KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DI TAHAN DI RUANG KARANTINA


__ADS_3

Melihat hal itu beberapa petugas kepolisian bandara segera maju mengepung Lu Sun.


Lu Sun merasa bingung tapi dia tetap tenang baginya jangankan cuma 10 orang, biar yang datang 100.000 sekalipun dengan senjata tercanggih, tidak akan ada yang sanggup menahannya.


"Tuan tolong letakkan kantong mu di atas lantai, dan angkat kedua tangan di atas kepala..!"


Lu Sun meletakkan kantong di atas lantai mengikuti perintah, lalu mengangkat tangannya keatas.


Kejadian ini menjadi tontonan orang-orang yang sedang mengantri bagasi, bahkan ada beberapa orang yang mengeluarkan HP mereka untuk merekam kejadian tersebut.


Mereka mungkin buat di viralkan di Sosmed, yang lainnya kelihatan saling berbisik-bisik menanggapi kejadian tersebut.


Lu Sun terlihat tenang dia tidak terlalu perduli dengan mereka semua, yang dia heran adalah kenapa kantong yang berisi hadiah kenang-kenangan itu bisa membawa masalah sebesar ini.


Apakah Ling Mei ingin mencelakainya, tapi apa alasannya, rasanya itu gak mungkin.


Selagi Lu Sun sedang sibuk berpikir, Anjing herder yang mencium kantong Lu Sun tadi, kini dengan cerdik mengigit kantung tersebut dan membawanya ke polisi yang menjadi tuannya.


Polisi itu berjongkok membuka kantong tersebut mengeluarkan isinya, yang berupa sebuah kotak musik.


Polisi itu membuka kotak musik tersebut menelitinya, kemudian dia mengeluarkan satu set pisau lipat serbaguna.


Melihat hal itu Lu Sun pun berkata,


"Pak tolong hati-hati itu hadiah kenang-kenangan dari teman tolong jangan sampai rusak."


Petugas itu mengangguk, tapi dia tetap berusaha membuka alas di dasar kotak musik tersebut.


Begitu alas tercongkel terbuka, terlihat selain seperangkat mesin dan kabel di bawah alas tersebut, juga terlihat dua bungkus bubuk putih seperti tepung halus, di letakkan di pinggir kiri kanan kotak musik tersebut.


Melihat dua bungkusan tersebut si polisi segera mengeluarkannya dari dasar kotak, kemudian dia merobek bungkusan itu satu persatu dan mencicipinya.


Sepasang matanya bersinar tajam begitu merasakan isi dari masing-masing bungkusan.


Melihat reaksinya beberapa temannya segera maju meringkus Lu Sun, dengan menelikung kedua tangan nya kebelakang, lalu memborgolnya.


Lu Sun sedikit terkejut melihat isi di alas kotak musik tersebut, kenapa bisa begini pikir Lu Sun dalam hati.


Sekali ini aku dalam masalah besar, bila Ling Mei tidak keluar menjadi saksi, dan rekaman CCTV di pesawat tidak ada.

__ADS_1


Aku bisa di jatuhi hukuman mati atau minimal hukuman kurung seumur hidup, ini benar-benar konyol pikir Lu Sun dalam hati.


Lu Sun tidak melakukan perlawanan sama sekali, dia membiarkan para petugas itu menjalankan tugas nya.


Bila dia melawan itu hanya akan memperumit masalah bagi dirinya.


Selain itu kelak dia juga akan kesulitan membersihkan namanya bila melakukan perlawanan.


Lu Sun dan barang bukti di bawa oleh beberapa petugas itu menuju ke sebuah ruangan karantina.


Barang bukti di amankan petugas kepolisian bandara, tapi Lu Sun di biarkan duduk seorang diri di sana selama kurang lebih 3 jam.


Lu Sun yang duduk di sana memutar otak, bila begini caranya, penjahat sebenarnya pasti sudah kabur jauh.


Dia kini akan menjadi kambing hitam buat mereka.


Kelihatannya semua ini pasti sudah direncanakan.


