KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERTEMUAN DENGAN TANG LANG


__ADS_3

Si gendut berpikir cukup lama, kemudian berkata,


"Baiklah tapi aku hanya bisa mengantar mu menemui Hitoshi, adiknya Takeshi."


"Sedangkan Takeshi, kamu hanya bisa cari tahu dari Hitoshi.."


"Bila sudah sampai segera serahkan penawar nya, aku tidak mau menemani mu mati di sana.."


ucap Si gendut sambil menatap Lu San dengan serius.


"Baiklah aku mengerti, ku tidak perlu khawatir.."


ucap Lu San santai


Si gendut menghela nafas, kemudian dia berjalan masuk ke bagian lebih dalam dari ruangan pertempuran mereka barusan.


Sampai di penghujung ruangan, dia menggeser sebuah vas bunga yang diletakkan di sebuah lemari yang menyimpan berbagai macam barang antik.


Begitu vas bunga di geser muncullah sebuah pintu di balik lemari yang bergeser kesamping.


Si gendut memimpin jalan di depan sedangkan Lu San mengikutinya dari belakang.


Si gendut membawa Lu San terus melakukan perjalanan menuruni tangga.


Mereka seperti sedang bergerak menuju perut bumi.


Akhirnya mereka tiba di sebuah jalan buntu, si gendut berjalan menghampiri sebuah obor dia memutarnya beberapa kali.


Tiba-tiba dinding batu berderak hebat lalu perlahan-lahan terbuka, begitu pintu mulai terbuka, cahaya dan sinar dari luar mulai menyeruak masuk.


Si gendut buru buru mengulurkan tangannya kedepan Lu San.


Lu San mengerti dia menuangkan 3 butir pil hijau kedalam tangan si gendut dan berkata,


"Sehari sekali, makan selama 3 hari maka racun mu akan hilang dengan sendirinya.."


Si gendut mengangguk kemudian dia sambil memutar tubuhnya berkata,


"Waspada lah pada Tang Lang pengawal sekaligus penasehat Hitoshi.."


Setelah itu dia buru-buru melarikan diri dari sana.


Lu San berjalan keluar dari balik pintu batu yang terbuka otomatis.


Begitu melangkah keluar dari ruangan rahasia.


"Siapa kamu...?!!"


bentak 4 orang penjaga yang memegang tombak di tangan,. sedangkan senapan semi otomatis di selempang menggantung di punggungnya.

__ADS_1


Lu San tidak mengerti dia hanya tersenyum dingin dan berkata,


"Di mana Hitoshi pimpinan kalian..!?"


Mendengar logat Lu San yang kaku, mereka berempat menjadi curiga.


Mereka segera mengepung Lu San dua dengan tombak dua lagi dengan senapan semi otomatis ditangan.


Lu San tidak terlalu menanggapi mereka, dia justru mengedarkan pandangannya, memperhatikan lokasi tempat ini yang sangat terisolasi dan tenang.


Tempat ini lebih mirip desa yang memisahkan diri dari dunia luar.


"Kalian berempat lebih baik kalian cepat menyingkir dari sini, sebelum terlambat.."


"Aku tidak akan sungkan menghabisi kalian bila menghalang halangi jalan ku.."


ucap Lu San dengan nada penuh ancaman.


Keempat orang itu sedikit mundur, tapi mereka tidak ada yang bersedia meninggalkan tempat itu.


Gengsi dan ego melarang mereka memberi jalan kepada Lu San.


"Kalian berempat mundurlah, serahkan saja dia pada ku..!"


ucap seorang yang suaranya terdengar tapi orangnya belum terlihat.


Kemudian berlarian meninggalkan tempat tersebut.


Tak lama kemudian dari jauh terlihat sebuah titik kecil melayang di udara muncul dan hilang, dalam sekejap mata, sudah berdiri di hadapan Lu San.


"Anak muda kamu boleh juga, nama ku Tang Lang,.. hari ini biar aku mencoba menjajal kemampuan mu."


ucap Tang Lang sambil tersenyum ramah.


Lu San sampai terheran-heran melihat lawan di hadapannya terlihat begitu sopan dan ramah


Dia hampir terpancing untuk berbasa-basi dengan nya sejenak.


