
Kini tubuh mereka berdua sama sama melayang di udara, cuaca ekstrem tidak berpengaruh pada mereka berdua.
Tapi pengerahan kekuatan yang mengguncang alam semesta yang di.lakukan oleh Lu San menimbulkan dampak besar bagi alam sekitarnya.
Terutama wilayah geografis Jepang yang di kelilingi oleh lautan luas dan gunung berapi
Gunung api pada meletus, laut pasang, gelombang laut yang datang menyapu kota kota di pinggiran pantai mencapai 10 meter.
Mereka berdua terus menyedot hawa inti langit dan bumi, sebelum masing-masing melepaskan Kekuatan yang mereka himpun untuk menyerang lawan.
Saat keduanya sama-sama berteriak keras, Tang Lang yang terlebih dahulu melepaskan tebasan golok nya yang mendatangkan bayangan gelombang air laut yang menerjang kearah Lu San.
Sedangkan Lu San melepaskan cahaya keemasan yang bergerak bagaikan cahaya yang membelah lautan yang datang kearah nya.
Saat pedang dan golok mereka berbenturan menimbulkan ledakan super dahsyat yang menyapu bersih wilayah sekitar tempat pertempuran.
Pondok bangunan perkampungan di sana semuanya roboh rata dengan tanah.
Pohon pohon bertumbangan tanah merekah di mana mana.
Bahkan tebing di belakang kedua orang itu bergetar hebat, menimbulkan goresan yang sangat dalam di dinding tebing batu itu.
Tebasan pemusnah arahat , yang Lu San lepaskan berhasil membelah gelombang laut dan mendesak golok sinar bulan Tang Lang hingga mengalami retak-retak.
Tubuh Tang Lang terpental mundur hingga belasan meter.
Sebelum dia sempat memperbaiki posisinya, cengkraman tangan Lu San sudah mendarat di atas batok kepalanya, dan Tebasan pedang cahaya Lu San yang sangat cepat telah memotong lehernya.
Sebuah tendangan kearah dadanya membuat tubuhnya tumbang tak bergerak di atas tanah.
Lalu Lu San melempar kepala Tang Lang kearah sebuah pohon besar yang hanya tersisa dahannya saja.
Kepala Tang Lang tergantung di sana, bergoyang goyang, karena rambutnya tersangkut di dahan ranting itu.
Lu San berkeliling melakukan pemeriksaan di perkampungan rahasia ini.
Tapi dia menemukan di tempat itu tidak ada yang selamat, semua orang yang ada di sana.
Bila tidak gosong terbakar, pasti berubah menjadi patung es yang rapuh.
Karena begitu terjatuh keatas tanah, patung tersebut akan pecah, seperti kaca yang membentur lantai.
Akibat efek pertarungan nya dengan Tang Lang tempat itu sudah tidak berbentuk, Lu San bahkan kesulitan mengenali yang mana mayat Hitoshi.
__ADS_1
Satu satunya orang yang bisa menunjukkan keberadaan Takeshi yang sedang dia cari cari.
Setelah melakukan pemeriksaan kesana kemari tanpa hasil akhir nya Lu San melesat ke udara ingin meninggalkan tempat tersebut.
Tapi saat berada di balik awan, Lu San kembali mendapatkan bisikan Lu Fan, agar bersembunyi di balik awan barang satu hari satu malam, sambil melakukan pengamatan.
Lu San pun mengikuti petunjuk dari jalan pikiran Lu Fan sambil duduk bermeditasi memulihkan kondisi nya.
Menjelang tengah malam saat kondisi gelap gulita tanpa cahaya bulan maupun bintang.
Pendengaran Lu San yang tajam menangkap ada pergerakan beberapa orang di sana.
Lu San memutuskan tidak muncul, meskipun dia bisa melihat dengan jelas pergerakan beberapa orang itu.
Setelah beberapa orang itu keluar dari tempat persembunyiannya, tak lama kemudian sebuah bunker bawah tanah terbuka.
Sebuah pesawat helikopter terlihat muncul kepermukaan dari bawah tanah.
