
Ying Ying menatap Lu Sun dan berkata,
"Lalu apa yang kamu rasakan dan pikirkan ?"
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Dulu kamu pernah berkata kamu lebih suka aku berbentuk seperti Cin Bao, sebenarnya yang kamu suka bukan rupa Cin Bao."
"Yang kamu inginkan adalah perasaan Cin Bao yang bisa mencintai mu sepenuh hati dan tidak perlu berbagi dengan wanita lain."
"Bukan begitu..?"
"Sun ke ke aku...aku..ahh... tidak..."
ucap Ying Ying dengan sepasang mata terbelalak lebar dan menutupi mulutnya yang sedikit terbuka.
Kemudian dia buru-buru melihat ke sekitarnya memastikan di sana tidak ada siapapun.
Setelah yakin dia buru-buru menarik tangan Lu Sun dan berkata,
"Ayo ikut aku ..kita tidak boleh bicara di sini.."
Ying Ying menarik Lu Sun menuju kamar rahasia, lalu dia melakukan 72 langkah menggunakan kunci membuka pintu rahasia.
Dia mengajak Lu Sun masuk kedalam kamar rahasia.
Akhirnya mereka tiba di taman rahasia yang gelap gulita, tapi begitu lampu di nyalakan terlihat lah pemandangan indah di mana taman tersebut, dipenuhi lampu berwarna-warni yang sangat indah.
Mereka berdua berdiri di tengah taman, sambil memegang kedua tangan Lu Sun, Ying Ying berdiri berhadap-hadapan dengan suaminya.
Ying Ying meletakkan kedua tangan Lu Sun di pinggang nya, lalu dia melangkah maju memeluk suaminya.
Dia meletakkan kedua tangannya di pinggang Lu Sun dan memeluknya dengan erat sambil berkata,
"Maafkan sikap ku yang egois dan tamak..kamu pasti sudah mendengar semuanya ya, saat sedang terbang.."
Lu Sun menciumi kepala Ying Ying dengan lembut dan berkata,
"Kamu tidak perlu minta maaf, dalam hal ini justru aku lah yang bersalah pada mu.."
"Apapun alasannya aku tetap lah yang paling bersalah dalam hal ini, tidak di jaman sebelum nya maupun di jaman sekarang.."
"Tapi di kehidupan ketiga, bila kita di berikan kesempatan bertemu lagi, aku akan mencintaimu seorang hingga ajal tiba."
"Meski kamu bersama orang lain sekalipun, aku akan tetap menunggu dan mencintai mu selama nya hanya kamu seorang hingga ajal tiba.."
Ying Ying mengangguk sambil meneteskan air mata haru dalam pelukan suaminya.
Dia mempererat pelukannya dan berkata,
"Semoga saja, kita bisa kembali bertemu aku juga berharap bisa kembali menjadi istrimu seperti saat ini.."
Lu Sun membelai rambut Ying Ying yang halus dengan lembut.
Mereka berdua larut dalam keheningan, tapi hati mereka masing-masing merasa sangat bahagia.
__ADS_1
Sementara itu ditempat lain Xue Xue masih terus di ajak berkeliling oleh nenek, mereka bahkan sudah keluar masuk satu butik yang sama hingga 3 kali.
Tapi nenek belum ada tanda-tanda mau berhenti.
"Nenek tua ini, sebenarnya mau apa sih ?"
Xue Xue hanya berani mendumel di dalam hati saja.
Setiap nenek menoleh kearah nya, dia akan memaksakan diri Tersenyum aneh dengan mengerutkan hidungnya.
Anak kecil juga tahu dia sedang tidak gembira dan hanya tersenyum terpaksa, apalagi nenek.
Hanya nenek pura-pura tidak tahu, nenek sekarang adalah seorang kultivator.
Kekuatannya sudah bukan seperti nenek yang dulu lagi.
Xue Xue yang sudah tidak tahan dan sangat pegal kakinya mengikuti nenek.
Dengan hati-hati dia berkata,
"Nek nenek pilih-pilih saja yang nenek suka, biar Xue Xue tunggu di depan sana ya nek.."
