
Ming Dao sambil melarikan mobilnya dengan kencang dia langsung minum dua botol serum kekuatan lama dan sebotol serum kekuatan baru.
Meski merasa rasanya aneh bau asin dan sepet-sepet, Ming Dao tetap menghabiskannya.
Serum baru yang di minumnya menyusul juga terasa aneh, pahit-pahit dan wangi kopi.
Meski merasa sedikit heran Mimg Dao tidak punya waktu untuk berpikir banyak, dia terus melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Lu Sun.
Sambil menyetir, Ming Dao juga membuka sebuah Aplikasi di HP nya, begitu aplikasi tersebut muncul, Ming Dao memasukkan sejumlah kode kedalam aplikasi tersebut.
Kemudian dia mengirimkan peta lokasi kedalam aplikasi tersebut dan memberikan perintah Kill.
Lalu dia menekan tombol ok, dan keluar dari aplikasi tersebut, sambil menyimpan HP nya dia terus fokus menyetir dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Lu Sun.
Lu Sun sendiri sudah terlebih dahulu sampai di kediaman nya, dia tadi begitu melihat Ming Dao mulai bergerak meninggalkan kediamannya.
Dia pun langsung bergerak kembali ke rumahnya.
Lu Sun mendarat ringan di balkon kamar Ying Ying, dari sana dia masuk ke kamar langsung menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dari berganti pakaian santai, Lu Sun baru turun ke lantai bawah menuju halaman samping, di mana ketiga istri dan anaknya sedang berkumpul di pinggir kolam renang.
Melihat kedatangan Lu Sun, Giok Lan yang paling duluan bereaksi maju merangkul lengan suaminya, dengan manja dia bertanya.
"Sun ke ke dari mana aja sih ? kenapa beberapa hari ini tidak kelihatan sama sekali..?"
Lu Sun Tersenyum dan membelai rambut nya dengan lembut sambil berkata,
"Aku pergi memantau bos group Ching Ming, sambil memberikan beberapa hadiah untuknya."
"Sayang aku sudah transfer uang nya ke David.."
ucap Ying Ying saat Lu Sun sudah berada di hadapannya.
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Makasih sayang maaf sudah ngerepotin kamu."
Ying Ying Tersenyum lembut dan berkata,
"Sudah makan belum ? Xue Yen ada masak ikan asem pedes tadi, mau ku ambilkan..?"
Lu Sun Tersenyum dan berkata,
"Nanti saja setelah tamu tak diundang pergi, baru kita makan sama-sama."
"Apa maksudnya ?"
tanya Xue Yen dengan alis berkerut.
Lu Sun sambil tersenyum menoleh kearah Ying Ying dan berkata,
"Sebentar lagi kekasih lama mu akan datang kemari, kalian sudah lama gak bertemu pasti banyak yang ingin di bicarakan benar tidak ?"
__ADS_1
Ying Ying sambil tersenyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu ini ya, aku sekarang ini adalah istri mu, tentu saja di pikiran ku ya cuma ada kamu."
"Emangnya kamu mau lihat istri mu kembali dekat dengan mantannya ?"
"Nanti ngambek lagi duduk sendirian di atap gedung.."
"Wah cerita baru ini, cerita dong kak Ying Ying jangan bikin penasaran kita-kita.."
ucap Giok Lan penuh semangat sambil tertawa-tawa.
Lu Sun Tersenyum canggung dan buru-buru mengalihkan topik pembicaraan.
"Sayang aku mau kedepan menyambut kedatangan tamu tak diundang kalian mau ikut ?"
Ketiga istri Lu Sun mengangguk, kemudian mereka bertiga meninggalkan Lu San yang sedang asyik bermain air di jaga dua orang pengasuhnya.
"Papa mau kemana San er ikut Ya...!?"
Lu Sun menoleh kearah anaknya dan berkata,
"Gak usah San er main saja di sini, nanti papa akan belikan es krim dan mainan yang banyak buat San er !"
"Papa janji ya gak boleh bohong...!"
ucap Lu San sambil melihat ayahnya.