Lu San hanya mengamati dalam diam dari atas.
Hingga akhirnya pesawat helikopter warna hitam itu di hidupkan, tapi hebatnya, helikopter itu bisa terbang tanpa mengeluarkan suara berisik.
Hanya terasa angin hembusan nya saja yang sangat kuat.
Lu San terbang menguntit dari balik awan, tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.
Lu San yang mengenal jenis helikopter seperti itu, karena di rumahnya juga ada satu milik mama Giok nya.
Jadi dia tahu persis jenis helikopter seperti itu, memiliki radar pelacak panas.
Agar pilot pesawat itu tidak menyadari keberadaan dirinya, Lu San sengaja menggunakan Im Yang Sen Kung mengontrol hawa tubuhnya, sehingga tidak terdeteksi oleh radar pelacak suhu itu.
Pesawat itu terus terbang hingga jelang pagi pesawat itu baru mendarat di sebuah pulau berwarna putih
Karena seluruh pulau di Liputi oleh hamparan salju yang membentang luas.
Begitu pesawat helikopter canggih itu mendarat di sebuah lokasi yang di jaga dengan ekstra ketat.
Seorang pria bertubuh pendek berkepala botak diikuti oleh dua orang pria bertubuh tinggi besar dengan badan penuh tato.
Berjalan terburu-buru memasuki sebuah rumah yang besar dan mewah seperti istana.
Lu San yang menyaksikan semua ini dari atas, ingin bergerak turun.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba terdengar suara di belakangnya berkata.
"Sudah puas kamu mengintai..!?"
Lu San sangat terkejut dan segera menoleh kebelakang dengan sikap waspada.
"Kamu sudah sampai kemari, kelihatannya Tang Lang 9 dari 10, sudah tidak berada di dunia ini lagi..benar..!?"
tanya orang itu dengan suara menahan geram.
Tanpa basa-basi, dia langsung mencabut pedang cahaya mataharinya, melepaskan tusukan kearah Lu San.
Satu tusukan pedang nya, saat dilepaskan dapat membelah diri menjadi ratusan tusukan yang semuanya terarah ke tubuh Lu San.
Lu San juga tidak berani memandang rendah, di dalam hati dia menebak kemungkinan orang di hadapannya ini adalah kakak seperguruan Tang Lang.
Tang Lang saja sekuat itu, berarti kakak seperguruan nya, jelas tidak boleh di pandang remeh.
Sambil menangkis serangan yang datang, Lu San yang hidungnya mencium wangi yang pernah muncul di tubuh kekasihnya.
Lu San buru buru mengatur nafas, dan meminum sebutir pil warna putih beraroma wangi bunga melati.
Sehingga bisa menangkal racun bunga lima rasa yang dilepaskan oleh Fei Lung secara diam-diam.
Sama seperti Tang Lang, Fei Lung juga seorang pria tampan, yang sangat jarang dan sulit di cari tandingan nya...
Lu San memutar pedangnya untuk menangkis semua serangan yang di lepaskan oleh Fei Lung.
Dari pertemuan benturan kedua pedang mereka Lu San bisa menebak kemampuan Fei Lung masih di atas Tang Lang.
Tanpa berani berayal, Lu San segera mengerahkan Im Yang Sen Kung untuk membuat pertahanan diri.
Lalu menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa untuk menyerap dan mengalihkan semua serangan energi pedang itu menyerang kesemua penghuni yang ada di bawah sana.
Jerit kesakitan dan korban pun berjatuhan di pihak anggota Yakuza bawahan Takeshi Yamaguchi.
Mereka tidak bisa apa-apa selain terus menembakkan senjata mereka kearah Lu San.
Tai semua serangan balasan mereka sia sia semua tertahan oleh hawa pelindung Im Yang Sen Kung.
Melihat tindakan Lu San, Fei Lung menjadi sangat marah, dengan membelah diri menjadi 10 bayangan.
Dia terbang menyerang Lu San dengan pedang sinar matahari nya.
__ADS_1