
Berbeda dengan Giok Lan, Xue Yen malah menatap Lu Sun dengan garang, seperti seekor singa betina yang sedang di ganggu anaknya.
Setelah menghabiskan air minum dari Giok Lan, Lu Sun baru sedikit lebih tenang, sambil tersenyum mesra kearah Giok Lan,
Lu Sun berkata,
"Makasih sayang.."
Giok Lan tersenyum Canggung dan memberi kode agar Lu Sun melihat kearah Xue Yen.
"Sun ke ke hari ini kalau kamu tidak berikan penjelasan yang sesuai jangan harap bisa meninggalkan ruangan ini.."
"Aku tidak akan selesai dengan mu.."
Lu Sun menghela nafas panjang, lalu dia berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri Xue Yen duduk disebelahnya.
Tangan kanan dia lingkarkan di bahu Xue Yen yang berkulit putih dan halus.
Tangan kiri dia letakkan di paha kanan Xue Yen.
Lalu dengan lembut Lu Sun membelainya sambil berkata,
"Dia guru baru, aku juga hari ini baru bertemu, wajahnya memang sangat mirip dengan Ying Ying."
"Aku juga tidak tahu kenapa bisa begitu.."
"Aku menolongnya jelas bukan karena wajah nya mirip Ying Ying, bahkan bila dia seorang wanita berwajah jelek dan cacat sekalipun aku tetap akan menolongnya.."
ucap Lu Sun berusaha menjelaskan dengan lembut.
"Aku tidak begitu mengenalnya, kami hanya rekan sejawat saja..."
"Percayalah, di hati ku selain Ying Ying kamu dan Giok Lan, tidak akan mungkin bisa ada wanita lain lagi..."
"Percaya kamu Cih.."
ucap Xue Yen berdecih.
"Kamu itu kucing, kalau sudah lihat ikan asin mana mungkin nolak.."
"Kamu lupa kasus Sun Ting, tapi aku gak pernah lupa, sudah jadi botak aja kamu masih nyosor, apalagi yang ini muda cantik dan masih gadis lagi.."
"Cih tidak tahu malu, mau nipu anak kecil, lepaskan tangan mu..jijik gue..!"
ucap Xue Yen ketus.
Lu Sun melepaskan pelukannya dan pegangan tangan nya dari paha Xue Yen, kemudian berkata,
"Yen Mei...lalu apa yang kamu inginkan katakanlah, aku akan lakukan apapun kata mu, biar kamu puas dan percaya pada ku.."
__ADS_1
Xue Yen dengan wajah dingin berkata,
"Tidak usah pergi ngajar dan tidak boleh kesekolah lagi, pergi ngantor saja seperti keinginan Nenek Lu.."
Lu Sun menatap Xue Yen dengan lembut dan berkata,
"Hanya itu..ada lagi yang lain..?"
Xue Yen menggelengkan kepalanya, tetap dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Baiklah mulai besok biar Aliu saja yang antar jemput mereka, aku akan kembali ngantor.
Dan menemani kalian berdua di rumah."
"Saat ini sebenarnya juga gak ada yang perlu di khawatirkan, dengan kemampuan Afei dan Aliu, kurasa sudah lebih dari cukup untuk melindungi San er dan Dan er."
ucap Lu Sun sambil tersenyum lembut.
Lalu dia mencium pipi Xue Yen yang halus dengan mesra dan berkata,
"Ayo aku temani ke kamar, maafkan aku jangan marah lagi ok.."
Xue Yen tersenyum dan berkata,
"Dasar tidak tahu malu, ini masih siang."
"Aihhh... lepaskan Sun ke ke...ehh lepaskan..kamu mau apa...jangan...!"
jerit Xue Yen kaget saat Lu Sun menggendong nya.
Sambil tertawa tawa, Lu Sun menggendong Xue Yen berjalan meninggalkan ruangan dapur.
Menuju ke lantai dua, di mana kamar Xue Yen berada.
