
"Afei kebetulan sedang tidak bersama kami, begini adik Ting Ting kamu tunggu sebentar, biar San er pergi memanggilnya kemari."
"Baik kakak Sun, makasih banyak."
"Santai aja tidak perlu sungkan.."
Tanpa disuruh lagi, Lu San sudah bergegas pergi memanggil adik nya.
Lu San setelah mencari kesana kemari akhirnya dia menemukan Afei sedang berbincang-bincang dengan Alicia dan Deborah teman akrabnya Alicia.
Lu San sebenarnya sungkan, karena kejadian yang pernah dia lakukan dulu, tapi tiada pilihan lain, dia sedang jalan kan perintah Lu Sun.
Lu San setelah menarik nafas panjang, dia berjalan menghampiri Afei, Lu San menepuk bahu Afei dan berkata,
"Adik ayah menyuruh ku, memanggil mu.."
"Ehh kakak, baik kak.."
ucap Afei patuh.
Afei menoleh kearah Alicia dan Deborah, kemudian berkata,
"Guru ku ada urusan dengan ku, aku harus segera kesana, maaf aku permisi dulu ya.."
Alicia dan Deborah menganggukkan kepala mereka sambil tersenyum manis ke Afei
"Ayo kak..kita kesana sekarang.."
ajak Afei sambil menarik tangan Lu San..
Lu San mengangguk, sebelum mengikuti Afei pergi.
Lu San menyempatkan diri menoleh kearah Alicia sebentar dan berkata,
"Maaf..."
Setelah itu dia pun dengan sikap tenang berjalan sambil merangkul bahu Afei meninggalkan tempat tersebut.
Alicia sendiri sedikit terkejut, saat melihat sikap Afei yang kini terasa berbeda.
Lebih pendiam dingin dan jauh lebih dewasa.
Deborah yang berdiri di sisi Alicia menatap kearah Lu San dengan penuh kagum.
Deborah menyenggol lengan temannya dan berkata,
"Siapa dia kamu kenal..?"
Alicia menoleh kearah sahabatnya dan berkata,
"Dia Lu San kakak angkat Afei, putra guru Lu yang terkenal itu.."
"Tapi lebih baik kamu jauh jauh darinya, dia tidak sama dengan Afei."
"Loh kenapa ? Dia sangat ganteng lagi, menurut ku dia jauh lebih ganteng dari pada idola mu Afei.."
__ADS_1
"Tidak ada kenapa kenapa, pokoknya turuti saja apa kata ku.."
"Baiklah..."
ucap Deborah lesu dan sedikit kurang puas.
Sementara itu Begitu Afei dan Lu San tiba, Lu Sun langsung mengajak mereka semua, mengikuti guru Ciu menuju Ruangan Pak Ma.
Saat tiba di depan kantor Pak Ma, Guru Ciu langsung mengetuk pintu, dihadapan nya.
"Tok...tok...tok..!"
"Masuk..!"
terdengar suara sahutan dari sebelah dalam, g
Guru Ciu masuk duluan kedalam ruangan, dia menganggukkan kepalanya memberi hormat kepada beberapa tamu Pak Ma yang tidak di kenal nya.
Setelah itu sambil melihat kearah Pak Ma, dia berkata,
Pak tuan Lu sudah tiba, beliau ada didepan ruangan bapak."
"Ohh makasih banyak guru Ciu, tolong ajak Tun lu dan rombongannya kemari, setelah itu kamu boleh kembali ketempat melanjutkan pekerjaan mu.."
"Baik pak, "
Ucap Ting Ting singkat lalu dia pergi ke arah pintu membukanya, dia memberi kode agar Lu Sun dan rombongannya untuk masuk kedalam.
Lu Sun mengangguk sambil tersenyum, lalu dia pun melangkah masuk kedalam, di iringi oleh kedua istrinya yang mengikutinya dari belakang.
Guru Ciu menatap bayangan punggung Lu Sun, hingga menghilang dari pandangannya, kemudian dengan langkah lesu.
Dia meneruskan langkahnya meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan Lu Sun, begitu dia masuk kedalam ruangan, dia melihat di sana ada 3 tamu lain, 3 orang itu adalah presiden Xi, paman Mao dan seorang pria lain yang tidak dia kenal.