Tapi Lu Fan dalam pikirannya membisikkan agar jangan lengah dan tingkat kan kewaspadaan.


Semakin seorang penjahat bersikap ramah tenang dan bahkan terlihat lucu.


Maka kamu harus jauh lebih hati-hati dan waspada.


Benar saja sesuai dugaan Lu Fan, sambil tersenyum ramah,. orang itu mengulurkan tangannya kedepan seperti mau menyalami Lu San.


Tahu tahu di tangannya sudah menggenggam sebatang golok besar dan unik.


Tanpa peringatan dia langsung menyabetkan golok sinar hijau itu kearah dada dan leher Lu San, dengan kecepatan luar biasa.

__ADS_1


Sehingga hanya terlihat sebuah garis hijau melesat kearah leher dan dada Lu San.


Untungnya dari awal Lu San sudah bersikap waspada, sehingga dia berhasil menangkis dengan baik serangan tersebut dengan pedang cahaya nya.


Berbeda dengan kondisi biasanya, logam apapun yang membentur Pedang cahaya akan hangus terbakar tanpa sisa.


Tapi sekali ini berbeda, benturan pedang dan golok mereka malah menimbulkan daya kejut panas dingin yang sangat luar biasa.


Di area sekitar tempat bertemunya kedua senjata pedang dan golok itu.


Baik' Lu San maupun Tang Lang sama sama terpental mundur dengan kaget.


Mereka masing-masing sama sama memperhatikan kondisi pedang di tangan mereka, untuk memastikan pedang dan golok mereka baik-baik saja.


Ini adalah kali pertama mereka berdua merasakan pedang dan golok mereka bertemu lawan setanding.


Bila pedang Lu San memiliki kekuatan inti matahari maka kekuatan golok Tang Lang adalah tandingannya karena memiliki kekuatan inti bulan yang super dingin.


Tang Lang mendapatkan golok ini dari gurunya Wu Ching, Wu Ching ratusan juta tahun silam secara kebetulan menemukan dua buah batu aneh berwarna biru dan merah.


Dia lalu dengan susah payah menggunakan seluruh kemampuannya di bantu oleh Wu Sin, mereka membawa kedua batu itu untuk di tempa di pusat matahari dan pusat bulan.


Setelah menghabiskan waktu sampai berpuluh tahun akhirnya Wu Ching dan Wu Sin berhasil menempa dua batang pedang dan sebuah kecapi.


Sisa dari batu inti matahari dan inti bulan mereka tempa lagi menjadi sebatang pedang dan golok dengan bahan campuran logam langka di planet matahari dan bulan.


Dua batang pedang awal di pegang oleh Wu Ching sendiri,. sedangkan kecapi inti matahari dan inti bulan ada di tangan Wu Sin.


Lalu kedua senjata golok dan pedang yang ditempa dari batu sisa, di serahkan ke murid pertama Wu Ching yang bernama Fei Lung dan murid kedua nya bernama Tang Lang.


Fei Lung mewarisi pedang sinar bulan.


Sedangkan Tang Lang mewarisi pedang sinar matahari.


Kembali ke pertarungan Lu San melawan Tang Lang yang berlangsung seru dan menggetarkan bumi dan langit.


Setelah memastikan kedua senjata mereka masing masing dalam keadaan baik-baik saja.


Mereka berdua langsung melesat untuk saling serang dengan jurus jurus andalan mereka.


Lu San merubah ilmu pedang tarian badai salju, menjadi tarian pedang badai matahari.


Sehingga setiap pergerakan nya menimbulkan angin puyuh yang membawa api yang menjilat jilat.


Tapi Tang Lang tidak gentar,.dia memainkan golok sinar hijaunya, yang memiliki kekuatan inti es.


Untuk melakukan tebasan dan tangkisan yang bisa membekukan apapun yang dilewati oleh serangan nya.


Melihat lawannya mampu mengimbangi bahkan mendesak nya, Lu San kini mencampur serangan nya dengan pukulan 18 Tapak Penahluk Naga Siluman Semesta.

__ADS_1


__ADS_2