Tanpa menghiraukan jeritan manja Xue Yen, Lu Sun langsung membawa Xue Yen masuk kedalam kamar nya, sambil mengunci pintu.kamar.
Giok Lan yang melihat hal ini hanya tersenyum pahit dan bergumam sendiri,
"Setelah ini dia pasti akan menghibur ku, setelah itu dia tentu akan kembali lagi ke taman rahasia."
"Sudah tiga bulan ini, Sun ke ke tidak mengunjungi ruang rahasia, dan hidupnya terlihat lebih gembira."
"Mengapa tiba-tiba muncul hal begini ? kak Xue Yen apakah kamu tidak sadar, tindakan mu ini sedang menyiksa nya.."
"Aku benar-benar takut, entah kapan suatu hari dia benar-benar akan pergi meninggalkan kita.."
ucap Giok Lan sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan meninggalkan ruang makan.
Pergi menuju kamar Dan er dan Fei er.
__ADS_1
Untuk melihat keadaan kedua anaknya itu.
Giok Lan sekarang mulai jarang mengunjungi kamar San er, karena anak itu sudah mulai dewasa.
Dia membutuhkan waktu privasi sendiri dan tidak ingin di ganggu.
Sedangkan Afei dia tidak perlu khawatir, anak itu sangat dewasa, dan tahu apa yang harus dia lakukan.
Waktunya bila di rumah, lebih banyak di habiskan di taman rahasia ketimbang di kamar.
Yang perlu dia perhatikan saat ini cuma Dan er dan Fei er yang masih kecil.
Benar sesuai dugaan Giok Lan, setelah menidurkan Xue Yen, Lu Sun pun pindah ke kamarnya dan menemaninya.
Hingga dia kelelahan dan tertidur, Lu Sun baru kembali ke Taman rahasia, dia duduk di samping peti mati Ying Ying.
Lalu berkata,
"Sayang maaf aku baru kembali lagi menjenguk mu.."
"Tapi mulai besok tugas ku di sekolah sudah berakhir, aku akan sering sering kembali mengunjungi mu lagi.."
Lu Sun mengulurkan tangannya kearah tumpukan simpanan arak Hang Zhou, dua botol arak Hang Zhou melayang sendiri masuk kedalam genggaman nya.
Lu Sun membuka tutup botol, menciumnya, untuk merasakan wangi akrab yang sudah cukup lama dia tinggalkan.
"Hai teman setia ku, selain dia yang terbaring di sini yang selalu mengerti in aku, dan selalu bisa menyemangati dan memberikan harapan indah dalam hidupku."
"Kini hanya tersisa kamu yang bisa menghibur dan menenangkan pikiran ku yang sedang galau.."
ucap Lu Sun mulai menegak arak itu sebotol demi sebotol.
Tanpa menggunakan tenaga dalam, Lu Sun bukan termasuk orang yang pintar dan kuat minum.
Memasuki botol ketiga, dia pun mulai mabuk dan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
Sambil telungkup di atas penutup kaca peti Ying Ying dia mulai berbicara sendiri.
"Sayang tahu kah kamu, aku hari ini bertemu siapa ? aku hari ini bertemu kamu di sekolah.."
"Tapi kamu sudah mengganti nama mu, jadi Ciu Li Ting alias Ting Ting bukan lagi Ying Ying.."
"Kamu mengajak ku Ke restoran Yi Hua untuk berkencan, tapi maafkan aku sayang, jangankan berkencan pergi menemui mu pun aku tidak bisa.."
"Bahkan mulai besok pun aku harus pamit, berpisah dari mu, berpisah dari sekolah, dari anak anak murid di sekolah dan semua orang di sekolah..'
"Setelah itu aku akan kembali ke kantor, kembali ketempat yang penuh dengan kenangan indah kita berdua.."
"Tapi itu dulu...kini di kantor yang besar dan luas itu, aku hanya sendirian,... sendirian tanpa ada lagi kamu yang menemani ku, dan membantu ku memeriksa laporan laporan yang sangat ku benci itu.."
__ADS_1