
Tapi Lu San di buat terkejut dengan kemampuan Tang Lang yang menahan serangan Tapak Penahluk Naga Siluman Semesta.
Dengan pukulan yang memunculkan bayangan burung Hong yang bergerak lincah menghadapi bayangan Naga Siluman Semesta nya.
Serangan Naga Siluman Semesta yang bersifat keras dan meledak ledak.
Di layani dengan serangan Burung Hong yang menari nari depan lincah dan lembut.
Sangat indah di pandang tapi mengandung bahaya yang mematikan.
Dengan memadukan golok sinar bulannya dengan tarian Penahluk Burung Hong.
Tang Lang tanpa kesulitan sama sekali berhasil mengimbangi Lu San.
Lu San terpaksa kembali merubah jurus untuk mendesak dan berusaha mengalahkan Tang Lang.
Lu San sadar bila murid kedua Wu Ching mampu mengimbangi dirinya, bila dia tidak secepat nya mengalahkan Tang Lang.
Begitu murid pertamanya atau Wu Ching sendiri muncul di sini, maka dia bisa berada dalam bahaya besar.
Bila yang muncul adalah Wu Ching, Lu San sudah memutuskan untuk melarikan diri.
Tanpa bantuan ayahnya atau kakak iparnya Wu Song ini merupakan tindakan bunuh diri.
Lu San yang merupakan reinkarnasi Lu Fan tidak akan sebodoh itu, melayani 3 orang itu sendirian.
Kalau soal melarikan diri, itu termasuk salah satu ilmu andalan guru Sun nya.
Dan dia mewarisi nya dengan baik, dengan merubah dirinya menjadi sesuatu.
Lu San yakin dia bisa melarikan diri bila terdesak.
Lu San kini mulai memainkan Wu Xiang Sen Kung, sehingga tubuhnya bisa bergerak bebas dalam menyerang dari tempat tak terduga.
Lu San juga memainkan ilmu tendangan 9 matahari dengan cara berjungkir balik membingungkan lawannya.
Awal awal Tang Lang cukup terkejut, tapi lama kelamaan dia mulai hapal dan bisa dengan mudah menghindar dengan mengandalkan jurus menghilang nya.
Dimana tubuhnya bisa lenyap berubah menjadi segumpal kabut hijau.
Lu San mengenali ilmu jenis ini yang di gunakan oleh Pa Sha cukup menyulitkan dirinya.
Selain itu Lu San juga mengenali tarian Penahluk Burung Hong seperti yang di mainkan oleh Michiko dan pamannya Ikeda dulu saat berhadapan dengan ayahnya.
__ADS_1
Lu San yakin ada kemungkinan ilmu ini Michiko dan Ikeda warisi dari Tang Lang.
Karena Tang Lang benar'benar menguasai ilmu tersebut dengan sangat sempurna dan matang.
Ratusan jurus berlalu, baik Lu San maupun Tang Lang sudah mengeluarkan berbagai macam ilmu terbaik mereka tapi masih belum ada yang bisa mengungguli lawan mereka masing-masing.
Akhirnya Lu San kembali memutuskan mencoba ilmu Xi Xing Ta Fa dipadukan dengan Qian kun Ta Lo Ih Sin Fa.
Lu San menggunakan cakar tengkorak putih untuk mencengkram badan Golok Tang Lang, sebelum dia melepaskan Xi Xing Ta Fa.
Untuk mencoba menyerap energi Tang Lang, sedangkan bahunya di biarkan terbuka menyambut cakarTarian Burung Hong yang tiba.
Pedang cahaya di tangan nya di gunakan untuk menusuk dada kiri Tang Lang.
Sedangkan sepasang kakinya digunakan untuk melilit pinggang Tang Lang agar tidak bisa meloloskan diri.
Tai lagi lagi semua jurus yang sudah di rencanakan dengan sangat matang itu.
Semuanya berhasil di patahkan oleh Tang Lang.
Tang Lang begitu menyadari ada ketidak beresan pada diri nya, karena tenaga nya mengalir deras berpindah ketubuh Lu San.
