
Adalah Xie Ding San yang melihat kakak keduanya dalam bahaya, secepat kilat dia mencabut pedangnya.
Menebas kearah Selendang Cindy sampai putus, sehingga kaki Xie Ding Li yang terlilit selendangpun terlepas.
Pedang yang di gunakan Xie Ding San adalah sebatang pedang yang lentur, bisa di lilitkan di pinggang seperti ikat pinggang.
Tapi juga dapat digunakan sebagai senjata yang mematikan.
Xie Ding Kang memanfaatkan situasi di mana Cindy sedang ditahan oleh Xie Ding San.
Dia bergerak mencengkram kepala dan leher Jack yang terlihat tidak berdaya sambil berteriak,
"Gadis cilik berhenti melawan ! atau aku akan mengirimnya ke neraka duluan."
Cindy yang mendapatkan ancaman seperti itu hanya menanggapinya dengan senyum mengejek dan terus menangkis pedang Xie Ding San sambil membalas dengan totokan selendang kearah Xie Ding Li dan Xie Ding San.
Xie Ding Kang terkejut melihat respon Cindy, sebelum hilang rasa terkejutnya.
Tiba-tiba dia merasa bagian dada kirinya terasa nyeri dan perih.
Saat dia menunduk melihatnya, ternyata di bagian dada kiri tepat di jantungnya, sebatang ujung belati yang tajam menyembul keluar dari dadanya.
Darah menyembur dari luka tersebut seperti air mancur Xie Ding Kang tidak bisa menahan darah yang memenuhi mulutnya mendesak keluar dari kerongkongannya.
Diapun menyemburkan darah dari mulutnya kemudian roboh terjengkang kebelakang dengan sepasang mata terbelalak.
Jack yang tadinya bersandar di dinding batu dengan lemas, kini perlahan-lahan berdiri.
Dia menarik selembar kulit tipis yang menutupi wajahnya.
Begitu kulit tipis itu terlepas, kini terlihatlah wajah di balik topeng kulit tipis itu.
Keempat orang yang tidak ikut bertarung, menatap pemilik wajah itu dengan melongo seperti orang bodoh.
"Kakak kenapa kamu ada di sini ? apa yang kamu lakukan ?"
ucap Xie Lung terkejut.
Kakek Xie yang menyamar jadi Jack tertawa terbahak-bahak dan berkata,
"Apa yang membuat ku ada di sini, apa yang membuat ku melakukan hal ini ? bukankah kamu lebih tahu bangsaatt...!!"
__ADS_1
"Bila karena kamu memaksa ku, apa aku harus mengambil jalan ini, brengsekk..!!"
"Xie Lung kamu bedebah licik, kamu pikir aku tidak tahu apa-apa, hari ini bila aku tidak menghabisi kalian marga ku bukan Xie."
Kakek Xie Ding San mengerahkan tenaga sakti yang selama ini dia latih secara diam-diam, tubuh sebelah kirinya diselimuti oleh hawa Api yang berkobar-kobar sedangkan tubuh sebelah kanannya diselimuti hawa dingin membeku.
Saat dia melompat menerjang kearah Xie Lung, tangan kirinya mengeluarkan cahaya merah, tangan kanannya mengeluarkan cahaya biru
Hawa panas dan dingin mengawali serangannya menyerang tubuh Xie Lung.
"Gabungkan tenaga kita..!"
perintah Xie Lung, dia sendiri memasang kuda-kuda setengah berjongkok mendorong kedua tangannya kedepan menyambut serangan dari kakek Xie Ding Feng.
Ketiga saudaranya juga menempelkan tangan mereka ke punggung Xie Lung mengerahkan seluruh tenaga sakti mereka untuk membantu Xie Lung menyambut serangan Xie Ding Feng.
Kedua pasang telapak tangan bertemu diudara, Xie Ding Feng tersenyum licik.
Sedangkan Xie Lung dan ketiga saudaranya yang membantunya dari belakang, mereka awalnya mengira akan dapat mementalkan dan membunuh Xie Ding Feng dengan tenaga gabungan mereka.
