KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
ANNA TEMAN KULIAH YING YING


__ADS_3

"Kejadian hari ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya, aku berjanji tidak akan terulang lagi."


"Kamu harus percaya dengan ku, aku akan memberikan penjelasan sejelas-jelasnya tapi berjanjilah kamu harus percaya aku hanya milik mu seorang."


"Bila kamu tidak percaya, aku akan melompat dari sini untuk membuktikan kesucian cinta kita."


Ying Ying berdiri dari duduknya kemudian tanpa banyak bicara, dia menatap Lu Sun dengan sedih lalu langsung terjun ke bawah.


Lu Sun yang sedang termenung , sangat terkejut.


Sontak secara reflek dia mengerahkan Wu Xiang Sen Kung, tangannya memanjang meraih pinggang Ying Ying kemudian menariknya kembali kedalam pelukannya.


Lu Sun memeluk Ying Ying dengan erat dan berkata,


"Kamu kenapa lakukan hal ini, bila terjadi sesuatu dengan mu ? aku dan San er bagaimana harus melanjutkan hidup ini ?"


"Habis kamu tidak percaya dengan ku, aku begitu mencintai mu dan menyayangi mu dengan sepenuh hati."


"Tapi yang kudapat kan adalah ketidak percayaan mu, jadi untuk apa aku bertahan di dunia yang sepi dan menyedihkan ini."


"Ibu ku telah pergi..ayah ku tidak menginginkan ku lagi, kamu satu-satunya harapan ku yang akan mencintai dan menyayangi ku hingga tua."


"Ternyata kini juga tidak percaya dan tidak menginginkan ku lagi, jadi buat apa aku bertahan hidup..buat apa..? hu..hu..hu..hu.."


Ying Ying sudah tidak sanggup menahan gejolak emosi dan kesedihannya.


Dia melampiaskannya Kepada Lu Sun, selain Lu Sun dia sudah tidak punya tempat bersandar lagi.


Ying Ying memukul dada Lu Sun dengan kedua tangannya sambil menangis.


Lu Sun hanya diam saja dan terus memeluknya dengan erat.


Lu Sun menengadahkan kepalanya menahan airmata yang hampir runtuh dari sudut matanya.


Angin lembut yang sejuk terus berhembus membantu mendinginkan hati Ying Ying yang sedih.


Perlahan-lahan Ying Ying mulai menenangkan emosi nya, dia sudah berhenti menangis.


Kini dia membalas pelukan Lu Sun dengan erat, sambil membelai punggung Lu Sun yang lebar dan kekar dengan kedua tangannya yang kecil.


Lu Sun menundukkan kepalanya mencium kepala Ying Ying sambil berbisik,


"Maafkan aku sayang.."


Ying Ying menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Sayang setelah kejadian hari ini, aku sudah pikirkan."


"Aku hanya akan bertindak sebagai direktur saja, aku tidak akan terjun langsung lagi menemui pelanggan."


"Aku akan serahkan dan percayakan semua pada direktur marketing yang akan aku tunjuk dari bawahan ku yang handal dan bisa di percaya."


"Bila dia tidak sanggup aku baru akan cari dari luar."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Kamu lakukan saja apa yang menurut mu baik, aku akan mendukung mu."


Ying Ying mengangguk kecil, kemudian dia mendongak kan Kepalanya meraih wajah Lu Sun menatapnya dan berkata,


"Sayang selama kamu sakit aku bekerja di kantor kak Chang, bekerja di balik kantor."


"Aku sama sekali tidak pernah bertemu atau pun berhadapan dengan pelanggan, jadi aku tidak pernah..."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Maafkan aku yang telah berpikir terlalu banyak."


Ying Ying tetap meraih wajah Lu Sun menatapnya dan berkata,


"Kemudian kamu berangkat, aku mulai bekerja sama dengan kak Chang, dan beberapa teman baiknya memulai usaha sekarang ini."


"Semua orderan hanya di lakukan lewat telpon bahkan wajah mereka pun tidak ada yang ku kenal satupun."


