua harus waspada dan berhati-hati.."
ucap Xue Xue yang juga sedikit cemas.
Lu Sun mengangguk dan tersenyum lembut, lalu dia kembali ke kamar bersama Giok Lan.
__ADS_1