KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEJADIAN DI MALL


__ADS_3

"Nenek benarkah ini nenek..!!"


teriak Ying Ying buru-buru berdiri dari duduknya dan berlari menghampiri wanita cantik berusia 40 an itu.


Nenek tersenyum dan berkata,


"Kenapa ? kaget ?"


Ketiga gadis itu kini menatap kearah nenek dengan takjub, bagaimana mungkin Nenek yang sudah berusia hampir 80 tahun kini bisa berubah menjadi seperti ini.


Bahkan Xue Yen yang menjadi pemilik asli ilmu yang di latih oleh nenek juga gak nyangka bisa seajaib itu ilmu warisannya.


Nenek tertawa dan berkata,


"Kalian di suruh berlatih gakda yang mau, nah sekarang kalian tahu kan manfaatnya.."


Hanya Lu Sun yang sudah kembali tenang setelah tahu wanita itu adalah neneknya.


Dia kini melanjutkan makan kepitingnya dengan santai.


Lu Sun gak terlalu heran lagi, karena ilmu-ilmu dari jamannya memang sebagian besar adalah ilmu keabadian milik para dewa agung.


Jadi gak heran bila tekun berlatih orang bisa awet muda dan panjang umur.


Ying Ying menggandeng tangan nenek dengan lembut untuk ikut duduk bersama mereka.


Dia juga menyiapkan berbagai peralatan makan untuk nenek.


Diantara mereka bertiga, memang dia lah yang paling akrab dan dekat dengan nenek.


Ying Ying selalu merasa bila bukan karena nenek, mungkin saat ini dia tidak akan bisa hidup begitu bahagia bersama Lu Sun.


"Xue Xue ilmu warisan mu itu sungguh ajaib, kalau ada waktu kamu harus melatihnya kembali."


ucap Nenek ke Xue Xue.


Xue Yen tersenyum dan berkata,


"Ya nek kalau ada waktu Xue Xue akan melatihnya.."


"Ayo cicipi udang goreng tepung ini nek, dan ini saosnya.."


ucap Xue Yen mengalihkan pembicaraan.


Dia saat ini kalau di suruh berlatih dia sudah malas, kalau dulu dia berlatih dengan serius karena dia ingin membalaskan dendam Lu Sun yang di kiranya sudah meninggal.


Tapi saat ini, dia lebih suka menghabiskan waktunya bersama Lu Sun, selain itu dia juga harus membantu Lu Sun menjalankan bisnis keluarga mereka.


Jadi dia sudah gak begitu tertarik dan berminat untuk kembali berlatih.


Karena dia tahu berlatih ilmu itu butuh fokus dan konsentrasi penuh, dan ketekunan.

__ADS_1


Bila tidak semua itu akan menjadi sia-sia tidak akan membuahkan hasil apapun.


Giok Lan justru berpikir sebaliknya, buat apa abadi dan awet muda, bila hidup kesepian dan terus mengejar pelatihan yang tiada habisnya.


Dia bahkan rela kehilangan semua keabadian nya, asal bisa hidup bersama Lu Sun, kini semua sudah terwujud tentu dia tidak mau kehilangan apa yang sudah dia peroleh dengan susah payah dan pengorbanan.


Kalau dia terus hidup abadi, ada kemungkinan dia akan di panggil kembali ke kahyangan untuk mempertanggungjawabkan tindakan melanggar aturan langit yang dia lakukan.


Ying Ying pun memiliki pikiran yang hampir sama dengan kedua istri Lu Sun yang lainnya.


Baginya asal bisa terus mendampingi Lu Sun hingga ajal tiba dia sudah puas.


Dia tidak tertarik dengan awet muda dan keabadian, lahir tua sakit Mati itu sudah hukum alam, biarkan semua berjalan alami saja.


"Nek kamu jadi muda lagi, apa mau nikah lagi dengan prof Billy atau kakek Huang, atau malah nenek mau cari pria muda ?"


ucap Lu Sun sambil tertawa.


"Kamu ini dasar cucu kurang ajar, hati-hati kualat tersedak tulang kepiting nanti."


ucap nenek mempelototi Lu Sun.