"Kami tidak pernah bertemu apalagi berkumpul dan melakukan negosiasi."


"Kamu siapa ? aku siapa ? mereka tidak tahu, apa kak Chang Juga tidak tahu.."


"Tidak tidak ada satupun langganan yang berani macam-macam dengan ku."


"Baru langganan ku yang satu ini, langganan yang di kenalkan lewat teman kuliah ku dulu."


Lu Sun terlihat lebih serius menanggapi cerita teman kuliah Ying Ying dulu yang bernama Anna.


"Di mana dia tinggal sayang ? bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu dengan nya ?"


Ying Ying pun bercerita,


Hari itu Ying Ying seperti biasanya sepulang kerja, dia menyempatkan diri mampir ke mall Rainbow yang letaknya tidak jauh dari rumah.


Ying Ying berbelanja keperluan rumah dan keperluan Lu San anaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang menepuk bahu nya dari belakang saat dia sedang mengantri pembayaran di kasir.


Yang menepuknya adalah Anna teman lamanya dulu, mereka berdua kemudian terlibat obrolan sambil mengantri pembayaran.


Selesai melakukan pembayaran, Ying Ying di ajak Anna melanjutkan obrolan mereka di restoran di Mall itu.


Tak lama kemudian Ying Ying diperkenalkan dengan suami Anna yang datang dengan beberapa temannya.


Diantara teman suaminya Anna itulah, Ying Ying diperkenalkan dengan Nagato yang kebetulan bergerak di bidang yang bisa menjadi mitra bisnis Ying Ying.


Kemudian Ying Ying dan Nagato pun bertukar nomor telepon, Nagato berjanji akan segera menghubungi Ying Ying untuk pembicaraan kontrak mereka nanti.


Nagato sempat mengajak Ying Ying bertemu di restoran hotel tempat dia menginap untuk pembicaraan lebih lanjut.


Tapi Ying Ying menolaknya dengan halus, dan menawarkan Nagato untuk melakukan pembicaraan di kantornya saja.


Awalnya Nagato menolak dengan alasan tidak tahu jalan dan alamat sehingga susah mencarinya.


Kemudian Ying Ying menawarkan mengirimkan supir menjemput dan mengantarnya Nagato pun hanya bisa terpaksa menerima tawaran Ying Ying.


Ying Ying menutup ceritanya sambil berbaring manja dalam pelukan Lu Sun.


Lu Sun yang merasa udara di atap rumah semakin lama semakin dingin.


Dia sudah menggendong Ying Ying kembali kekamar, lewat balkon Didepan kamar mereka.


Sambil berbaring memeluk istrinya Lu Sun mendengarkan dengan serius seluruh cerita Ying Ying dari awal hingga akhir.


Selama Ying Ying bercerita Lu Sun terus memberikan pijatan ringan, ditengkuk leher dan kepala Ying Ying untuk membuat nya rileks dan santai.


Setelah menyelesaikan ceritanya Ying Ying merasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur pulas dalam pelukan Lu Sun.


Lu Sun perlahan-lahan melepaskan diri dari pelukan Ying Ying dan mengganti dirinya dengan sebuah guling.


Setelah menyelimuti Ying Ying, Lu Sun berganti pakaian lalu berjalan menuju balkon kamar, merubah bentuknya menjadi seekor burung melesat meninggalkan kediaman nya.


Lu Sun terbang menuju sebuah apartemen mewah yang terletak di pusat kota.


Lu Sun kemudian memasuki gedung itu berubah menjadi seekor nyamuk kecil.


Dengan mengikuti dan menempel di pakaian para penghuni apartemen, akhirnya Lu Sun tiba di depan kamar apartemen mewah milik temannya Ying Ying Anna.


Lu Sun masuk melalui lubang kunci kamar, setelah melewati lubang kunci yang berliku-liku.


Lu Sun akhirnya berhasil masuk kedalam apartemen tersebut.

__ADS_1


Mengawasi kegiatan Anna dan suaminya, mulai dari mereka duduk bersantai menonton mengobrol sambil makan.


Lu Sun terus memperhatikan apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2