Tapi mereka kecele, yang ada dari mulut mereka berempat menyemburkan darah, mereka terpental melayang kebelakang seperti layang-layang putus.
Kemudian jatuh terlentang tidak berdaya didepan gua, sebelum mereka sempat bergerak.
Tidak mau di satukan apalagi dikerahkan, sehingga mereka hanya bisa menerima serangan kakek Xie Ding Feng.
Dengan tenaga kasar, hasilnya mereka terluka parah dan terlempar dari dalam gua.
Xie Lung pun sadar mereka tentu telah diracuni Xie Ding Feng sebelum terjadi pertarungan.
Kedua saudaranya yang berhadapan dengan Cindy belum menggunakan tenaga dalam mereka, sehingga Hua Kung San belum bereaksi.
Bila nanti mereka mengerahkan nya, baru racun Hua kung San akan bereaksi.
Xie Ding Feng telah datang menyusul mereka menotok jalan darah di dada kanan mereka sehingga ke 4 orang itu kini terkapar tidak bisa bergerak.
"Keparat...! Tua Bangka sialan, kamu menggunakan cara licik meracuni kami dengan Hua Kung San.."
ucap Xie Lung sambil melotot menatap kakek Xie Ding Feng dengan penuh kebencian.
"Ha..ha..ha..ha..! kalau soal keparat bangsat dan bajingan aku masih harus banyak belajar dari mu."
__ADS_1
"Hari ini aku harus berterimakasih kepada bangsat seperti mu."
Bila bukan karena ulah mu, aku malah tidak akan pernah membayangkan punya kesempatan seperti hari ini..!"
Xie Lung menatap tajam kearah kakek Xie Ding Feng,
" katakan apa mau mu ?"
"Apa mau ku ? ha..ha..ha..ha..!"
"Pertanyaan konyol, apa yang kamu mau itulah kemauanku saat ini."
ucap Kakek Xie Ding Feng geram.
Kakek Xie menjejalkan sebutir pil berwarna putih ke mulut keempat orang itu.
Setelah itu dia meninggalkan keempat orang itu masuk kedalam gua melihat pertandingan Cindy melawan kedua tetua, Xie Ding Li dan Xie Ding San.
Melihat Xie Ding Li dan Xie Ding San terdesak hebat di bawah tekanan selendang di tangan Cindy.
Kakek Xie Ding Feng menyadari kedua orang itu, pasti telah mengerahkan tenaga sakti, dan kini telah terpengaruh oleh racun Hua Kung San, sehingga pergerakan mereka terlihat kacau.
Tendangan angin puyuh milik Xie Ding Li dan ilmu pedang lentur milik Xie Ding San jelas tidak akan efektif bila mereka tenaga dalamnya buyar tidak bisa di kerahkan.
Kakek Xie Ding Feng memanfaatkan pergerakan mereka yang sedang kacau dan main mundur, dia bergerak maju memberikan mereka totokan dari belakang.
Baik Xie Ding Li dan Xie Ding San mereka tidak bisa menghindar, jalan mereka telah ditutup oleh kakek Xie Ding Feng.
Maka kedua orang itu pun jatuh terkulai tak berdaya di atas tanah.
Kakek Xie Ding Feng sambil tersenyum keji berkata,
"Kalian yang memulai duluan, kalian tidak mengenal kasih dan Budi jadi aku pun tidak akan bersikap sungkan lagi dengan kalian."
Kakek Xie memasukkan sebutir pil berwarna putih sama dengan yang dia berikan kepada Xie Lung dan ketiga saudaranya didepan gua tadi.
Setelah setelah memencet hidung dan menutup mulut mereka sehingga mau tidak mau mereka harus menelan pil itu kedalam mulut mereka.
Kakek Xie berjalan kedepan gua, kedua bahunya memikul tubuh Xie Ding Lin Dan Xie Ding Hong.
Sedangkan kedua tangannya menyeret Xie Ding Tang dan Xie Lung masuk kedalam gua.
__ADS_1
Dari kemampuannya menarik tubuh 4 orang yang lebih besar dari tubuhnya secara sekaligus.
Menunjukkan bahwa usia tidak berpengaruh terhadap kesehatan dan kekuatan kakek ini.