KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DANAU CANTIK


__ADS_3

Dengan marah Lu Sun merubah tubuhnya menjadi sama besar dengan kedua kera dihadapan nya, dan berteriak,


"Kalian kira cuma kalian yang bisa bertubuh besar,! hari ini bila aku tidak bisa mencabut semua bulu ditubuh kalian, nama ku bukan Lu Sun.!!"


Lu Sun kini menerjang maju dengan sepasang cakarnya, dia sengaja mengincar yang berbulu putih yang berjenis kelamin betina.


Lu Sun ingin membuat si merah merasakan sakit hati yang dia rasakan, bila kesayangan nya dirusak orang.


Dengan tubuh yang sama besar, apalagi Lu Sun sekarang tidak memakai baju, seluruh tubuhnya menjadi licin sulit di cengkram oleh kedua lawannya.


Lu Sun tidak lagi perlu menghindari angin pukulan mereka, karena angin pukulan itu kini tidak berefek lagi buat Lu Sun yang bertubuh tinggi besar sama dengan mereka.


Kini mereka yang harus hati-hati dengan cakar yang di layangkan Lu Sun.


Terutama Si Putih yang sengaja lebih sering diincar oleh Lu Sun.


Kini setiap kali tinju dan tapak kedua kera itu berbenturan dengan cakar Lu Sun, kedua kera itu akan terdorong mundur beberapa langkah.


Ini menunjukkan kekuatan Lu Sun jauh berada di atas mereka.


Si kera putih mulai menjerit kesakitan, karena Lu Sun mulai menargetkan mencabut bulu di tubuhnya.


Setiap berhasil mencabut bulunya, Lu Sun akan meniup ujung jarinya hingga bulu putih berhamburan kemana-mana tertiup angin.


Melihat kondisi Si putih yang meringis kesakitan, Si merah meraung marah berdiri dengan kedua kakinya memukul-mukul dada.


Kemudian melompat kedepan menerjang Lu Sun dengan kedua telapak tangannya yang bisa mengeluarkan cahaya bola api yang dilesatkan kearah Lu Sun seperti pukulan jarak jauh.


Si putih menyusul si merah .menyerang Lu Sun dengan tapaknya yang mengeluarkan bola salju melesat kearah Lu Sun seperti Sambaran kilat.


"Ha...ha..ha..ha..! mau main ilmu perubahan jenis, boleh akan ku layani hati-hatilah...!"ucap Lu Sun sambil tertawa.


Dan melepaskan pukulan Es Abadi dan Api Abadi secara terbalik menyambut serangan kedua makhluk itu.


Serangan kera merah tertahan oleh serangan Es Abadi yang dari es berubah menjadi air memadamkan api kemudian kembali membeku dan mengejar kera api.


Membungkus tubuh kera api menjadi sebuah patung es.

__ADS_1


Sedangkan kera salju terkena serangan Api abadi berwarna biru yang langsung mencairkan es ciptaannya menjadi air yang kemudian menguap.


Api abadi tetap mengejar dan menghanguskan seluruh bulu putih ditubuh kera salju yang menjerit-jerit bergulingan kesakitan.


Baik kerja salju maupun kera api berusaha mengerahkan tenaga es dan api yang mereka miliki untuk meredam serangan Lu Sun.


Tapi Lu Sun terus menambah kekuatan nya, menekan kekuatan mereka, sehingga kedua kera raksasa itu terus menjerit-jerit dan meraung kesakitan.


Seiring berkurangnya kekuatan es dan api mereka, perlahan-lahan tubuh kedua ekor kera itu mengecil.


Hingga akhirnya hanya sebesar kera ukuran normal yang kecil, kedua kera putih dan merah kini berlutut di hadapan Lu Sun sambil merangkapkan kedua telapak tangan mereka didepan dada.


Mereka menatap Lu Sun dengan ketakutan dan wajah mereka terlihat memelas memohon belas kasihan dan meminta di ampuni.