Pak Ma menghampiri Lu Sun menyalami nya dan berkata,
"Apa kabar tuan Lu, lama tidak bertemu ? mari masuk aku akan memperkenalkan anda dengan beberapa tamu penting.."
Lu Sun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Tiba-tiba Presiden Xi berkata, sambil tersenyum
"Tidak perlu pak Ma,.dia sudah seperti keponakan ku sendiri, benar tidak Sun er..?"
Lu Sun mengangguk dengan penuh hormat dan berkata,
"Pak presiden kita kembali bertemu lagi, apa kabar anda..?"
"Paman Mao apa kabar ? paman juga terlihat semakin sehat dan bugar...?"
Ucap Lu Sun sambil menyalami mereka bertiga satu persatu sambil tersenyum.
"Kabar kami tentu jadi baik, karena banyak masalah rumit yang sulit di pecahkan, berkat bantuan Sun er semua kini sudah terselesaikan."
__ADS_1
ucap presiden Xi sambil tersenyum lebar.
Paman Mao juga ikut tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, menyetujui ucapan atasannya.
Pak Ma dan Pak Wei terheran-heran dan terkejut, melihat hubungan Lu Sun dan pimpinan tertinggi mereka begitu dekat.
"Paman Mao, bagaimana kabar paman..?"
ucap Giok Lan sambil ikut maju menggandeng tangan Paman Mao dengan manja.
"Ho..Ho..Ho..! baik baik.. ponakan ku yang semakin cantik saja.."
ucap Paman Mao sambil tertawa gembira dan menowel ujung hidung Giok Lan, lalu dia membelai kepala Giok Lan dengan penuh kasih sayang.
Melihat hubungan Lu Sun termasuk keluarga nya begitu akrab dengan para pimpinan tertinggi negara, Pak Ma dan Pak Wei hanya bisa saling pandang dan tersenyum gembira.
Pak Ma selaku tuan rumah kemudian berkata,
"Tuan tuan sekalian maaf mengganggu , mari kita semua duduk di sana, agar bisa ngobrol dengan santai dan nyaman.."
Mereka semua menyambut baik tawaran paman Ma, maka semua yang hadir di sana, kecuali Afei dan Lu San.
Yang lainnya, semua mulai mengambil tempat duduk, dan mengobrol dengan santai.
Setelah memperkenalkan menteri pendidikan Pak Wei ke Lu Sun, presiden Xi pun membuka topik pembicaraan utamanya.
"Sun er, tujuan kami mengundang anda kemari sebenarnya kami ingin membicarakan sesuatu hal kepada anda."
ucap presiden Xi dengan wajah serius., dia berhenti sejenak untuk melihat reaksi Lu Sun.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Katakan saja, pak presiden, bila saya sanggup saya pasti akan berusaha memenuhi harapan pak presiden."
Presiden Xi mengangguk, lalu dia meneruskan kata-katanya,
"Sun er kami sangat tertarik dan membutuhkan talenta muda seperti Afei, untuk mengabdi pada negara."
"Bila Anda setuju, kami bermaksud menarik Afei bergabung sebagai pelatih pasukan biro khusus."
"Mengenai pendidikan sekolah dan berbagai keperluan Afei untuk kebutuhan saat ini, maupun masa depan negara akan menjaminnya."
"Bagaimana menurut pendapat mu, Sun er ?"
Lu Sun menatap kearah Afei sejenak yang terlihat menundukkan kepalanya dalam dalam.
Lalu Lu Sun melihat kearah presiden Xi dan Paman Mao.
"Begini pak presiden, dalam hal ini meskipun aku adalah ayah angkat sekaligus guru Afei."
"Tapi terus terang yang berhak memutuskan hal ini adalah Afei sendiri, Afei kemari lah."
"Kamu katakan saja sendiri pendapat mu, ke pak presiden, apapun keputusan mu, guru akan mendukung sepenuhnya."
Afei setelah di panggil Lu Sun, baru berani mengangkat kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Terimakasih guru, terimakasih pak presiden dan semua yang hadir di sini."