KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Lu Sun terlihat sudah siap duduk di dalam helikopter bersama George, mereka mengikuti mobil yang di tumpangi utusan Jack secara diam-diam.


"Bos kelihatannya mobil ini akan keluar kota, kalau di lihat dari jalan yang mereka ambil ada kemungkinan perjalanan ini berakhir di Rocky mountain Canada ."


Lu Sun mengangguk dan bertanya,


"Apa bahan bakar mencukupi ?"


George mengangguk dan menjawab,


"Lebih dari cukup.."


"Bagus ikuti saja, kali ini bagaimana pun aku harus menghabisi bos mereka yang sangat kelewatan itu."


ucap Lu Sun.


George mengangguk menanggapi perintah Lu Sun.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, benar saja sesuai dugaan George, mobil itu kini sedang di periksa karena akan melewati perbatasan.


Memasuki wilayah Canada, sedang kan untuk helikopter George sudah melakukan pelaporan via radio frekwensi.


Jadi tidak mengalami kendala dan hambatan saat memasuki Wilayah Canada.


Pemeriksaan jalur darat lebih ketat dan lama, sehingga George harus membawa helikopternya yang punya mode silent untuk mencari tempat untuk bersembunyi.


Menunggu mobil yang mereka ikuti lewat.


Akhirnya mobil itu pun melewati pos pemeriksaan dan bergerak menuju Rocky mountain.


Helikopter yang di kendarai George Kembali mengikutinya, hingga setelah melewati perjalanan selama beberapa jam..


Mobil tersebut mulai melakukan pendakian, menuju pegunungan Rocky mountain.


Lu Sun yang tidak ingin pengintaian nya ketahuan dan membahayakan George.


Lu Sun meminta George menghentikan pengintaian menggunakan helikopter.


Helikopter pun di parkir, di area parkiran wisata.


Lu Sun melesat cepat menuju puncak gunung melakukan pengintaian, sambil bersembunyi-sembunyi di balik bebatuan gunung.


Mobil itu terus melakukan pendakian melalui jalan sempit yang berkelok-kelok.


Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah villa mewah yang besar.


Beberapa orang itu turun dari mobil memapah Nora dan kekasihnya masuk kedalam rumah mewah tersebut.


Rumah mewah tersebut di jaga dengan ketat, oleh orang-orang bersenjata lengkap.

__ADS_1


Rata-rata senjata yang mereka bawa adalah senapan mesin semi otomatis yang memiliki pelontar granat.


Lu Sun memilih tidak langsung menyerang secara frontal.


Dia ingin melakukan secara gerilya, menyingkirkan semua penjaga, mencari tahu siapa saja yang ada dirumah itu.


Menyelidiki apa tujuan mereka sebenarnya, baru dia akan menghabisi mereka semua.


Lu Sun membereskan para penjaga dari bagian atap rumah, satu persatu dengan ilmu totokan jari matahari miliknya.


Setelah mengamankan bagian puncak secara cepat, Lu Sun yang mendengar suara desingan peluru, dia tahu ada yang mengamati dan menembak nya dari jarak jauh, dari tempat tersembunyi.


Dari pantulan cahaya yang terkena lensa pengeker, Lu Sun menyadari ada beberapa posisi di balik batu tebing.


Di jadikan sebagai tempat sembumyi para penembak jitu, tembakan yang mereka lakukan meleset semua.


Tidak ada yang berhasil menyentuh Lu Sun, sebaliknya Lu Sun sudah berdiri di belakang salah satu penembak jitu.


Dia berkata,


"Ingin membunuh ku dengan mainan ini jangan mimpi.."


Si penembak jitu sangat terkejut, dia yang sedang tengkurap, melalui lensanya sedang mencari keberadaan Lu Sun.


Tiba-tiba yang sedang dia cari-cari .malah muncul dibelakang nya, membuatnya ketakutan.


Sebelum sempat berkata-kata, Kepalanya sudah terpisah dari badan, terkena tebasan Wu Xiang Cien Fa.


Setelah memastikan bagian atas aman Lu Sun mulai bergerak di bagian tengah dan bawah.


Akhirnya semua penjaga sudah di amankan oleh Lu Sun semua, Lu Sun mulai memasang pendengarannya.