Lu Sun hanya menanggapinya sambil tertawa.


"Nenek besok kami akan berangkat ke Dubai, apa nenek mau ikut..?"


tanya Ying Ying lembut.


"Kalau gak di anggap mengganggu acara kalian tentu nenek ingin ikut."


"Tentu gak akan menganggu kami lah nek, kan ada kakek Huang yang akan temani nenek disana ."


ucap Lu Sun sambil tersenyum.


Nenek kembali mempelototi Lu Sun dan berkata,


"Kamu pikir nenek mu ini begitu genit apa dasar bocah kurang ajar.."


Lu Sun pun tertawa lebar, sedangkan Ketiga istrinya berusaha menahan tawa dengan menutupi mulut mereka dengan tangan.


Selesai makan mereka sekeluarga beramai-ramai main ke mall.


Karena beramai-ramai perginya, maka Lu Sun Ying Ying Lu San dan kedua pengasuhnya menggunakan 1 mobil.


Sedangkan Nenek Xue Yen dan Giok Lan menggunakan mobil Xue Yen.


Sampai ke mall pun mereka membagi diri menjadi dua kelompok, Lu Sun Lu San dan kedua pengasuhnya menuju ke tempat mainan anak.


Sedangkan Nenek Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan mereka pergi berbelanja kebutuhan wanita dan kesalon untuk perawatan.


Lu Sun menemani anaknya berbelanja mainan, Lu Sun hanya mengikuti anak nya berkeliling-keliling memilih mainan yang dia sukai.

__ADS_1


Lu San terlihat sangat gembira dan memilih-milih mainan yang dia sukai sesuka hati.


Berbeda dengan saat berbelanja bersama ibunya yang suka melarangnya memilih mainan ini dan itu.


Bersama ayahnya Lu San sangat gembira dia bisa memilih apapun yang dia sukai tanpa di larang.


Selesai berbelanja mainan Lu Sun membawa anaknya untuk duduk menikmati es krim.


"Ayah mau cicip es krimnya ?"


"Enak loh.."


ucap Lu San polos.


Lu Sun tersenyum dan menggeleng kan kepalanya sambil berkata,


"Tidak nak kamu makan saja.."


Lu Sun membelai kepala putranya dengan penuh kasih sayang.


Tiba-tiba Lu Sun melihat seorang pria sedang berlari dengan sangat cepat di kejar-kejar oleh beberapa petugas keamanan yang terlihat pontang-panting karena pria itu gerakan nya sangat cepat dan gesit.


Di belakang beberapa satpam itu muncul seorang ibu-ibu yang sedang hamil besar, berteriak-teriak tangkap pencuri.


"Tolong...tolong...tolong...pencuri......pencuri......pencuri...!!"


"Tolong ...Tolong dia mencuri tas dan perhiasan ku,..Tolong...!!"


Teriak wanita berperut besar itu berlari dengan susah payah sambil memegang perutnya dan menunjuk kearah pencuri tersebut.


Lu Sun melihat hal ini hatinya terenyuh, dia jadi teringat dengan Ying Ying saat sedang hamil Lu San.


Di mana Ying Ying kemana-mana sendirian dengan perut besar seperti ibu ini.


"San er kamu di sini makan es krim dengan santai,.ayah ada urusan mau pergi sebentar.."


ucap Lu Sun sambil membelai kepala putranya.


Lu San mengangguk patuh dan berkata,


"Ayah pergilah.. hati-hati.."


Lu Sun menatap kedua orang pengasuh anaknya dan berkata,


"Jaga San er baik-baik aku pergi sebentar..!"


"Baik tuan.."


jawab kedua pengasuh itu serentak.


Lu Sun kemudian berlari kearah pencuri yang sedang di kejar satpam itu menghilang.

__ADS_1


Setelah berlari beberapa saat Lu Sun melihat pria itu mulai berlompatan dengan lincah dari tangga eskalator yang satu ketangga eskalator yang lain.


Dengan cara itu dia bisa bergerak cepat meninggalkan para satpam pengejarnya dengan mudah.


__ADS_2