Dengan gerakan lembut seperti tanpa tenaga Tang Lang melontarkan Lu San menjauh darinya.
Sehingga daya sedot yang di lontarkan oleh Lu San terhenti, dengan memberikan sebuah tendangan lurus kedepan.
Dia berhasil mencegah tusukan pedang Lu San, sekaligus menghindari kaitan dua kaki Lu San kepinggang nya.
Tang Lang bertempur dengan sangat tenang dan hati hati, sehingga Lu San mengalami kesulitan menahlukkan orang ini.
Lu San tidak memegang tombak senjata Dewa Legendaris nya, yang kini sudah di gunakan Lu Sun di gabungkan menjadi ganggang golok.
Sehingga dia tidak bisa memainkan 36 jurus tongkat warisan Guru Sun nya.
Lu San akhirnya merubah dirinya menjadi sebatang pedang bergerak menyerang Tang Lang.
Tapi lagi lagi Tang Lang berhasil mengatasinya dengan tangkisan Golok nya yang mengeluarkan gelombang dingin yang membekukan.
Sambil membentuk lingkaran cahaya berwarna emas dengan tulisan kuno di dalamnya.
Di sertai dengan cahaya cincin melingkar seperti cincin pada orbit planet-planet di alam semesta.
Lingkaran cincin ini membuat pertahanan perisai yang di buat Tang Lang menjadi sangat kokoh dan kuat bahkan sanggup menahan Tebasan pedang cahaya inti matahari.
__ADS_1
Sesekali dari balik perisai, Tang Lang membalas menyerang Lu San dengan pukulan cahaya hijau yang membentuk tinju raksasa.
Meski tidak berhasil melukai tubuh Lu San yang terlindungi Cing Kang Pu Huai Ce Sen.
Tapi setidaknya pukulan ini bisa mengurangi aktivitas serangan Lu San dengan membuat Lu San terpental menjauh dari nya.
Lu San juga tidak bisa memainkan Ilmu pedang naga siluman semesta karena pedang itu kini berada di tangan ibunya.
Lu San hanya bisa mengandalkan pedang cahaya dan Liu Mai Sen Cien untuk mengurung pergerakan Tang Lang.
Tapi merobohkan Tang Lang yang memiliki kekuatan pertahanan luar biasa, itu adalah hal yang agak mustahil.
Akibat pertempuran mereka berdua daerah di sekitar mereka kini sudah kacau balau.
Area di belakang Tang Lang menjadi hangus habis terbakar semuanya.
Sedangkan area di belakang Lu San menjadi hamparan es yang membekukan segala nya.
Tang Lang yang terus di kepung dan di desak oleh Lu San yang memiliki banyak sekali ragam ilmunya yang aneh-aneh.
Akhirnya Tang Lang melepaskan tiga jurus andalan nya yang belum pernah dia gunakan.
Tubuh Tang Lang melesat ke udara berputaran cepat menghisap hawa langit dan bumi.
Saat dalam posisi seperti itu, tubuhnya di selimuti oleh sebuah bulatan cahaya berbentuk telur yang mengeluarkan sinar lembayung.
Dan di kelilingi oleh cincin cincin yang melingkar lingkar di luar cahaya berbentuk telur.
Di mana tubuh Tang Lang berada di tengah-tengah bulatan telur itu sedang menghimpun kekuatan nya, dalam persiapan melakukan serangan dahsyat.
Lu San yang melihat hal ini beberapa kali mencoba melakukan serangkaian serangan baik jarak dekat maupun jarak jauh tiap tetap saja tidak mempan dan selalu di pentalkan oleh tenaga pelindung Tang Lang.
"Kamu yang memaksa ku..!"
teriak Lu San.
"Baiklah kamu akan merasakan kekuatan sejati ku hari ini...!"
Tubuh Lu San juga melayang ke udara dia juga mulai menyerap hawa inti bumi dan langit.
Awan hitam dan angin kencang bergulung-gulung mulai mendekat, perubahan cuaca ekstrem hujan es batu sebesar kepalan tangan memenuhi seluruh area pertempuran.
Petir sambar menyambar dengan dahsyat, bumi bergetar langit berguncang.
__ADS_1