Tapi bahasa yang mereka gunakan, tidak ada yang Lu Sun mengerti.


Lu Sun melihat di dalam ruangan tersebut di hadiri oleh Jack dan Xue Yen serta Ming Dao, si bangsat mantan kekasih Ying Ying yang tidak ada kapoknya berbuat jahat.


Lu Sun sangat heran, bukankah bedebah ini musuh Xue Yen yang menyebabkan ayah Xue Yen meninggal.


Kenapa sekarang mereka bisa duduk bersama dan menjadi satu komplotan.


Lu Sun akhirnya menepis pikirannya sendiri dan berkata, untuk apa mengurus terlalu banyak urusan orang lain.


lebih baik urus masalah pribadinya dengan Jack yang bertumpuk-tumpuk.


Jack yang juga memiliki kemampuan tidak lumrah manusia menangkap suara gumam Lu Sun yang memaki diri sendiri.


Sambil tersenyum dia berkata,


"Mau bersembunyi sampai kapan teman ? keluarlah tunjukkan diri mu.."

__ADS_1


Lu Sun tersenyum pahit memaki kebodohan diri sendiri yang tidak fokus.


Lu Sun menerobos jendela kaca, kemudian mendarat ringan didepan Jack dan berkata,


"Halo semuanya kita bertemu kembali hari ini."


Jack sedikit terkejut, tidak menyangka yang datang adalah Lu Sun yang di kiranya sudah meninggal.


Xue Yen juga terbelalak melihat kearah Lu Sun dengan tatapan penuh penyesalan.


Tapi Lu Sun tidak menanggapinya, baginya Xue Yen telah mati.


Sejak dia menancapkan pedang itu di dadanya, Lu Sun sudah menganggap semua Budi dan perasaan mereka telah terbawa mati bersama tikaman tersebut.


Lu Sun kini hanya terus menatap dengan tajam kearah Jack dan berkata ayo kita mulai saja.


Ming Dao terlihat ketakutan, terus menetap kesekeliling nya, berharap ada Pasukan pengawal tersisa yang bisa melindunginya meninggalkan tempat tersebut.


Lu Sun tersenyum mengejek dan berkata dengan dingin,


"Tak perlu, mencari-cari lagi, mereka saat ini sedang menanti mu di gerbang neraka."


Mendengar hal tersebut kaki Ming Dao menjadi gemetaran dia terduduk lemas diatas sofa, menatap Lu Sun dengan wajah pucat ketakutan.


Lu Sun merubah wajahnya menjadi Cin Bao yang gendut dan berkata,


"Bukan kah kamu paling suka membully nya ? ayo kemarilah.."


Ming Dao semakin pucat ketakutan seperti melihat hantu.


"Hai teman lebih baik kita selesaikan masalah diantara kita, tak perlu kamu menakut-nakuti orang yang bukan lawan seimbang buat mu."


ucap Jack mengejek Lu Sun.


Lu Sun mengembalikan wujud normal nya dan berkata,


"Baik hari ini mari kita tuntaskan semua nya,"


Lu Sun tidak mau tanggung-tanggung lagi, dia langsung mengerahkan jurus jari penembus buminya.


Mengunci pergerakan Jack lalu melesatkan seberkas cahaya putih kearah Jack.


Jack yang sudah pernah mengalami pil pahit dengan jurus ini, dan Sampai saat ini dia belum memiliki kemampuan memecahkan jurus dahsyat ini.


Tidak ada jalan lain dia mengerahkan seluruh kekuatan nya, untuk bertahan mati-matian.


Jack berani mengejar dan menyuruh orang membunuh ayah Giok Lan dan menyuruh orang pergi membully Giok Lan untuk melampiaskan kekesalannya.


Karena dia berpikir Lu Sun sudah mati, tidak di sangka musuh abadinya ini, begitu panjang umur sulit dilenyapkan.

__ADS_1


Dan terus menerus mengejar dan membelitnya tiada henti.


Kini hanya ada satu pilihan membawa Lu Sun mati bersama, hatinya akan terpuaskan melihat Lu Sun ikut mati bersamanya.


__ADS_2