
"Terimakasih pujian nya, aku keluar sejak kamu muncul.."
"Terimakasih kadonya yang di kirim lewat Ling Mei.."
ucap Lu Sun Tersenyum tenang sambil menyindir.
Ming Dao Tersenyum mengejek dan berkata,
"Ohh itu...itu cuma masalah sepele, ketimbang hadiah dua wanita bekas ku, pada mu.."
Lu Sun tidak marah mendengar ucapan Ming Dao yang sangat tidak sopan itu.
"Maksud mu Ying Ying dan Xue Xue,? kasihan masih muda sudah pikun atau kamu memang bukan lelaki sejati.?"
ucap Lu Sun membalas ejekan Ming Dao.
"Kuberi tahu pada mu, sekedar mengingatkan.
Mereka berdua masih gadis saat malam pertama dengan ku, bagaimana bisa kamu sebut bekas ?"
"Lebih baik kamu periksa otak mu, mungkin akibat terlalu berduka dengan....He..He..He..!!"
ucap Lu Sun sambil tertawa nakal.
Lu Sun tiba-tiba pura-pura teringat sesuatu dan berkata dengan mimik menahan tawa,
"Ohh aku tahu sekarang kamu tidak bisa dengan gadis, makanya kamu lebih suka ikan, burung yang sudah gak bernapas lagi.."
"Ha..ha..ha..ha..!!"
kamu sungguh lucu Ming Dao aku kagum dengan selera mu
ucap Lu Sun sambil tertawa dan merubah bentuknya menjadi Cin Bao Kemudian kembali lagi menjadi Lu Sun.
Melihat perubahan yang Lu Sun tunjukkan wajah Ming Dao berubah sebentar pucat sebentar merah .
"Keparat..! ternyata kamu biang onarnya..!"
"Kalian maju semua..! habisi dia..!"
Ke sepuluh orang itu melompat ringan mengepung Lu Sun.
Mereka mulai menyerang Lu Sun secara bergantian dengan tendangan dan pukulan mereka, yang menimbulkan angin pukulan menderu-deru.
__ADS_1
Tentu saja Lu Sun tidak Mandah menerima pukulan yang mereka lepaskan.
Lu Sun bergerak dengan langkah ajaibnya, sehingga semua pukulan itu hanya lewat di samping tubuhnya.
Tidak ingin membuang waktu, Lu Sun langsung menggunakan Wu Xiang Cien Chi dan Liu Mai Sen Cien.
Membalas serangan kesepuluh orang yang mengepungnya.
Satu persatu pengepungnya terpental roboh bergelimpangan dalam waktu singkat.
Tapi Lu Sun mengerutkan alisnya, melihat orang-orang yang terkapar itu, satu persatu bangkit kembali.
Luka-luka di tubuh mereka, yang seharusnya membuat mereka terbunuh, ternyata tidak berhasil menewaskan mereka.
Mereka kini malah kembali hidup seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Mereka kembali mulai bergerak menyerang Lu Sun dari berbagai arah.
Lu Sun bergerak menghindar dengan langkah ajaibnya, lalu membalas dengan memfokuskan serangannya ke satu orang.
Lu Sun memotongnya hingga menjadi potongan kecil-kecil jatuh berserakan di lantai.
Bahkan kepalanya pun terbelah menjadi empat, ke sembilan rekannya tidak ada yang bereaksi sama sekali melihat kondisi rekan mereka yang cukup tragis.
Sambil menghindari serangan yang berdatangan dari segala arah, Lu Sun terus mengamati,, bagaimana cara lawannya memulihkan diri.
Lu Sun melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana bagian tubuh yang terpisah-pisah menyatu kembali.
Seperti saling memiliki daya tarik seperti.magnet, Kemudian potongan tubuh itu kembali ke bentuk semula sebelum di potong-potong oleh Lu Sun.
Meski terkejut dan kaget tapi Lu Sun bersikap tenang dalam menghadapi lawan-lawan nya.
Kini Lu Sun tidak mau sembarangan membuang tenaga sebelum mengetahui cara yang tepat untuk menghancurkan lawan-lawannya.
Lu Sun tetap bergerak dengan langkah ajaib menghindar dari serangan para pengeroyoknya.