Nenek menoleh ke Arah Xue Yen sambil tersenyum dia berkata,
"Pergilah tapi jangan jauh-jauh agar nenek gak sulit mencari mu."
Xue Yen mengangguk gembira dan berkata,
"Tidak jauh kok nek itu di sana, di kedai juice itu dari sini juga kelihatan.."
Xue Yen dengan hati gembira berlari keluar dari dalam butik, karena tidak hati-hati dia tidak melihat ada orang yang tiba-tiba lewat didepan nya.
Sehingga dia menabrak orang yang berada di hadapannya.
Akibat di tabrak oleh Xue Yen dari samping, pria yang berjalan sambil memegang segelas kopi, menumpahkan kopinya ke bajunya sendiri.
"Eeh...Eeh ... maaf...maaf pak aku tidak sengaja.
ucap Xue Yen kaget dan panik.
Pria berkepala botak bertubuh pendek gemuk itu, awalnya terkejut dan ingin marah.
Tapi begitu melihat siapa yang menabraknya dia langsung terbelalak dan menatap Xue Yen dengan rakus.
Seakan-akan ingin men*lanjangi Xue Yen hanya dengan tatapan mata nya saja..
Saat menyadari Tatapan mata pria itu yang sangat tidak sopan, Xue Xue yang tadinya merasa panik dan bersalah.
Kini langsung bersikap dingin dan acuh tak acuh, memasang wajah tanpa ekspresi.
Dia bahkan tidak mengucapkan kata maaf langsung berjalan meninggalkan tempat itu dengan kepala terangkat.
Xue Xue meski menunjukkan sikap dingin, tapi karena dia memang sangat cantik, sikapnya itu justru membuatnya terlihat high class dan anggun.
Pria itu dengan senyum genit, membentangkan tangannya didepan Xue Yen dan berkata.
__ADS_1
"Eits tunggu dulu cantik kamu mau kemana ? kamu tidak boleh pergi begitu saja."
"Kamu sudah mengotori baju ku, kamu harus minta maaf dan mempertanggung jawabkan perbuatan mu.. baru boleh pergi.."
Kelima rekan pria itu hanya berdiri menonton di belakangnya sambil tertawa-tawa.
Xue Yen menatap pria itu dengan tajam dan berkata,
"Katakan berapa?"
Xue Yen membuka dompetnya siap menggantinya.
Tapi pria itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu pikir segala hal bisa diselesaikan dengan uang ?"
"Lalu kamu mau apa ?"
tanya Xue Yen kesal.
Pria itu sambil tertawa berkata,
"Kamu harus temani aku mencari baju ganti, setelah itu membantu ku mengganti baju kotor ini"
"Mimpi,...! ini ada 300 Yuan kalau mau ambil, kalau tidak minggir..!"
ucap Xue Yen sambil mengambil dan menyodorkan uang 300 Yuan kepada pria itu.
Pria itu tertawa-tawa melihat kearah teman-temannya, setelah itu dia baru menoleh kearah Xue Yen dan berkata,
"Kamu ini dasar betina tidak tahu diri..."
"Di beri arak kehormatan tidak mau, malah memilih arak hukuman.."
"Ikut aku sekarang...!"
ucap pria itu sambil maju menangkap tangan Xue Yen.
Xue Yen sangat terkejut dia secara reflek langsung meronta dan berteriak marah.
"Lepaskan tanganmu bajingan...! "
Xue Yen langsung melayangkan tangannya menampar pria itu, tapi pria itu dengan sigap menangkap tangan Xue Yen dan membentak,
"Ayo ikut ..!"
"Lepaskan aku bajingan...! atau aku akan berteriak ..!"
"Teriak lah sepuas mu, ha..ha..ha..ha..!"
ucap pria itu sambil terus menyeret Xue Yen dia tertawa-tawa.
"Lepaskan...! lepaskan aku bajingan...! Tolong...! tolong...! tolong...!!"
Mendengar teriakkan minta tolong dari Xue Yen , beberapa Satpam mall segera bergegas menghampiri Xue Xue.
__ADS_1