Lu Sun pun menarik kembali kekuatan nya dan berkata,


"Kalian berdua bisa mengumpulkan kekuatan dan bersilat seperti manusia, itu adalah hal tidak mudah."


"Kali ini ku ampuni kalian, tapi ingat jangan pernah sombong lagi dengan kekuatan kalian.."


Kedua kera itu mengangguk-angguk kan Kepalanya seperti mengerti apa yang Lu Sun ucapkan.


Dengan takut-takut kedua kera itu mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Lu Sun.


Begitu kedua telapak tangan saling bersentuhan.


Kedua kera itu menatap Lu Sun dengan girang dan penuh terimakasih.


Perlahan-lahan tubuh kedua kera itu kembali membesar kembali ke posisi semula lagi.


Tapi si kera putih tetap kehilangan sebagian besar bulu cantiknya yang dicabut dan dibakar Lu Sun.


"Bulu mu tidak bisa ku pulihkan sama dengan baju kesayangan ku yang jadi seperti ini..."


ucap Lu Sun mengeluarkan kaosnya yang robek-robek dan mengenakannya kembali.


Si kera putih seperti mengerti dan tersenyum menyeringgai kearah Lu Sun sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Lalu kedua kera itu mengangkat tangan mereka, mempersilahkan Lu Sun bergerak melewati mereka, masuk ke bagian hutan yang lebih dalam.


Lu Sun mengangguk dan berjalan melewati mereka masuk ke bagian hutan yang lebih dalam dan lebih gelap.


Tapi setelah berjalan beberapa saat bagian depan terlihat semakin terang, semakin lama semakin terang.


Lu Sun akhirnya kembali melihat hamparan rumput pendek berwarna hijau yang berkilauan tertimpa sinar matahari yang berwarna keemasan.


Tidak jauh dari hamparan rumput pendek yang lembut dan mirip seperti hamparan permadani berwarna kehijauan.


Lu Sun melihat ada sebuah danau yang sangat luas yang tidak terlihat ada tepi nya, sedikit mirip lautan, hanya saja dari warna airnya yang kehijauan dan sangat jernih.


Dapat diperkirakan itu adalah danau air tawar, saat Lu Sun berjongkok ditepi air tersebut, menangkupkan kedua tangannya mengambil air dan membawanya ke mulut untuk di minum.


Sesuai dugaan Lu Sun rasa air di danau tersebut adalah tawar, Lu Sun melakukan gerakan berulang kali.


Mengambil air yang segar dan manis itu untuk di minum dan mencuci muka nya.


Lu Sun kemudian menanggalkan seluruh pakaiannya, lalu dia berjalan masuk kedalam danau berendam dan mandi.


Dia juga menyelam melihat pemandangan di bawah danau yang indah, banyak batu berwarna-warni didasar danau.


Juga banyak tumbuhan dengan berbagai macam warna yang terang, seperti rumput merah rumput biru rumput hijau rumput kuning


Semua rumput itu seperti mengeluarkan cahaya berkilauan sangat indah.


Ikan-ikan hias di dalam air pun terdiri dari berbagai jenis ikan langka dan jarang ditemukan.


Bahkan ada beberapa ekor ikan yang mirip ikan pari raksasa tapi bukan ikan pari.


Karena ikan pari berwarna abu-abu, sedangkan iklan ini berwarna biru terang, ikan pari hidup di laut sedang kan ikan ini hidup di air tawar.


Lu Sun sangat takjub dengan pemandangan di bawah air yang berair jernih tersebut.


Lu Sun karena tertarik dengan keindahan pemandangan bawah airnya, tanpa sadar Lu Sun sudah mulai menjauhi pinggiran danau.


Dia semakin memasuki wilayah yang semakin dalam dan menuju ketengah danau.

__ADS_1


Disaat Lu Sun sedang asyik menikmati pemandangan di bawah air, Lu Sun tidak menyadari ada beberapa tumbuhan rambat di bawah danau, yang sedang bergerak mendekatinya.


Lu Sun baru menyadarinya saat tumbuhan rambat itu melilit sepasang kaki dan tangannya.


__ADS_2