Lu Sun menyadari benar yang di hadapi nya kini bukan lagi manusia, juga bukan robot, tapi mereka adalah monster yang tercipta dari tehnologi tingkat tinggi.
Sesekali dia memberikan serangan sambil mengamati proses penyembuhan luka lawannya.
Ming Dao yang mengamati dari jauh Tersenyum gembira melihat Lu Sun yang terlihat keteteran, terdesak hebat hanya bisa main hindar.
Sambil tersenyum gembira dia melambaikan tangannya kearah Ying Ying.
__ADS_1
Ying Ying membuang muka tidak mau melihat dan membalas lambaian tangan pria brengsek yang dulu sempat mengisi hatinya.
Lu Sun meski sekilas terlihat terdesak oleh serangan yang di lepaskan oleh lawannya yang kini masing-masing mulai menggunakan belati ditangan mereka.
Tapi sebenarnya dia tidak terdesak sama sekali, dia hanya sedang fokus mencari cara menghancurkan lawannya yang memiliki kemampuan regenerasi diri.
Dalam keadaan di serang pun Lu Sun tidak pernah sekalipun melepaskan perhatian nya dari Ming Dao.
Bila orang itu berani bergerak mendekati istrinya Lu Sun pasti akan bergerak pergi menolong istrinya.
Dia akan abaikan 10 monster itu, yang tidak bisa mencegahnya untuk pergi kemanapun dia suka.
Lu Sun melihat dengan jelas Ming Dao menggoda Ying Ying, tapi melihat respon yang di berikan Ying Ying Lu Sun Tersenyum puas.
Setelah melakukan pengamatan berulang kali, akhirnya Lu Sun menemukan cara yang cocok untuk menghancurkan mereka agar tidak beregenerasi lagi.
Lu Sun mencoba melakukan eksperimen dengan menyerang lengan salah satu lawannya, dengan pukulan Es Abadi, sebelum kemudian dia memotong tangan orang tersebut.
Tangan yang terpotong dan telah membeku menjadi es, saat jatuh ke lantai langsung pecah berantakan berkeping-keping, seperti kaca yang langsung pecah berantakan begitu menyentuh lantai.
Pecahan beku itu tidak dapat kembali menyatu, tetap tergeletak begitu saja.
Kemudian perlahan-lahan sebagian menguap menjadi udara tak berbekas lagi.
Sebagian nya lagi berubah menjadi air menyerap kedalam tanah.
Melihat hasil ini Lu Sun tidak mau membuang waktu lagi, dia mulai bergerak dengan pukulan Es Abadi nya.
Menghancurkan lawannya satu persatu dengan gerakan yang sangat cepat, hingga tidak dapat di antisipasi oleh lawan-lawannya.
Ming Dao sangat terkejut melihat perubahan yang terjadi begitu mendadak, dalam waktu singkat Lu Sun yang sudah dalam posisi terdesak, tiba-tiba kini kini bisa membalik keadaan menghabisi anak buahnya satu persatu.
Tak lama kemudian ke-sepuluh orang yang tidak bisa di bunuh itu, kini telah lenyap semua tanpa bekas.
Ming Dao pun berteriak keras, lalu tubuhnya terbang kearah Lu Sun menyerang Lu Sun dengan pukulan dan tendangan yang mengeluarkan suara angin bercuittan.
Lu Sun ingin mengukur kekuatan Ming Dao, jadi dia menangkis keras lawan keras pukulan Ming Dao, yang datang dengan cepat dan ganas.
Ming Dao terpental kebelakang dan terhuyung-huyung badannya kehilangan keseimbangan, akibat tenaga tangkisan yang Lu Sun lepaskan.
Ming Dao sangat terkejut, dia merasa kekuatannya jauh berkurang, ada apa ini,.a? pikirnya dalam hati.
Apakah latihan virtual ku dengan kenyataan jauh berbeda ini sedikit tidak masuk akal pikir Ming Dao dalam hati.
__ADS_1
Ming Dao masih tidak percaya kekuatannya bisa berselisih begitu jauh dari Lu Sun, padahal saat sedang latihan secara virtual mereka selalu berimbang.