Lu Sun berjalan menghampiri anaknya lalu berjongkok dan menciumi kening putranya sambil berkata,
Lu San mengacungkan jari kelingkingnya yang kecil di hadapan Lu Sun sambil tersenyum senang.
Lu Sun mengaitkan jari kelingkingnya, Kejari Lu San kemudian Lu Sun Kembali mencium kening anaknya dengan. lembut
Melihat wajah Lu San anaknya, Lu Sun pasti akan selalu teringat dengan Ying Ying istrinya.
Wajah mereka berdua sangat mirip, Lu San hampir mewarisi sebagian besar wajah istrinya.
Hanya sepasang alis hitam Lu San yang tebal dan lebat mirip dirinya.
"San er main dulu di sini, ayah mau kedepan sebentar.."
"Kalian berdua titip San er..ya "
ucap Lu Sun sambil menoleh kearah kedua orang pengasuh anaknya.
"Baik tuan.."
jawab kedua pelayan tersebut sopan.
Lu Sun kembali berdiri dan melangkah menghampiri Ketiga istri nya, lalu mereka meninggalkan halaman samping menuju halaman depan.
Ketika mereka tiba di halaman depan, mereka melihat 4 satpam dan 4 orang bodyguard penjaga keamanan rumah mereka.
__ADS_1
Terkapar diatas tanah merintih-rintih tidak bisa kembali berdiri.
Di hadapan para satpam dan bodyguard yang sedang merintih-rintih terlihat 10 orang berbadan kekar berambut cepak.
Sedang menatap kearah Lu Sun dengan tatapan dingin.
"Kalian bertiga tunggu saja di sini, aku kesana sebentar.."
bisik Lu Sun pelan ke Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan.
Mereka bertiga mengangguk, Ying Ying berkata,
"Sayang hati-hatilah.."
Lu Sun mengangguk kecil, kemudian dia berjalan menghampiri kearah 10 orang itu, sambil menunjuk mereka dia berkata,
"Apa yang kalian inginkan ? siapa kalian ?"
Sebuah mobil Lamborghini berwarna oranye memasuki halaman kediaman Lu Sun.
Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi seakan-akan ingin menabrak Lu Sun.
Lu Sun tetap berdiri tenang di tempatnya sambil tersenyum mengejek.
Melihat tamu tidak di undangnya ini telah datang, Lu Sun pun bisa menebak kehadiran 10 orang itu pasti ada hubungannya dengan tamunya ini.
Sementara Ketiga istri Lu Sun yang berdiri tidak jauh dari sana, juga terlihat santai.
Mereka yakin kalaupun mobil cantik itu menabrak Lu Sun, yang rusak pasti bukan Lu Sun melainkan mobil itulah yang bakalan rusak.
Tepat beberapa meter jaraknya dari Lu Sun, mobil itu mengerem hingga ban mobil mengeluarkan suara berderit nyaring.
Mobil berhenti tepat di depan Lu Sun dengan posisi menyamping.
Karena dalam posisi berlari kencang tiba-tiba di rem.
Mobil sedikit berputar 1/2 lingkaran.
Jarak antara Lu Sun dan mobil itu hanya beberapa centi saja.
Lu Sun Tersenyum mengejek, dia menghentakkan kakinya ke lantai.
Sebuah gelombang kejut membuat mobil tersebut terangkat keatas, mesin bagian bawahnya miring ke hadapan Lu Sun.
Lu Sun menendang nya, membuat mobil itu terpental puluhan meter bergulingan diudara lalu jatuh diatas tanah berguling-guling.
Mobil yang sudah ringsek itu, baru berhenti bergerak setelah menabrak sebatang pohon besar.
Sementara pengendara mobil sudah melayang keluar dari dalam mobil, begitu mobilnya terpental diudara tadi.
Pengendara mobil mendarat ringan di hadapan Lu Sun dan berkata,
"Lama tak bertemu kelihatannya kamu semakin hebat.."
__ADS_1
"Kapan keluar..?"