KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KERICUHAN DI DANAU BUATAN.


__ADS_3

Giok Lan dan Ying Ying sudah terbiasa dengan sikap Lu Sun yang memang suka seperti itu.


Jadi mereka tidak terlalu menanggapinya.


Sambil kembali mengambil makanan dengan sumpitnya, Lu Sun bertanya ke Afei,


"Afei kapan pertandingan Wu Shu sekolah mu di mulai ?"


"3 hari lagi guru.."


jawab Afei.


"Apa ada pesan guru..?"


tanya Afei sambil menatap gurunya.


"Apa kamu di ikutkan, dalam pertandingan tersebut.?"


Afei mengangguk.


"Berapa orang peserta dari sekolah mu yang di ikutkan ?"


"Tadinya aku dan kak San."


"Tapi kini tinggal aku, karena kak San tidak lolos seleksi yang di adakan oleh pak Ma."


"Kok bisa ?"


tanya Lu Sun heran.


"Ya biasalah pas hari seleksi kakak San tidak hadir.."


ucap Lu Dan memotong.


"Kakak San mu kenapa tidak hadir, apa kamu tahu..?"


tanya Ying Ying menghentikan makannya.


Lu Dan terlihat ragu, apalagi dia melihat mama Giok Lan menggelengkan kepalanya, memberi kode agar dia jangan ikut bicara.


Lu Sun pun menengahinya dan berkata,


"Sudahlah dia tidak mau ikut, dipaksa juga percuma."


"Biarkan saja lah."


Ohh ya Afei 3 hari lagi jam berapa acara di mulai,? apa ayah dan ibu bisa ikut hadir.?""


"Bisa guru... undangannya sudah ku titipkan di mama Giok."


Acaranya di mulai jam 7 pagi, tadinya aku ragu apa bisa hadir atau tidak, kini kamu sudah kembali.


"Nanti hari H kita bisa pergi sama sama memberi dukungan pada Afei."


ucap Giok Lan sambil tersenyum.


Ying Ying tidak bersuara, dia sedang berpikir, bagaimana cara mengorek dari Dan er,alasan putranya tidak hadir di proses seleksi.


Bila dia maksa nanya sekarang, dia takut merusak suasana acara makan mereka.

__ADS_1


Lagipula dia harus beri muka pada Lu Sun, yang sudah mengatakan tidak usah bahas hal itu lagi.


Dia tahu dengan jelas kenapa Lu Sun dan Giok Lan memilih tidak membahasnya, mereka berdua tidak ingin melihat dirinya kembali kesal.


"Ayo kita makan lagi dengan puas.."


ucap Lu Sun lalu kembali meneruskan makannya.


Di babak terakhir ini hanya tersisa Afei dan Lu Sun yang masih sanggup makan, Ying Ying hanya semangat di awal.


Kini dia sudah stop makan, apalagi setelah mendengar ucapan Dan er dan Afei barusan, semangat makannya sudah langsung hilang.


"Ibu Giok aku pengen naik angsa apung itu.."


ucap Lu Dan sambil menunjuk kearah danau buatan di belakang restoran tempat mereka sedang makan.


"Gak usah ya nak,.. lain kali aja,.. mama sedang malas,.. cuaca juga masih panas.."


ucap Giok Lan menolaknya.


Ying Ying yang melihat kesempatan datang dia berkata,


"Dan er dan Fei er, bagaimana bila sama mama Ying Ying saja yang temani kalian main.?"


Kedua anak itu langsung bersorak girang, mereka langsung mendekati Ying Ying dan menarik tangan Ying Ying dari arah kiri kanan untuk keluar dari dalam ruangan.


Ying Ying tersenyum dan berkata,


"Baiklah..baiklah..sabar ya, ibu ajak kalian main kesana.."


"Sun ke ke,...Lan Mei ..aku pergi bawa anak anak main dulu ya.."


"Hati hati ya sayang,.. mereka berdua agak lincah dan nakal loh.."


Ying Ying tersenyum dan berkata,


"Tenang saja, aku masih bisa tangani mereka.."