Mei Mei kemungkinan besar terlibat dalam masalah ini, bila tidak dia pasti sudah datang menjelaskan semuanya.


Sebagai pramugari yang selalu keluar masuk bandara ada kejadian sebesar ini, tidak mungkin dia tidak tahu dan tidak mendengarnya.


Semua hal berkilas balik dalam pikirannya dengan sangat jelas.


Lu Sun menghela nafas panjang, kelihatannya dia memang ingin menjebak ku gumam Lu Sun dalam hati.


Dia pasti sakit hati karena aku akhirnya menikahi Sandra tapi melepaskan dia dan Jane.


Tapi dia sempat mengoceh aneh, ingin pesawat jatuh dan Kembali hidup di pulau, berarti dia sebenarnya tidak ingin melihat aku terjebak dan dia sudah tahu dari awal aku pasti akan terjebak.


Ah terlepas dia ingin atau tidak menjebak ku sekarang sudah tak berarti lagi.


Saat ini yang terpenting bagaimana meloloskan diri dari tuduhan ini.


Dan mencari siap dalang di balik semua ini, Keluarga Xie dan Chu sudah tidak mungkin keluarga Liu, pak tua itu tidak punya nyali untuk berbuat begini.


Keluarga Sun, apakah ini ada hubungannya dengan Sun Da dan Sun Lao, apa mereka menemukan kematian Amanda Sun adalah ulah ku.


Batin Lu Sun dalam hati.

__ADS_1


Di saat Lu Sun sedang berpikir mencari solusi, tiba-tiba pintu terbuka dari luar.


Dua orang pemuda yang berpakaian jas hitam mengenakan kaca hitam berjalan menghampiri kursi kosong di hadapan Lu Sun.


Di tangan mereka masing-masing membawa sebuah map dan beberapa barang bukti yang di temukan di TKP.


Mereka duduk di hadapan Lu Sun, salah satu diantara mereka menyalakan kamera perekam dan berkata,


"Tuan tolong kerjasama nya, jelaskan pada kami kenapa benda ini ada bersama mu, ? tolong jelaskan dengan jujur dan rinci."


"Karena hukuman atas ke pemilikan benda ini sangat berat dan tidak main-main."


Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,


"Tentu saja aku bersikap kooperatif, makanya masih ada di sini, kalau tidak percaya kalian boleh coba telpon presiden Xi dan Paman Mao dari biro Rahasia."


"Kalian bisa lihat respon dan reaksi mereka, tapi bila kalian tidak punya akses kesana tidak apa-apa, kalian cukup bantu hubungi Edison Chen pengacara ku."


"Setelah beliau datang saya akan jelaskan semuanya kepada anda."


Tadi disebutnya nama presiden Xi dan Paman Mao dari biro Rahasia.


Wajah kedua orang itu sempat terkejut, tapi sesat kemudian mereka tersenyum mengejek, dan salah satu dari mereka berkata,


"Kamu mau menggertak kami dengan nama presiden dan nama biro Rahasia, kukatakan padamu meski mereka berdua kesini pun.""


Mereka tidak bisa membantu mu lepas dari kasus ini."


"Ku beritahukan kepada mu, kasus mu adalah kasus narkoba, hukumannya adalah di tembak mati, paling ringan di kurung seumur hidup."


"Jadi berhentilah bermain-main dengan kami, apalagi membawa-bawa nama pejabat tinggi negara,hal itu akan semakin memperberat hukuman mu.."


Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,


"Kalian tidak perlu menggertak ku, sebelum masuk ke sini pun aku sudah tahu dengan jelas, hukuman seperti apa yang akan aku terima."


"Sekarang semua terserah kalian, kalau mau hubungi Edison Chen kemari, kalau tidak aku juga tidak akan pernah buka suara."


Salah satu dari mereka berdiri dengan marah membuka kacamata nya berteriak marah,

__ADS_1


"Dasar sok pintar,! kamu jangan arak kehormatan tidak mau terima, malah memilih arak hukuman !!"


__ADS_2