"Kakak maaf ya, jadi ngerepotin.."


ucap Giok Lan merasa tidak enak hati.


Tapi dia memang sedang malas ikut, karena matahari masih bersinar cukup terik diluar sana.


Ying Ying tersenyum dan berkata,


"Tenang saja, sekali kali gantian aku urus anak anak kamu urus dia.."


Dia di sini adalah Lu Sun maksud Ying Ying.


Giok Lan pun tersenyum malu mendengar guyonan Ying Ying padanya..


"Ibu ayo..."


ucap Dan er mulai tidak sabar..


"Ya ...ya...ayo...ayo..kita kesana.."


ucap Ying Ying kemudian menggandeng tangan kedua anak itu, keluar dari ruangan VVIP tersebut.

__ADS_1


Ying Ying mengajak kedua anak itu turun kelantai dasar menggunakan lift.


Lalu mereka bertiga berjalan menuju jembatan kayu yang digunakan sebagai penghubung area parkir dan rumah makan.


Di samping jembatan didekat gerbang restoran, di sediakan sebuah tangga kayu yang menurun kebawah.


Melewati tangga kayu itu, mereka akan tiba di pinggir danau buatan,, yang menyediakan fasilitas penyewaan perahu angsa air.


Ying Ying yang baru bangun dari tidur panjangnya, tentu saja dia tidak membawa uang ataupun HP.


Saat tiba di tempat penyewaan dia baru ingat hal itu, Ying Ying pun berkata pada petugas jaga di sana,


"Maaf pak saya lupa bawa uang cash, tapi suami saya ada di ruangan VVIP di atas sana."


"Nanti biar tagihan di sini sekalian masukkan ke dalam bon tagihan restoran bisa.."


"Kalau bapak kurang yakin boleh konfirmasi sama manajer Ferry."


ucap Ying Ying mencoba meyakinkan petugas tersebut.


Petugas itu terlihat ragu, tapi dia tetap menghubungi manajer Ferry dengan menggunakan HT ditangan nya.


Sesaat kemudian sambil tersenyum ramah dia mempersilahkan Ying Ying untuk memilih fasilitas perahu angsa air yang di sukai nya.


Petugas kemudian membantu Ying Ying masuk kedalam perahu itu, setelah itu baru menyusul kedua anak itu, satu persatu di bantu untuk masuk kedalam perahu.


Setelah itu perahu pun di dorong menjauhi dermaga.


Ying Ying pun mulai mengayuh perahu angsa air tersebut menuju ketengah danau.


Kedua anak kecil itu sangat gembira, mereka terus tertawa sambil bermain air.


Meski matahari terlihat agak terik, tapi angin sore yang sejuk di tengah danau, membuat mereka bertiga tidak merasa kepanasan.


Di saat Ying Ying sedang asyik mengayuh angsa air nya mengelilingi danau.


Tiba-tiba dari arah berlawanan datang dua ekor angsa air yang mendekati perahunya.


Melihat penumpang kedua angsa air yang sedang mendekat masing-masing di isi oleh 4 orang pria mabuk.


Mereka tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk dan memanggil manggil dirinya.


Ying Ying pun tahu mereka tidak punya maksud baik.


"Hai bidadari ku, kamu cantik sekali.."


"Kasihani cantik cantik harus jaga anak dua sendirian.."


"Mari sini,..pindah ke perahu kita, biar kami bantu jaga anak anaknya, kamu bisa ikut minum dan bersenang-senang dengan kami.."


"Di jamin kamu akan terpuaskan, melebihi yang di berikan oleh ayah kedua anak itu, ha..ha..ha..ha..!"


ucap mereka bersahutan sambil tertawa-tawa.


Perahu mereka kini sudah menghadang jalan maju dan mundur perahu Ying Ying.


"Manusia jahat...kalau ayah ku tahu, kalian semua akan menjadi santapan ikan di dasar danau.."


ucap Lu Dan marah sambil menunjuk kearah orang orang itu.

__ADS_1


Dia tidak terlihat takut sama sekali meski usianya masih terhitung kecil.


__ADS_2